Blog Archives

Optimalkan kesehatan anda: Pada orang obes, leptin banyak tetapi tetap makan banyak

Sebelumnya saya sudah pernah membahas leptin secara umum, namun kali ini saya tertarik lagi mengkajinya karena banyak materi tentang leptin yang sangat menarik dibahas seperti kaitan leptin dan teori starvation, leptin orang obes banyak tapi kenapa masih over eating? Atau teori hubungan hipotiroid, resistensi insulin, dan leptin.

Diketahui bahwa leptin diproduksi oleh sel lemak, tugasnya adalah memberikan sinyal ke otak bahwa tubuh sudah kenyang sehingga diharuskan berhenti makan dan segera bakar kalori untuk menghasilkan energi. Secara sederhananya leptin adalah hormon rasa kenyang.  Anda cukup makan –> leptin bekerja –> Anda merasa kenyang –> stop makan!! – begitu kira2 prinsipnya.

Orang obes memiliki banyak leptin, hal ini karena sel lemak orang obes sangat banyak dan pastinya produksi hormon leptin juga banyak. Pertanyaan kemudian yang muncul, mengapa banyak leptin tapi tetap makan banyak? Bukankah leptin adalah hormon yang mengontrol rasa kenyang? Kondisi ini disebut resistensi leptin, dimana dia tidak mampu menjalankan tugas-tugasya secara normal. Penyebabnya satu, yaitu insulin.

Insulin bertugas mengubah gula menjadi lemak, dan tubuh mengeluarkan insulin sesuai kondisi asupan glukosa yang masuk dalam tubuh. Jika semakin banyak glukosa maka pankreas menghasilkan lebih banyak insulin, ini berarti semakin banyak pula lemak. Berat badan bertambah. Keterkaitan ini sekaligus menjelaskan mengapa pada orang dengan berat badan lebih biasanya resistensi insulin, prediabetes, atau bahkan telah diabetes.

Pada orang obes, karena insulin yang diproduksi sangat banyak dan tubuh tidak mau lagi merespon maka terjadilah resistensi insulin. Karena resistensi tersebut, insulin menghalangi kinerja leptin yang menghantarkan sinyal kenyang ke otak, akibatnya otak tidak merespon agar tubuh segera menghentikan makan, akibatnya tubuh menganggap masih butuh energi. Jika sudah demikian, orang tersebut akan terus merasakan lapar dan ingin makan terus menerus.

Semakin banyak isulin, semakin banyak energi yang disimpan, semakin lapar yang dirasakan –> mekanisme yang sangat kacau dan kenyataannya inilah yang terjadi pada orang obes. Karena itu, langkah awal untuk melakukan penurunan berat badan adalah dengan mengontrol asupan glukosa khususnya golongan gula sederhana yang bisa menaikkan kadar gula darah, lalu kemudian diimbangi dengan asupan glukosa kompleks golongan poly dan oligosakarida, tidak lupa pula melakukan olahraga rutin. Hal ini bertujuan untuk menormalkan kerja-kerja hormon appetite.

11 Jenis (bahan) makanan yang meningkatkan berat badan (1)

Artikel yang ditulis dalam foxnews.com menyebutkan bahwa ada 11 jenis makanan/bahan makanan yang menyebabkan Anda merasakan lapar bahkan setelah mengonsumsinya. Ketika itu menjadi sebuah kebiasaan, maka peningkatan berat badan akan terjadi secara cepat. Apabila Anda merasa lapar, maka hal yang utama muncul adalah keinginan untuk makan, dan memang harus makan. Namun, bagaimana jika setelah makan Anda menjadi lebih lapar dari sebelumnya dan ini benar-benar terjadi.

Perlu Anda ketahui bahwa lapar merupakan hasil dari interaksi yang demikian kompleks antara lambung, usus, otak, pankreas, dan aliran darah. Masalahnya adalah interaksi kompleks ini mudah “dibajak” , dimanipulasi, atau menjadi kacau akibat beberapa makanan yang dikonsumsi. Berikut adalah 11 makanan yang bisa membuat Anda merasa seperti Anda berjalan dalam keadaan lapart padahal perut Anda sudah diisi.

interaksi antara otak dan organ-organ yang berperan penting dalam regulasi nafsu makan

interaksi antara otak dan organ-organ yang berperan penting dalam regulasi nafsu makan

  1. Roti putih

roti putih, atau nama populernya roti tawar

Roti putih terbuat dari tepung putih, meskipun pada dasarnya berasal dari gandum akan tetapi proses pembuatannya menghabiskan kadar seratnya. Mengonsumsi roti putih menyebabkan lonjakan kadar insulin darah. Didukung oleh penelitian di Spanyol baru-baru ini, dimana peneliti melacak kebiasaan makan dan berat badan pada lebih dari 9.000 orang. Penelitian tersebut menemukan bahwa mereka yang makan dua atau lebih porsi roti putih sehari sekitar 40% memiliki kelebihan berat badan atau obesitas dibandingkan untuk mereka yang makan kurang dari itu.

  1. Juices

Kalau mendengar kata juice/ jus (indonesia) maka yang muncul di pikiran Anda adalah ini merupakan minuman yang sehat. Tapi sekarang ini banyak jus yang hanya mengandung sedikit ekstrak buah asli nya, orang cenderung menambahkan gula untuk memaniskan minuman ini padahal buah-buah sendiri sudah banyak mengandung gula buah yang enak rasanya. Kebanyakan juga orang mengupas kulit dan membuang ampas dan hanya mengambil air perasan buah padahal di kulit/ampas itulah kandungan serat sangat banyak. Campuran smoothie menggunakan buah utuh sebagai gantinya, dan campuran dalam sendok bubuk protein atau selai kacang untuk membantu menyeimbangkan gula darah dan meningkatkan rasa kenyang

  1. Cemilan asin

Rasa asin salah satu favorit di lidah manusia, khususnya di bagi orang Indonesia. Karena itu sangat mudah bisa Anda temukan aneka cemilan asin diberbagai daerah. Ternyata penelitian menunjukkan bahwa ketika Anda telah mengemil aneka cemilan asin, dapat mendorong untuk mencari cemilan manis. Makanan asin lebih cepat dicerna dibandingkan karbohidrat sederhana tetapi dapat memacu naik turunnya insulin. Ketika banyak cemilan asin dikonsumsi maka insulin rendah, dan otak mengirimkan sinyal agar tubuh cepat mendapatkan asupan energi karena itu memacu Anda untuk mengonsumsi yang manis. Karena itu meskipun Anda makan cemilan asin dalam jumlah banyak, “sekat” untuk makanan manis tetap kosong dan Anda diperintahkan oleh otak untuk makan. Ini sama saja senilai memiliki 2 lambung yang harus dipenuhi.

  1. Fast food

Ungkapan yang paling saya senangi untuk menggambarkan fast food adalah “cepat disajikan, cepat dihabiskan, cepat pula menyebabkan penyakit”. Namun kita tidak perlu membahas tentang latar belakang adanya fast food.

Hampir semua bahan di belakang counter makanan cepat saji ini dirancang untuk membuat Anda “supersize” makanan Anda. Misalnya, lemak trans mengobarkan usus, berpotensi mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi neurotransmitter pengendali nafsu makan seperti dopamin dan serotonin. Sementara itu, saluran pencernaan menyerap sirup jagung fruktosa tinggi (umumnya ditemukan di roti, bumbu, dan makanan penutup) dengan cepat, menyebabkan lonjakan insulin dan rasa lapar yang lebih besar. Terakhir, porsi besar makanan cepat saji murah dari garam dapat memacu dehidrasi. Dan dengan gejala yang sangat menyerupai orang-orang kelaparan, mudah untuk dehidrasi untuk menipu Anda agar berpikir Anda perlu kembali untuk keduakalinya.

  1. Alkohol

Meskuipun di Indonesia konsumsi minuman alkohol belum terlalu umum, tetapi ada baiknya Anda mengetahui bahwa ternyata alkohol ini benar-benar minuman yang tidak sehat dan harus dijauhkan dari menu Anda sehari-harinya.

Alkohol benar-benar membuat Anda lapar. Menurut penelitian hanya tiga porsi sudah dapat memangkas tingkat homon leptin tubuh anda, dimana kita tahu bahwa hormon ini disebut juga hormon rasa kenyang yang mengatur rasa kenyang Anda. Alkohol juga dapat menguras candangan karbohidrat tubuh Anda (glikogen), menyebabkan Anda menginginkan karbohidrat untuk menggantikan apa yang hilang. Akibatnya Anda terus ingin makan.

bersambung part (2)

Sumber: http://www.foxnews.com

Meningkatkan memori dan memperbaiki mood

Otak manusia merupakan hardware sempurna yang mengendalikan sebagian besar mekanisme pada sistem organ, mental, serta mood. Terdiri dari jutaan bahkan miliaran serabut saraf yang saling terhubung yang disebut neuron. Para pakar mengatakan bahwa semakin banyak koneksi antara neuron otak, maka semakin maksimal kinerja otak anda. Neurotransmitter, suatu senyawa pembawa pesan di otak, akan semakin meningkat ketika otak sering digunakan. Saat anda belajar, koneksi-koneksi otak akan meningkat. Sedangkan saat berfikir atau mengungkapkan emosi, anda meningkatkan neurotransmitter. Baik otak maupun neurotransmitter akan dipengaruhi oleh apa yang anda makan dan minum.

Neurotransmitter, seperti serotonin, menjadi sangat penting peranannya karena memori dan mood dipengaruhi oleh senyawa ini. Serotonin meningkatkan memori anda melalui asam amino dari asupan protein, serta mempengaruhi mood dengan asetilkolin. Salah satu sumber asam amino yang baik diantaranya susu, telur, kacang kedelai, maupun daging. Sedangkan asetilkolin dapat anda peroleh dengan mudah di ikan terutama ikan sarden sebagai sumber kolin. Kolin akan diubah menjadi asetilkolin oleh enzim dan dirangsang oleh vitamin B5. Karena itu asetilkolin, jika dikombinasikan dengan vitamin B5 terbukti efektif meningkatkan performa mental dan memori.

Singkatnya, produksi neurotransmitter di otak tergantung dari makanan dan minuman yang anda konsumsi, secara spesifik vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral yang anda konsumsi tidak hanya mengubah glukosa menjadi energi, tetapi sebagai makanan untuk otak yakni melalui mekanisme pengubahan asam amino dan asetilkolin menjadi neurotransmitter. Karena itu asupan optimal vitamin dan mineral akan sangat baik untuk memori dan mood anda, membuat anda berfikir cepat dan dapat berkonsentrasi dalam waktu yang lama.

Pandangan tentang obesitas

‘‘There is no sincerer love than the love of food.’’

—George Bernard Shaw

obesitas berkaitan erat dengan mental seseorang foto: http://gbi-imra.org

obesitas berkaitan erat dengan mental seseorang

Telah kita ketahui bersama bahwa obesitas merupakan kondisi abnormal tubuh dimana terjadi kelebihan simpanan lemak di jaringan lemak. Menurut O’Rahilly (2009), kondisi tersebut pada dasarnya dihasilkan oleh kelebihan nafsu makan atau penurunan tingkat metabolisme. Seperti halnya sebuah penyakit, seseorang yang menderita obesitas cenderung mendapatkan stigma sosial, maka tidak heran jika ada beberapa orang obes yang tertekan secara psikologis (Bean et al., 2008). Pengembangan jenis-jenis diet saat ini mengarah pada penurunan berat badan hingga mencapai berat badan ideal, sebut saja OCD (Obsessive Cobuzier’s Diet), Food combining, Fad Diet, hingga terbaru yang dikembangkan di Eropa adalah Fast Diet. Jenis-jenis diet tersebut akan dibahas di tulisan selanjutnya, namun perlu kami sampaikan bahwa pada dasarnya diet-diet tersebut cukup efektif bagi orang obes TETAPI hanya bagi mereka yang memiliki keyakinan yang kuat untuk menurunkan berat badannya.

Sebagian besar konsep pengaturan makanan oleh otak Anda tidak terlepas dari 3 kondisi homeostatis dari sistem rasa lapar, rasa kenyang, dan jaringan lemak. Disini peran hormon sangat dominan untuk menjaga ketiga kondisi tersebut dalam keadaan homeostatis, karena jika kondisi tersebut tercapai maka perilaku makan Anda akan normal dan akan mencapai/mempertahankan berat badan ideal. Sebaliknya, jika 3 kondisi tersebut abnormal, maka kemungkinannya Anda akan menjadi kurus atau menjadi gemuk. Hormon-hormon yang berperan diantaranya leptin, ghrelin, dan insulin. Leptin sendiri dikenal sebagai hormon rasa lapar, ghrelin sebagai hormon rasa kenyang, sedangkan insulin berperan dalam sintesis glukogen dari jaringan lemak (adiposa). Hormon leptin, ghrelin, dan insulin ini bekerja di hipotalamus dan sirkuit batang otak merangsang atau menghambat pemberian makanan untuk mempertahankan tingkat yang tepat dari keseimbangan energi (Kenny, 2011). Kegagalan menjalankan fungsi dalam menjaga homeostatis seperti resistensi leptin, ghrelin, dan insulin dapat mengakibatkan kondisi ketidakseimbangan energi dan pada akhirnya obesitas (Campfield, 1995).

Selain ketiga kondisi diatas, terdapat satu kondisi lagi yang menurut kami sangat berpengaruh yaitu kepuasan. Pernahkah Anda merasa tidak bernafsu mencicipi makanan yang terasa hambar, sudah dingin, atau sedikit bau? tentu Anda segera meninggalkan itu. Akan tetapi ketika makanan yang disajikan hangat, lezat, harum, dan rasanya pas dengan lidah Anda, saya rasa Anda baru akan berhenti makan sesaat setelah merasa puas (Volkow and Wise, 2005). Kondisi tersebut bisa jadi sebagai faktor risiko yang menyebabkan lonjakan lemak tubuh Anda. Menurut Kenny (2011), bahwa visualisasi dan bau dari makanan enak sedikit banyak mempengaruhi sinyal-sinyal yang menjaga kondisi homeostatis, dalam artian bahwa rasa ingin puas dari seseorang terhadap makanan enak bisa membuat Anda yang tadinya telah terpenuhi kebutuhan energi nya menjadi ingin makan lagi. Akibatnya energi yang tadi jika tidak digunakan akan tertumpuk di jaringan lemak dan tentu membuat Anda lebih “kelihatan” gemuk. Penelitian yang dilakukan pada tikus, bahwa tikus yang sudah cukup makan ketika mendapatkan sinyal-sinyal makanan enak cenderung untuk mencari makanan tersebut dan ingin mengonsumsinya (Oswald et al., 2010). Temuan dari penelitian menimbulkan asumsi bahwa mungkin beberapa kandungan makronutrien dari makanan lezat dapat merangsang sistem otak dalam menjaga kondisi homeostatis tersebut.

Jika dianalogikan dengan kecanduan narkoba, obat-obatan TERLARANG itu menyebabkan tingginya perilaku konsumtif yaitu melalui mekanisme yang langsung menyerang otak. Tanpa melihat nilai kalori, selama otak merasa “terpuaskan” dengan mengonsumsi obat tersebut maka Anda akan kencanduan. Begitu pula dengan makanan lezat, Konsumsi makanan lezat dapat meningkatkan suasana hati dan mendukung terciptanya kepuasan. Terlepas dari nilai kalori yang dikandungnya, selama Anda belum mencapai kepuasan mengonsumsi makanan tersebut maka Anda akan kecanduan. Melalui penjelasan inilah kami berasumsi bahwasanya obesitas merupakan hasil dari gangguan otak dan gangguan mental, dan menurut Kenny (2011) bahwa gejala ini merupakan efek hedonis makanan enak. Mekaninsme sebenarnya mengapa sampai rasa kepuasan tersebut sangat mempengaruhi sistem homeostatis diatur oleh otak dapat dijelaskan oleh teori tentang “Struktur otak dalam mempridiksi obesitas” (namun hari ini belum berkesempatan untuk membahasnya).

Sumber:

  1. O’Rahilly, S. (2009). Human genetics illuminates the paths to metabolic disease. Nature 462, 307–314.
  2. Bean, M.K., Stewart, K., and Olbrisch, M.E. (2008). Obesity in America: Implications for clinical and health psychologists. J. Clin. Psychol. Med. Settings 15, 214–224.
  3. Kenny P.J. (2011). Reward mechanism in obesity: new insight and future direction. Neuron 69:2.
  4. Campfield, L.A., Smith, F.J., Guisez, Y., Devos, R., and Burn, P. (1995). Recombinant mouse OB protein: evidence for a peripheral signal linking adiposity and central neural networks. Science 269, 546–549.
  5. Volkow, N.D., and Wise, R.A. (2005). How can drug addiction help us understand obesity? Nat. Neurosci. 8, 555–560.
  6. Oswald, K.D., Murdaugh, D.L., King, V.L., and Boggiano, M.M. (2010). Motivation for palatable food despite consequences in an animal model of binge eating. Int. J. Eat. Disord., in press. Published online February 22, 2010. 10.1002/eat.20808.

6 Cara Agar Otak Makin Pintar

Tahukah Anda, Jika kebanyakan orang tidak khawatir dengan kondisi penurunan memori yang mungkin terjadi beberapa tahun ke depan?

6-Cara-Agar-Otak-Makin-Pintar

Menurut penelitian di University of Virginia, gangguan memori bisa muncul sejak usia 20-an. Setelah mengevaluasi lebih dari 2.000 pria dan wanita berusia antara 18-60 tahun selama tujuh tahun, para peneliti menemukan bahwa pada usia 27, kecepatan otak dalam memecahkan teka-teki, dan penalaran mulai menurun.

Namun Anda tidak perlu panik. Otak masih memiliki kemampuan untuk menyimpan memori. Hanya saja pemanggilan memori tersebut sedikit tersendat. Ini menunjukkan bahwa otak harus dijaga kesehatannya agar tetap fokus dan berfungsi optimal.

Berikut 6 langkah sehat yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak agar tetap berfungsi optimal.

Tetap Aktif

Kebugaran fisik dapat meningkatkan ukuran hippocampus (bagian otak yang terhubung dengan ingatan jangka panjang). Lakukan jenis latihan apa pun agar darah Anda mengalir dengan baik. Jogging dan renang bisa menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan fungsi otak Anda.

Lengkapi dengan Omega-3

Gary Small dari iBrain menyebutkan, “Apa yang baik bagi jantung Anda, tentu akan baik untuk otak Anda”. Dia menyarankan agar Anda mengisi diet dengan makanan yang kaya antioksidan seperti buah-buahan berwarna cerah dan sayuran, ditambah asam lemak Omega-3 dari ikan dan minyak zaitun.

Pikirkan dan Visualisasikan

Berlatih dengan isyarat. Jika Anda perlu mengingat beberapa hal baik benda maupun angka cobalah untuk membuat catatan sebagai hafalan untuk memori dalam otak Anda. Catatlah hal-hal detail yang sekiranya sulit untuk Anda ingat.

Jangan Andalkan Gadget

Hampir seluruh penduduk dunia mengandalkan teknologi seperti smartphone, komputer tablet, PC dan lainnya untuk membantu mengingat hari-hari penting . Tetapi jangan lupa untuk sesekali mengingat hal-hal detail yang terkait langsung dengan diri Anda dan keluarga dengan otak Anda. Penggunaan teknologi berlebihan dapat mengakibatkan ketergantungan dan membuat otak menjadi malas berpikir.

Bermain dan Bersantai

Bermain video game tidak akan membuat fungsi otak Anda terganggu, permainan yang penuh teka-teki dapat membantu untuk memperkuat dan melatih otak Anda serta meningkatkan konsentrasi. Anda juga membutuhkan waktu bersantai dan memanjakan diri untuk mengurangi stres sekaligus meningkatkan kemampuan otak Anda.

Tidur Cukup

Tidur dapat membantu mengaktifkan kembali seluruh sel-sel otak, sehingga otak dapat menyerap dan mempelajari sesuatu lebih dalam dan lebih banyak. Peningkatan kemampuan ini secara langsung akan mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang, demikian yang disampaikan Dr Paul Shaw dari Washington University School of Medicine. (dan)

sumber: http://id.she.yahoo.com/6-cara-agar-otak-makin-pintar-084541446.html