Daily Archives: 28 June 2012

Menyiasati tetap sehat selama menonton sepakbola

begadang nonton sepakbola mempengaruhi kesehatan

Event sepakbola bergengsi di benua eropa yakni Euro 2012 menjadi hiburan tersendiri bagi penggemar sepakbola di Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang rela menonton seluruh pertandingan yang disiarkan di TV atau bahkan nonton bareng di sebuah cafe dan hal ini menjadi trend sepanjang event sepakbola ini digelar.

Bisa dikatakan nonton Euro 2012 ini membutuhkan suatu pengorbanan, adanya perbedaan jam di Eropa dan Asia membuat pertandingan yang digelar di Eropa itu berlangsung pagi hari namun para pecinta bola tanah air menontonnya dini hari. Hal itu memberikan beban khusus kepada tubuh mereka dalam sebulan ini, ketika di pagi harinya harus bekerja, belajar, atau melakukan aktivitas rutin lainnya hingga sore hari, malamnya harus begadang untuk menonton pertandingan Euro 2012 dan rangkaian-rangkaian acara lainnya yang berkaitan dengan Euro 2012 Sehingga apa yang terjadi? Tubuh menjadi kelelahan, dan kurang tidur.

Perlu diketahui bahwa kurang tidur menyebabkan banyak masalah bagi kesehatan manusia. Seseorang yang memiliki durasi tidur yang sedikit cenderung memiliki masalah kesehatan yang banyak. Mulai dari penurunan kekebalan tubuh, mudah sakit, metabolisme tubuh berubah, peningkatan berat badan bahkan sampai diabetes. Diabetes mungkin terjadi karena kurang tidur menyebabkan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin yang lemah, konsekuensi lainnya adalah meningkatkan peradangan, serta meningkatkan grelin dan menurunkan leptin yang berdampak pada rasa lapar dan nafsu makan. Inilah mekanisme gangguan tidur yang akhirnya bermuara pada terjadinya obesitas dan berbagai penyakit lainnya.

Oleh karena itu, sebaiknya menonton sepakbola harus dengan cara cerdas dilakukan. Menggunakan waktu-waktu yang luang untuk beristirahat dan mengkonsumsi makanan yang tinggi serat dan protein agar supaya sel-sel kita dapat terjadi regenarasi di waktu-waktu yang dimanfaatkan untuk beristirahat tersebut. Minum banyak air putih yang bertujuan untuk membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi. Mengurangi perilaku negatif seperti merokok, minuman bersoda, dan beralkohol. Selain itu hindari stress meskipun tim andalah anda kalah dalam pertandingan, janganlah sampai terbawa stress, karena depresi meskipun singkat akan memberikan dampak terhadap tubuh anda, tubuh anda akan mensekresi hormon-hormon stress yang berlebihan. Akibatnya sistem metabolisme tubuh mengalami perubahan, selain itu akan terbentuk banyak radikal bebas di dalam tubuh. Dan yang paling penting adalah usahakan jam tidur anda minimal 6 jam sehari, gunakan waktu-waktu luang untuk tidur. Ini sangat penting untuk diperhatikan, karena di durasi waktu tersebut tubuh diberi kesempatan untuk beristirahat.

Yuk Cegah stunting

oleh Asry Dwi Muqni S.Gz

Stunting sebagai pinta masuk penyakit tidak menular

Orang tua mana yang tidak meginginkan buah hati mereka tumbuh sehat dan cerdas. Berbagai upaya dilakukan demi pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal. postur tubuh yang ideal menggambarkan tubuh anak yang sehat dan dapat dinilai secara fisik dan penampilan luar. Masa balita dikenal sebagai periode emas pertumbuhan anak. Dan tahukah Anda Bunda, semua berawal dan bergantung pada Anda!!!

Bayi yang lahir dengan status gizi baik lahir dari ibu dengan status gizi baik pula. status gizi ibu sebelum dan selama kehamilan menjadi pondasi utama di awal kehidupan. Ibu yang sejak awal mengalami KEK (kurang Energi kronik) akan lebih beresiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu berat badan bayi <2500gr. sebuah hasil studi di salah satu rumah sakit bersalin Makassar menyebutkan bahwa terdapat hubungan ukuran lingkar lengan atas (LILA) ibu dengan berat badan lahir bayi. Dimana ibu dengan LILA <23cm melahirkan bayi dengan berat badan yang lebih ringan (meski tidak selalu BBLR) dibandingkan dengan ibu dengan LILA ≥23,5cm. Bayi yang BBLR menandakan kurang terpenuhinya kebutuhan zat gizi dan beresiko lebih tinggi terhadap kematian bayi (IMR), penyakit kronis pada usia dewasa, keterlambatan mental dan pertumbuhan yang lambat karena kondisi kekurangan gizi yang berisiko mengakibatkan balita menderita KEP. Beberapa penelitian yang telah dilakukan juga menunjukkan bahwa bayi yang BBLR berkali-kali beresiko memiliki status gizi kurang pada usia 1-5 tahun dibandingkan yang tidak BBLR, penelitian yang lain juga menyebutkan bahwa anak yang BBLR pertumbuhan dan perkembangannya lebih lambat dari anak dengan BBLN (normal) terlebih lagi bila diperburuk oleh kurangnya asupan energi dan zat gizi, pola asuh yang kurang baik dan sering menderita penyakit infeksi.

Postur tubuh yang ideal dapat dinilai dengan pengukuran antropometri untuk memastikan apakah komponen tubuh sesuai dengan standar normal atau ideal. Antropometri yang paling sering digunakan adalah rasio berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) terhadap umur. Pada balita pemantauan dan pengukuran antropometri menjadi sangat penting karena akan memberikan informasi utamanya kepada para ibu untuk memperhatikan asupan gizi anaknya. Karena status gizi mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan akan zat gizi dengan asupan zat gizi yang diterima oleh tubuh yang dapat mengindikasikan apakah balita tersebut menderita KEP. Status gizi yang diukur berdasarkan rasio BB/U menggambarkan keadaan masa sekarang karena merupakan outcome saat ini. Sedangkan yang diukur berdasarkan TB/U menggambarkan keadaan masa lampau karena merupakan akumulasi status gizi sejak lahir sampai sekarang. Berat badan kurang (wasting) hanya bersifat akut dan tinggi badan yang kurang atau pendek (stunting) bersifat kronik.

Stunting dapat mengindikasikan bahwa telah terjadi retardasi pertumbuhan akibat defisiensi zat gizi saat dalam kandungan. Artinya ibu yang kurang gizi sejak awal kehamilan hingga lahir akan beresiko melahirkan anak BBLR yang juga beresiko menjadi stunting. Salah satu studi yang dilakukan di Kelurahan Tamamaung Makassar menunjukkan hubungan bermakna antara BBLR dengan kejadian stunting terhadap balita di keluraahan tersebut.

Karena masalah gizi dapat terjadi di semua periode atau siklus kehidupan dan masalah gizi yang terjadi disalah satu siklus akan mempengaruhi atau mengakibatkan masalah gizi yang lain di siklus selanjutnya, maka dari itu sangat perlu mempersiapkan gizi yang baik demi kualitas hidup yang lebih baik. Penuhi kebutuhan gizi dan hidup sehat. Utamanya bagi Anda calon ibu yang akan melahirkan anak-anak yang sehat dan hebat karena semua berawal dari Anda.