Daily Archives: 30 June 2012

Short Course ISAGI Sulsel; Nutrition in dietary assessment

oleh Muh. Nur Hasan Syah S.Gz (Ketua ISAGI Sulsel)

peserta short course dietary assessment

Kamis, 28 Juni 2012, bertempat di ruang seminar Prodi Ilmu Gizi FKM Unhas, Ikatan Sarjana Gizi Indonesia ( ISAGI ) Sulawesi Selatan mengadakan pelatihan khusus bagi penggiat gizi, dengan Tema “ Be Good in Nutritional Assessment “. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua ISAGI SULSEL, MUh. Nur Hasan Syah, S.Gz. dan menghadirkan pemateri Healthy Hidayanti, SKM., M.Kes , beliau merupakan staf pengajar Prodi Ilmu Gizi FKM Unhas, yang telah mendapatkan materi langsung dari Rosalind S Gibson, Ph.d yang merupakan peneliti dan pengarang buku tentang penentuan status gizi. Pada kesempatan ini pemateri membagikan ilmu dan pengalaman yang telah didapatkan, dengan materi ; Evaluasi kecukupan Zat Gizi Individu ; Pedoman untuk memilih metode konsumsi yang tepat ; Error pengukuran dalam penilaian konsumsi makanan dan mengontorlnya ; Metode penilaian konsumsi makanan ; dan Evaluasi kecukupan zat gizi individu dan kelompok. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari.

Pelatihan ini akan dibagi beberapa kelas yang disajikan dalam bentuk small discussion class, dengan peserta yang terbatas tiap kelasnya, maksimal 15 peserta/kelas. Pelaksanaan kelas pertama, menghadirkan para sarjana gizi, dosen dari prodi ilmu gizi, dan juga penggiat gizi lainnya. Pada hari pertama disajikan berbagai teori mengenai survei konsumsi pada individu/kelompok dan hari kedua melanjutakn materi teori kemudian praktek dengan menggunaan software pc-site.  Salah satu peserta yaitu Abdul Salam, SKM, M.Kes yang juga merupakan dosen prodi Ilmu Gizi FKM Unhas, mengutarakan alasannya untuk mengikuti pelatihan ini, Abdul mengatakan “Saya ikut pelatihan ini untuk menambah wawasan/ilmu pengetahuan terutama dalam hal menentukan metode penilaian konsumsi kelompok/individu yan tepat“ . Peserta lain, Sigit, S.Gz mengatakan “Pelatihan dengan diskusi ini sangat bagus, apalagi diskusi langsung bersama dosen dan fasilitator yang telah belajar langsung dari Mrs. Gibson. Dari diskusi ini kami telah mengetahui beberapa kesalahan-kesalahan yang ternyata telah dilakukan selama ini. Dan semoga dengan pelatihan ini salah satu keluaran yang diharapkan yaitu kesalahan-kesalahan tersebut dapat diminimalkan bahkan dihilangkan“.

Pelatihan ini berlangsung sangat kekeluargaan dari awal sampai penutupan kelas, sesuai dengan visi dan misi ISAGI. Tidak ada perbedaan status, jabatan dan pangkat yang dirasakan semua menjadi satu dan belajar bersama guna mendapatkan penetahuan baru. (Anca)

Terapi diet penurunan berat badan

penyebab obesitas multifaktoral, penanganannya pun harus dengan berbagai cara

Program mengatur berat badan yaitu kombinasi terapi dari diet dan aktivitas fisik dan dukungan modifikasi perilaku sangat efektif untuk mendukung orang-orang obese yang ingin menurunkan berat badannya. Pendekatan yang hanya fokus pada aspek lifestyle sangat lama dalam mendukung penurunan berat badan, karena itu perlu berbagai upaya lain dengan serius agar program penurunan berat badan berjalan efektif. Akhir-akhir ini banyak orang yang berjuang mengontrol berat badan mereka dengan pola makan yang tidak menentu, dan melewatkan makan utama padahal hal tersebut tidaklah benar karena justru orang yang melewatkan satu waktu makan utama akan menybabkan dia akan overeat atau makan berlebih diwaktu makan berikutnya. Program manajemen berat badan membantu orang obese dalam mengatur pola makannya termasuk makan utama yang tidak dianjurkan untuk dilewatkan. Orang yang memiliki waktu antara makan utama yang lama cenderung menguras glikogen dalam tubuh dan penyimpanan glukosa darah yang mungkin akan menyebabkan orang akan mencari makanan utamanya yang padat energi. Oleh karena itu perlu beberapa diet yang efektif agar tetap bisa menurunkan berat badan tanpa harus melewatkan makan.

berbagai metode diet dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan

Diet rendah kalori

Mengurangi asupan kalori lebih rendah dibandingkan energi expenditure pasti akan mengurangi berat badan anda. Sebuah studi menunjukkan bahwa menurunkan asupan kalori 600 kkal perhari sangat efektif dalam menurunkan berat badan. Anda bisa mencoba mengurangi 600 kkal anda perhari, jika di konversi kedalam makanan sumber karbohidrat yang biasa kita makan mungkin sekitar 250  gr nasi, 40 gr/1 lbr roti ketika sarapan, dan mengurangi setengah sendok gula setiap kali minum teh atau kopi.

Diet rendah lemak

Diet rendah lemak mendukung anda dalam menurunkan berat badan dan resiko penyakit kardiovaskuler. Lemak merupakan nutrient yang padat energi dibandingkan makronutrien lainnya oleh karena itu mengurangi asupan lemak dalam diet yang dilakukan secara sukses dapat menurunkan total kalori yang diperoleh.

Pengganti makan utama

Pendekatan ini dapat dilakukan dalam upaya anda menurunkan berat badan, dimana anda mengganti satu atau dua waktu makan anda dengan produk-produk makanan yang tinggi serat dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral. Dengan begitu asupan energi anda akan berkurang, sedangkan anda dapat tetap merasa kenyang dan terutama tetap dapat menikmati santapan makanan yang lezat. Metode ini tidak merekomendasikan anda untuk mengganti semua waktu makan utama anda dengan makanan pengganti, tetap saja anda harus makan makanan sumber karbohidrat lemak dan protein setidaknya 1 atau 2 porsi dalam sehari.

Diet sangat rendah kalori

Diet ini bisa jadi dianjurkan kepada anda yang memang sangat –sangat gemuk. Pada diet ini anda dianjurkan untuk mengurangi kalori 450 kkal-800 kkal perhari dan tidak boleh lebih. Selain itu anda diharuskan mengkonsumsi tinggi protein (70-100 gr/hari), 2 liter air, dan suplementasi vitamin dan mineral. Tujuannya adalah untuk memelihara tubuh anda ketika anda tidak mendapatkan asupan kalori yang biasanya anda makan, membuat otot lebih bertenaga. Dari sebuah penelitian bahwa metode diet ini berhasil menurunkan 5-26 kg dalam 6 bulan.

Diet rendah karbohidrat

Diet rendah karbohidrat adalah intake karbohidrat antara 30% hingga 40% atau sekitar 200 gr (AKG) setiap harinya selama fase penurunan berat badan berjalan. Namun diet ini tidak  harus anda lakukan terus menerus, melainkan secara berangsur dilakukan peningkatan karbohidrat. Diet rendah karbohidrat ini tidak mengatur intake protein dan lemak, dengan tujuan agar meskipun menjalankan diet rendah karbohidrat ini, anda tidak akan merasa kelaparan, selain itu efek mengenyangkan dari protein membantu control nafsu makan dan mendukung penurunan berat badan dalam 6 bulan.

Diet rendah indeks glikemik

Dalam teori pemilihan makanan dengan mempertimbangkan indeks glikemik (IG), dampak diet glikmik dapat mencegah fluktuasi gula darah. Makanan yang berserat memiliki indeks glikemik rendah (<55), semakin rendah IG suatu makanan maka akan semakin lama makanan tersebut dicerna oleh pencernaan anda. IG yang rendah akan membuat anda merasakan rasa kenyang yang panjang, oleh karena itu pilihlah makanan yang memiliki IG rendah, mengganti sarapan dengan roti gandum putih, mengisi brunch dengan salad buah dan sayur, serta mengonsumsi kurma sebagai dessert anda.

Sumber : Payne, Anne and Barker, Helen. Advancing Dietetics and Clinical Nutrition; Obesity. 2010. Elsevier, UK.