Monthly Archives: July 2012

Infant Feeding

ASI harus menjadi pilihan utama bagi anak usia hingga 2 tahun

ASI memang makanan terbaik bagi bayi, tidak ada yang mampu menggantikan posisi ASI. Namun seiring perkembangan zaman, dimana banyak ibu yang tidak lagi ingin memberikan ASI nya kepada anak-anaknya dengan berbagai alasan; bekerja, ASI sulit keluar, anak tidak mau menyusui dari payudara dan berbagai alasan lainnya. Sebagian besar dari mereka ingin mencari mudahnya dan berprinsip yang penting anak minum susu mau dari ASI atau dari susu formula.

Memang sekarang ini susu formula sudah jauh berkembang, dan semakin memiliki nilai gizi yang mendekati ASI, dengan berbagai macam penambahan zat-zat gizi yang bermanfaat bagi anak menjadikan susu formula sebagai pilihan utama bagi ibu yang tidak memberikan ASI kepada anaknya. Perlu diketahui bahwa susu formula biasanya dari susu sapi, karena susu sapi mudah untuk dimodifikasi dan kandungan gizinya yang paling mendekati ASI. Bahkan penambahan DHA, AA, oligosakarida sederhana (FOS dan GOS), dan zat-zat lainnya yang semakin menaikkan nilai susu formula.

Sekedar informasi bahwa susu formula harus dimodifikasi karena kandungan protein dan garam mineralnya tinggi sedangkan gula susunya (laktosa) rendah, dan kita ketahui bahwa laktosa merupakan salah satu jenis karbohidrat yang penting bagi perkembangan otak. Ketika anak memiliki alergi atau sangat sensitif terhadap susu formula, sebaiknya diberikan susu sintetik, biasanya yang terbuat dari susu kedelai. Sebagai tambahan, lemak pada susu formula rendah bioavaibilitasnya (daya serap), tidak seperti ASI susu formula hanya dapat diserap sekitar 5-10% saja padahal lemak sangat baik untuk tubuh dan otak bayi. Oleh karena itu ASI memang sangat tepat diberikan untuk anak terutama pada 6 bulan pertama kehidupan anak.

Susu formula biasanya tersedia dalam bentuk bubuk, cair, dan yang siap minum. Untuk susu bubuk dan cair harus ditambahkan air panas untuk dikonsumsi. Takaran air yang dicampurkan haruslah tepat. Apabila air yang dicampurkan terlalu sedikit maka akan membuat susu sangat kental, kandungan protein dan mineralnya akan tinggi dan dapat membebani ginjal bayi. Sebaliknya jika terlalu banyak air yang digunakan untuk melarutkan susu, nilai gizi dan kalorinya tidak akan bermanfaat bagi pertumbuhan bayi. Anak dibawah 6 bulan seharusnya tidak diberikan susu sapi, karena proteinnya sulit dan lama untuk dicerna oleh sistem pencernaan bayi dibandingkan ASI. Apabila anak sebelum 6 bulan diberikan susu sapi, bisa menyebabkan gangguan pencernaan, ginjal akan terbebani oleh kandungan protein dan mineral yang ada pada susu sapi. Selain itu bisa menyebabkan gangguan sistem saraf pusat.

Nah jika memang bayi dengan TERPAKSA harus diberikan susu formula tanpa ASI, maka sebaiknya ibu harus memperhatikan beberapa hal terkait cara memberikan susu formula bagi bayi. Ukur suhu susu dengan cara meneteskannya ke punggung tangan, hal ini untuk menghindari mulut anak luka karena susu terlalu panas. Jika bayi ingin ditidurkan, tidak seharusnya sambil minum susu dari botol. Saliva (air liur) bayi jika dalam keadaan anak mengantuk hingga tertidur, akan membersihkan gigi dan mulut. Jika anak diberikan susu ketika hendak ditidurkan maka hal tersebut justru akan merusak perkembangan gigi dan mulut anak, dapat menyebabkan gigi tumbuh jelek dan rusak. Selain itu bisa menyebabkan dagu menonjol keluar dan hasilnya anak kemungkinan akan mengalami sindrom nursing bottle atau baby bottle mouth.

Pemberian susu formula harus sesuai takaran dan kebutuhan bayi dan jangan sampai berlebihan, karena bisa menyebabkan obesitas pada anak. Pencegahan obesitas di usia dini perlu dilakukan dengan mencegah pemberian susu formula yang berlebihan kepada anak sehingga pada saat dewasa nanti akan menghindari terkena penyakit tidak menular.

Sumber

Roth, AR. Nutrition and Diet Therapy; 10th. Indiana; 2010.

Nirwana. Obesitas anak dan pencegahannya. Nuha Medika. Yogyakarta; 2012.

 

 

 

Advertisements

Oligosakarida pada susu sapi (Bovine Milk) dan kesehatan anak

ASI eksklusif merupakan hak setiap anak untuk mendapatkannya hingga usia 6 bulan

Oligosakarida diketahui berpotensi menjadi prebiotik dan dapat berinteraksi langsung dengan sel imun tubuh. Memiliki struktur yang sangat kompleks dan memiliki keragaman yang sangat banyak, oligosakarida dapat menstimulasi pengembangbiakan beneficial bacteria atau bakteri baik yang akan memerangi bakteri pathogen di dalam usus (Arslanoglu, 2007). Komponen tersebut hanya dapat ditemui dalam jumlah yang banyak pada ASI, oleh karena itu anak-anak dianjurkan untuk mendapatkan ASI hingga usia 2 tahun atau selama “window of opportunity”.

ASI memang diketahui sebagai makanan yang sangat efektif untuk mencegah infeksi, Berbagai strategi telah digunakan untuk meniru kompleksitas struktural oligosakarida ASI mengingat fungsi oligosakarida bagi kesehatan anak. Strategi tersebut adalah pembentukan struktur oligosakarida yang lebih sederhana yaitu seperti kombinasi dari rantai panjang fructo-oligosakarida (lcFOS) dan rantai pendek galacto-oligosakarida (scGOS), dan sejauh ini telah digunakan dalam produk makanan terutama susu formula untuk anak. 90% scGOS dan 10% lcFOS berdasarkan beberapa penelitian yang telah dikembangkan juga menunjukkan efek modulasi imunitas dan prebiotik yang hampir sama dengan oligosakarida pada ASI (Zivkovic dan Barile, 2011., Arslanoglu, 2007).

Pemberian susu formula pada anak sebelum 6 bulan hanya sebagai alternatif

Meskipun oligosakarida yang telah dikembangkan tersebut tidaklah identik dengan yang ada pada ASI. Dari beberapa studi intervensi pada bayi, Boehm et al. (2002) menemukan bahwa susu formula yang diberikan oligosakarida sederhana tersebut memiliki mikrobiota usus yang baik sama seperti yang ditemukan pada bayi yang mendapatkan ASI. Begitu juga pada penelitian eksperimental yang dilakukan Arslanoglu (2007) dengan randomized double blind controlled trial (RCT) menunjukkan bahwa  scGOS dan lcFOS mampu menurunkan jumlah infeksi, kejadian kumulatif dari infeksi, dan infeksi berulang selama 6 bulan pertama kehidupan anak. Sehingga bisa dihipotesiskan bahwa oligosakarida sederhana pada susu formula juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari bayi yang mendapatkan susu formula.

Namun bukan berarti susu formula mampu menggantikan ASI, karena ASI merupakan satu-satunya sumber semua zat gizi yang dibutuhkan bayi hingga usia 2 tahun. Pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan pertama kehidupan mampu menghindarkan anak dari berbagai penyakit. Konsumsi susu formula dimaksudkan untuk 2 keadaan yang pertama adalah ketika ibu tidak mampu menyediakan ASI kepada anaknya karena kondisi psikologis atau karena adanya kelainan dan penyakit. Kondisi kedua adalah ketika anak sudah mencapai usia diatas 6 bulan sehingga membutuhkan makanan tambahan yang bisa diperoleh dari susu. Selain 2 kondisi diatas, anak memiliki hak untuk mendapatkan ASI eksklusif dari ibu hingga berusia 6 bulan dan dilanjutkan tetap memberikan ASI hingga usia 2 tahun disamping makanan tambahan.

Referensi

  1. Agunbiade and Ogunleye: Constraints to exclusive breastfeeding practice among breastfeeding mothers in Southwest Nigeria: implications for scaling up. International Breastfeeding Journal 2012 7:5
  2. Arslanoglu et al.: Early Supplementation of Prebiotic Oligosaccharides Protects Formula-Fed Infants against Infections during the First 6 Months of Life. J. Nutr. 137: 2420–2424, 2007.
  3. Boehm G, Lidestri M, Casetta P, Jelinek J, Negretti F, Stahl B, Marini A. Supplementation of an oligosaccharide mixture to a bovine milk formula increases counts of faecal bifidobacteria in preterm infants. Arch Dis Child Fetal Neonatal Ed. 2002;86:F178–81.
  4. Zivkovic, AM., and Barile, Daniela: Bovine Milk as a Source of Functional Oligosaccharides for Improving Human Health. American Society for Nutrition. Adv. Nutr. 2: 284–289, 2011.

 

 

 

APA ITU GIZI ?

zat-zat gizi dapat diperoleh dari aneka ragam makanan

Seperti yang sering kita dengar sebelumnya bahwa ilmu gizi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang membahas mengenai makanan dan interaksinya dengan organisme yang mengonsumsinya dengan tujuan sebagai pemeliharaan dan peningkatan kesehatan organisme. Selain itu, gizi juga merupakan kombinasi dari proses dimana semua bagian tubuh menerima dan memanfaatkan material yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya dan juga untuk pertumbuhan peremajaan komponen-komponen tubuh. Berikut beberapa istilah yang sering berkaitan dengan gizi.

  • Makanan, merupakan substansi yang dimasukkan dalam tubuh yang akan membantu tubuh memenuhi kebutuhan energi, pemeliharaan kesehatan, pertumbuhan, dan reproduksi.
  • Gizi optimum, berarti bahwa setiap orang menerima dan memanfaatkan zat-zat gizi esensial dalam proporsi yang sesuai dengan kondisi tubuh dan juga mampu menyediakan cadangan bagi tubuh.
  • Status gizi, adalah suatu kondisi dari tubuh yang merupakan suatu bentuk akumulasi intake zat-zat gizi melalui makanan yang dikonsumsi tubuh. Status gizi berhubungan dengan konsumsi dan pemanfaatan zat-zat gizi, sehingga memungkinkan status gizi setiap orang berbeda-beda.
  • Status gizi baik, merujuk pada asupan makanan yang baik dan seimbang, yang memenuhi semua kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Orang dalam kondisi seperti ini bisa juga dikatakan telah menerima gizi optimum.
  • Status gizi buruk, merujuk pada asupan makanan yang tidak adequate atau bahkan asupan yang berlebih atau rendahnya penyerapan zat-zat gizi oleh tubuh sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Makan berlebihan dapat juga menghasilkan status gizi yang buruk bagi seseorang.
  • Malnutrisi, merujuk pada efek fisik pada tubuh seseorang akibat intake makanan yang tidak adekuat dalam hal jumlah dan kualitas.
  • Gizi kurang, adalah suatu kondisi yang diakibatkan oleh rendahnya asupan makanan. Biasanya kondisi ini karena asupan makanan seseorang tidak dapat mencukupi kebutuhan metabolic basalnya (BMR) yaitu energi minimum yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi fisiologis tubuh.
  • Zat gizi, adalah komponen kimia dari makanan yang menyediakan kebutuhan makanan bagi tubuh. Dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup dan mesti dikonsumsi secara teratur. Setiap zat gizi – protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan air – masing-masing memiliki fungsi yang spesifik bagi tubuh. Namun secara umum, fungsi zat gizi adalah menyediakan energi bagi tubuh, membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, dan mengatur proses metabolisme tubuh.

Sumber : Nutrition and Dietetics 2nd edition, Joshi. 2002.

 

 

 

CPNS Lingkup Kementrian Kesehatan RI 2012-2013

KEMENTERIAN KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
P E N G U M U M A N
NOMOR : KP.01.02.1.1.A.730
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2012

Pengumuman Lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan 2012 – 2013. Kementerian Kesehatan RI membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia lulusan D-III/D-IV/S1/S2 untuk diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan Tahun 2012 yang akan ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan di seluruh Indonesia.

1. Persyaratan Pelamar

  • Warga Negara Republik Indonesia.
  • Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun. pada tanggal 01 Oktober 2012.
  • Berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum penjara atau kurungan.
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/Polri maupun pegawai swasta.
  • Tidak berkedudukan sebagai Calon/PNS, Calon/Anggota TNI/Polri, anggota/pengurus partai politik dan tidak sedang terikat perjanjian/kontrak kerja dengan instansi lain.
  • Berbadan sehat.
  • Bagi pelamar yang mendaftar untuk mengisi formasi dokter/dokter gigi/dokter spesialis/dokter gigi spesialis harus memiliki STR sebagai dokter/dokter gigi/dokter spesialis/dokter gigi spesialis.
  • Bersedia melaksanakan tugas pada unit kerja penempatan paling singkat selama 5 (lima) tahun.
  • Bagi dokter/dokter gigi yang berstatus sebagai peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Tahap Akhir hanya dapat melamar di Rumah Sakit Pendidikan tempat yang bersangkutan mengikuti program pendidikan.

2. Tenaga yang dibutuhkan

  • Jenis tenaga yang dibutuhkan adalah Dokter, Perawat, Dosen dan Sanitarian.
  • Alokasi Formasi
    Alokasi formasi di Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan pada setiap provinsi dapat dilihat di  website Biro Kepegawaian (www.ropeg-kemenkes.or.id) dan  website Kementerian Kesehatan (www.depkes.go.id) yang akan ditayangkan pada Minggu ke-4 Juli 2012.
3. Tahapan Pendaftaran
  • Pendaftaran on-line
  • Pengiriman berkas
  • Pelaksanaan ujian tulis
  • Kelulusan ujian tulis
Info selanjutnya kunjungi penerimaan CPNS Kemenkes

Simposium Gizi Nasional 2012

Simposium Gizi Nasional 2012

Program Studi S1 Gizi dan Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM dan HIMAGIKA melaksanakan kegiatan Simposium Gizi Nasional 2012 dengan tema “The contribution of milk and dairy products in human health” ini dilaksanakan pada tanggal 20 oktober 2012. Selain itu kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa, dan praktisi kesehatan, pangan dan gizi untuk ikut berpartisipasi dengan mengirimkan abstrak dan poster.

Sumber : Milis HIMAGIKA UGM