Blog Archives

Lowker: Staff Gizi (Cikupa Banten)

Requirements:

  • Female Max 35 years old
  • Candidate must possess at least a Diploma, Bachelor’s Degree, Food Technology/Nutrition/Dietetics or equivalent.
  • At least 2 year(s) of working experience in the related field is required for this position.
  • Preferably Staff (non-management & non-supervisor)s specializing in Food Technology/Nutritionist or equivalent.
  • Candidate must be willing to work in Cikupa Citra Raya
  • Full-Time position(s) available.
If you think you are interested with this position, please send your complete resume to :

HRD Ciputra Hospital
Jl. Citra Raya Boulevard Blok V. 00 / 08

Citra Raya Cikupa Tangerang 15710
or
by email to : yeni.purwaningsih@ciputrahospital.com or mikaelaberliyana@ciputrahospital.com

For more information about us please go to our website:

www.ciputrahospital.com
www.ciputraentrepreneurship.com

Advertisements

Lowongan Kerja: Ahli Gizi PT Shape Up Indonesia

PT Shape-Up Indonesia

Sebuah perusahaan kesehatan yang sedang berkembang dan telah memiliki 3 cabang di Jakarta membutuhkan segera beberapa karyawati dengan kriteria :

Ahli Gizi
Jakarta Raya

 Responsibilities:

  • Memberikan konsultasi gizi

Requirements:

  • Wanita Max usia 28 tahun
  • Pendidikan Min D3 jurusan Gizi
  • Memiliki tinggi dan berat badan proporsional
  • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
  • Memiliki pengetahuan tentang ilmu gizi
  • Mampu mengoperasikan komputer
  • Jujur, dinamis, rajin, cekatan, dan berjiwa pelayanan
Kirimkan surat Lamaran serta lampirkan Data diri lengkap, No,Telepon yang bisa dihubungi,
Fotokopi Ijasah, Fotokopi Surat Referensi Pekerjaan, Fotokopi KTP dan Pas Foto Terbaru ukuran 4 x 6 cm (1 Lembar).
Cantumkan Posisi di sudut kanan atas amplop dan ditujukan kepada :
PT Shape-Up Indonesia
Jl Wolter Monginsidi No 75, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan – 12180
Up: HRD
“Only short-listed candidates will be invited via e-mail/phone for Test and Interview”

Eksistensi Sarjana Gizi Dalam Pengembangan Kesehatan Di Sulawesi Selatan

Gizi merupakan hal penting yang akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan manusia,mulai dari bayi hingga lansia. Karena itulah perbaikan gizi diperlukan sebagai salah satu unsur penting dalam mencapai kesejahteraan rakyat Indonesia. Permasalahan gizi di Indonesia semakin kompleks seiring terjadinya transisi epidemiologis. Berbagai permasalahan gizi kurang, menunjukkan angka penurunan seperti prevalensi Kurang Energi Protein (KEP) sementara itu di lain pihak masalah gizi lebih dan penyakit degeneratif justru menunjukkan peningkatan bahkan dari laporan terakhir masalah gizi kurang saat ini cenderung tetap. Untuk menanggulangi berbagai permasalah gizi tersebut dibutuhkan tenaga kesehatan dan ahli gizi serta ilmuwan yang dinamis, mandiri dan menjungjung etik professional yang tinggi sehingga dapat memberikan kontribusi dalam upaya berbagai pengembangan ilmu dan pelayanan kesehatan di berbagai bidang termasuk bidang gizi.

Selain itu, perkembangan globalisasi yang ditandai dengan kesepakatan perdagangan bebas di tingkat Asia melalui Asian Free Trade Aggreement (AFTA) pada tahun 2003 dan tingkat dunia tahun 2010 (WTO) memungkinkan masuknya tenaga asing dengan bebas ke Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan tenaga gizi yang professional dengan kemampuan keilmuan/kompetensi lulusan serta dengan standar professional gizi di tingkat internasional. Disamping untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan gizi di masyarakat baik secara individu maupun kelompok.

Dari berbagai pengertian mengenai ahli gizi dapat disimpulkan bahwa ahli gizi adalah profesi khusus, orang yang mengabdikan diri dalam bidang gizi serta memiliki pengetahuan dan atau  keterampilan melalui suatu pendidikan khususnya bidang gizi. Tugas yang diemban oleh ahli gizi berguna untuk kesejahteraan manusia. Demikian juga dengan pengertian masyarakat, ada permasalahan gizi pasti ada ahli gizi.

Dengan adanya peran ahli gizi di dalam masyarakat, diharapkan dapat membantu memperbaiki status kesehatan masyarakat, khususnya melalui berbagai upaya preventif (pencegahan). Mudahnya begini, jika kita tahu apa saja dan bagaimana makanan yang aman, sehat, dan bergizi untuk dikonsumsi, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, niscaya kita akan terhindar dari berbagi penyakit mengerikan yang sudah disebutkan di atas. Bayangkan jika tidak, dan kemudian kita harus mengobati penyakit-penyakit itu, tentunya akan terasa sangat menyakitkan dan pastinya akan mengabiskan biaya yang tidak sedikit untuk mengobatinya. Kita semua  tahu, bahwa mencegah itu lebih baik (dan lebih murah) daripada mengobati. Jika kita bisa menerapkan kebiasaan itu, kita menjadi tidak mudah sakit, dan tidak terlalu tergantung kepada jasa dokter dan perawat, serta tidak perlu mengonsumsi obat-obatan yang umumnya selalu memiliki efek samping terhadap kesehatan.

Bertolak dari hal tersebut, para sarjana gizi yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Gizi (ISAGI) SulSel, ingin mendiskusikan idealisme tersebut kedalam suatu forum ilmiah yang sekaligus untuk memperingati Hari Gizi Nasional ke 61 di Makassar dengan tema “Eksistensi dan Peran Serta Sarjana Gizi dalam Pengembangan Kesehatan di Sul-Sel”. Forum tersebut berencana menghadirkan para narasumber dari Akademisi, Pihak Pemerintah, dan Pihak DPRD dengan harapan tercipta suatu naskah kesepahaman terkait peran serta sarjana gizi dalam menanggulangi masalah gizi di Sulawesi Selatan dan regulasi yang mengaturnya. Bagi yang berdomisili di Sulawesi Selatan dan sekitarnya mari merapat di Makassar akhir Januari nanti Insya Allah.

Short Course ISAGI Sulsel; Nutrition in dietary assessment

oleh Muh. Nur Hasan Syah S.Gz (Ketua ISAGI Sulsel)

peserta short course dietary assessment

Kamis, 28 Juni 2012, bertempat di ruang seminar Prodi Ilmu Gizi FKM Unhas, Ikatan Sarjana Gizi Indonesia ( ISAGI ) Sulawesi Selatan mengadakan pelatihan khusus bagi penggiat gizi, dengan Tema “ Be Good in Nutritional Assessment “. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua ISAGI SULSEL, MUh. Nur Hasan Syah, S.Gz. dan menghadirkan pemateri Healthy Hidayanti, SKM., M.Kes , beliau merupakan staf pengajar Prodi Ilmu Gizi FKM Unhas, yang telah mendapatkan materi langsung dari Rosalind S Gibson, Ph.d yang merupakan peneliti dan pengarang buku tentang penentuan status gizi. Pada kesempatan ini pemateri membagikan ilmu dan pengalaman yang telah didapatkan, dengan materi ; Evaluasi kecukupan Zat Gizi Individu ; Pedoman untuk memilih metode konsumsi yang tepat ; Error pengukuran dalam penilaian konsumsi makanan dan mengontorlnya ; Metode penilaian konsumsi makanan ; dan Evaluasi kecukupan zat gizi individu dan kelompok. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari.

Pelatihan ini akan dibagi beberapa kelas yang disajikan dalam bentuk small discussion class, dengan peserta yang terbatas tiap kelasnya, maksimal 15 peserta/kelas. Pelaksanaan kelas pertama, menghadirkan para sarjana gizi, dosen dari prodi ilmu gizi, dan juga penggiat gizi lainnya. Pada hari pertama disajikan berbagai teori mengenai survei konsumsi pada individu/kelompok dan hari kedua melanjutakn materi teori kemudian praktek dengan menggunaan software pc-site.  Salah satu peserta yaitu Abdul Salam, SKM, M.Kes yang juga merupakan dosen prodi Ilmu Gizi FKM Unhas, mengutarakan alasannya untuk mengikuti pelatihan ini, Abdul mengatakan “Saya ikut pelatihan ini untuk menambah wawasan/ilmu pengetahuan terutama dalam hal menentukan metode penilaian konsumsi kelompok/individu yan tepat“ . Peserta lain, Sigit, S.Gz mengatakan “Pelatihan dengan diskusi ini sangat bagus, apalagi diskusi langsung bersama dosen dan fasilitator yang telah belajar langsung dari Mrs. Gibson. Dari diskusi ini kami telah mengetahui beberapa kesalahan-kesalahan yang ternyata telah dilakukan selama ini. Dan semoga dengan pelatihan ini salah satu keluaran yang diharapkan yaitu kesalahan-kesalahan tersebut dapat diminimalkan bahkan dihilangkan“.

Pelatihan ini berlangsung sangat kekeluargaan dari awal sampai penutupan kelas, sesuai dengan visi dan misi ISAGI. Tidak ada perbedaan status, jabatan dan pangkat yang dirasakan semua menjadi satu dan belajar bersama guna mendapatkan penetahuan baru. (Anca)

Pelaksanaan Kongres I Ikatan Sarjana Gizi Indonesia akan…

Pelaksanaan Kongres I Ikatan Sarjana Gizi Indonesia akan dilaksanakan di UGM pada tanggal 24-25 Januari 2012. Kegiatan ini akan dihadiri oleh para sarjana gizi dan Guru besar dari setiap universitas yang memiliki program studi ilmu gizi. Kegiatan ini akan dirangkaikan dengan satu segmen yang akan menghadirkan pakar-pakar gizi dan akan share keilmuwan mereka melalui Dialog ilmiah nanti.