Blog Archives

Seputar Vegetarian (2)

Vegetarianism… (www.ciboapp.com)

Melanjutkan tulisan bulan lalu terkait vegetarian, bahwa ternyata vegetarian juga berkaitan dengan masalah defisiensi zat gizi, aging, dan proporsi berat badan ideal.

Vegetarian dan anemia, defisiensi vitamin B12

Sumber zat besi umumnya yang dikonsumsi dalam bentuk heme dan non-heme. Zat besi golongan heme cenderung lebih mudah diserap dibandingkan non-heme. Sumber-sumber zat besi dari pangan hewani mengandung zat besi heme sedangkan nabati mengandung zat besi non-heme. Selain itu zat besi dari golongan no-heme lebih dapat dipengaruhi oleh substansi makanan lain dibandingkan dengan zat besi heme yakni dalam hal penyerapannya. Namun tidak menutup kemungkinan juga penyerapan non-heme dapat ditingkatkan misalnya dengan konsumsi asam askorbat (vit C) sedangkan penyerapannya dapat dihambat oleh adamnya kalsium fosfat, fitat, atau polifenol yang sering kita peroleh di dalam teh dan kopi. Karena sebagian besar vegetarian mengonsumsi produk hewani dengan terbatas bahkan ada yang menghilangkan sama sekali, padahal itu merupakan sumber penting dari besi heme bahkan konsumsi heme sendiri bisa juga meningkatkan penyerapan zat besi non-heme. Akibatnya vegetarian mungkin berada pada risiko tinggi mengalami kekurangan zat besi dibandingkan yang non-vegetarian.

Secara umum, vegetarian yang mengikuti diet seimbang tidak bisa dipastikan berada pada risiko memiliki kekurangan zat besi. The American Dietetic Association menunjukkan bahwa diet vegetarian yang direncanakan dengan baik yang terdiri dari makanan nabati ditambah dengan beberapa susu dan telur memiliki status gizi yang sehat. Namun, vegetarian baru, kelompok etnis seperti imigran India, dan vegetarian Budha terbukti memiliki kadar konsentrasi feritin serum lebih rendah dari pemakan daging. Beberapa studi, menunjukkan bahwa vegetarian memiliki asupan besi mendekati bahkan lebih tinggi daripada omnivora, namun tetap memiliki gangguan status zat besi. Ini terkait pada bioavailabilitas zat besi yang menjadi penentu utama dari kecukupan zat besi dari diet vegetarian. Serat pangan juga menghambat zat besi non-heme karena dapat mengikat zat besi non-heme dan mengurangi bioavailabilitas nya (Davies, 1985).

Penyerapan yang tidak adekuat dari vitamin B12 (kobalamin) menyebabkan anemia. Vitamin B12 banyak terdapat di dalam daging bukan pada buah dan sayur. Supaya dapat diserap, vitamin B12 harus bergabung dengan glikoprotein (suatu protein yang dibuat di lambung), yang kemudian mengangkut vitamin ini ke ilium, menembus dindingnya dan masuk ke dalam aliran darah. Tanpa glikoprotein, vitamin B12 akan tetap berada dalam usus dan dibuang melalui tinja. Berarti faktor protein lagi-lagi menjadi unsur penting terjadinya anemia megaloblastik ini.

Vegetarian dan berat badan proporsional

You are what you eat, sering kita mendengar istilah tersebut terutama untuk menggambarkan kondisi status gizi seseorang. Mungkin bagi orang gemuk digambarkan krn selalu makan daging, org kurus digambarkan krn kekurangan makan, lantas bagaimna dgn orang yang hanya makan sayur-sayuran saja? Seperti sayur? Bagaimana kah berat badan proporsional itu? Bagaimana dengan orang vegetarian itu, apakah bisa tubuhnya proporsional?

Arti dari bb proporsional itu adalah seimbangnya antara berat badan yang dimiliki dengan tinggi badannya. Indikator untuk mengukurnya adalah menggunakan antropometri. IMT yang normal kisaran 18-23 kg/m2 menjadi ukuran berat badan yang proporsional. Hasil penelitian Tonstad et al (2009) menunjukkan bahwa kelompok vegan memiliki rata-rata indeks massa tubuh lebih sedikit dibandingkan yang semi vegan dan bahkan yang non-vegan yakni berturut-turut 23,6; 25,7; dan 28,8 (p<.0001). Ini menunujukkan adanya efek menjaga berat badan melalui pola konsumsi vegan.

Penjelasannya, karena pola konsumsi vegan hanya menempatkan sumber karbohidrat sebagai sumber utama energi setelah protein dan lemak dikesampingkan. Ditambah lagi sayur-sayuran serta buah-buahan yg kaya akan serat dimana serat mempengaruhi asupan karbohidrat. Yakni membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga ada kontrol asupan karbo. Ini menyimpulkan bahwa seorang vegan murni berpotensi asupan energi utamanya juga lebih terkontrol. Dapat dilihat yang semi vegan IMTnya cukup tinggi.

Vegetarian dan umur panjang

Ideologi/klaim dari para vegetarian adalah orang-orang yang mengonsumsi diet vegetarian akan memiliki kesehatan yang lebih baik, dan hidup lebih lama dibandingkan non-vegetarian, karena orang-orang yang mengonsumsi daging, susu, dan produk olahan dairy, telur, serta ikan memiliki risiko kesehatan yang buruk.

Klaim ini bisa diruntuhkan melalui evidance based di berbagai negara misalnya di negara-negara Eropa. Sebagian besar masyarakat sehat di Eropa merupakan penduduk Iceland, Switzerland, Sweden, dan Norway, namun mereka semua mengonsumsi dalam jumlah yang banyak makanan dari hewani. Di negara-negara ini menurut WHO memiliki life expectancy yang sangat tinggi (WHO, dalam database kesehatan eropa thn 2007). Iceland dan Swiss UHHnya 80 thn (lk2) dan 84 thn (pr), sedangkan Swedia dan Norway 79 thn (lk2) dan 83 thn (pr).

Pola makan mereka very high cheese and milk, makan daging merah, daging panggang, daging asap, ikan, produk dairy, susu fermentasi, dan mereka juga tidak melewatkan sayur dan buah dalam makanan mereka. Penelitian di British (2003) pada vegetarian orang Inggris, menunjukkan tingkat mortalitas tidak berbeda secara signifikan dengan non-vegetarian.

Tentunya kita masih bertanya-tanya mengapa diet vegetarian dapat meningkatkan kemungkinan pada umur panjang, jawabannya tidak terlepas karena alasan konsumsi berbagai macam sayuran dan buah-buahan tidak memiliki kandungan lemak jahat dan lemak jenuh seperti pada berbagai makanan lainnya. Jika pun ada lemak yang terkandung, itu merupakan lemak nabati yang tidak akan sebahaya lemak jahat dan lemak jenuh, yang kita juga sama-sama telah mengetahuinya dapat menimbulkan beberapa penyakit berbahaya seperti kolesterol, jantung, obesitas, diabetes, hingga hipertensi. Tapi mengapa di negara-negara eropa yg masih konsumsi daging tapi masih UHH nya tertinggi?

Orang vegan di hipotesiskan memiliki potensi panjang umur karena dalam komposisi makanan mereka mengandung berbagai macam zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan, mencegah penyakit-penyakit kronik, lalu itulah yang dihubungkan dengan panjang umurnya. Hasil penelitian Orlich (2013) menunjukkan secara khusus, bahwa semua kelompok vegetarian memiliki risiko 12 persen lebih rendah proporsi kematian dibandingkan non vegetarian.

Penjelasan sebaliknya yakni negara-negara eropa itu memiliki UHH yang tinggi meskipun konsumsi daging oleh karena adanya faktor lingkungan lain yang mendukung, misalnya udara yang segar, air yang bersih dan bebas polusi sehingga ikan-ikan disana segar dan kaya kandungan zat gizinya, perilaku merokok kurang sehingga radikal bebas dan perkmbangan sel kanker bisa lebih ditekan, dll.

Vegetarian dan awet muda

Vegetarian, jika melihat dari trend sekarang, sudah banyak dilakukan oleh remaja-remaja terutama di negara-negara maju. Dimana mereka menginginkan manfaat vegetarian dari sisi kecantikan awet muda dll. Memang tidak dipungkiri sayuran dan buah-buahan memberikan efek awet muda bagi yang rutin mengonsumsinya. Buah-buahan seperti blueberry, raspberry, cranberry, dan stroberi adalah buah yang kaya akan kandungan antioksidan seperti anthocyanin dan flavonoid. anthocyanin dipercaya mampu melindungi tubuh dari serangan kanker dan diabetes. Bahkan, menurut beberapa penelitian, blueberry bahkan dapat membantu degenerasi saraf lambat atau sebaliknya, meningkatkan memori, membatasi pertumbuhan sel kanker dan mengurangi peradangan. Selain kaya akan antioksidan berry juga mengandung vitamin c yang sangat bagus untuk kesehatan kulit anda.

Selain itu terong yang juga biasa dikonsumsi orang vegetarian mengandung zat fitonutrient yang sangat baik untuk anti aging yakni nasunin. Nasunin membantu meregenerasi sel dan pertumbuhan pembuluh darah dan menghambat perkembangan sel-sel kanker.

Vegetarian dan madu

Pola pikir yang mengembalikan lagi ke ideologi dasar seorang vegan yang memegang prinsip penyayang binatang, mereka juga menolak mengonsumsi madu. Mereka menganggap setiap eksploitasi hewan merupakan pelanggaran terhadap hak-hak yang hewan. Karena madu berasal dari lebah dan lebah adalah hewan, madu merupakan produk hewani apalagi diambil dengan cara eksploitasi hewan sehingga mereka menolak itu. Tapi ini berlaku hanya bagi seorang vegan, tapi untuk jenis vegetarian lainnya, tidak mengapa mengonsumsi madu.

Cook ’em on the right way (www.pomona.edu)

Kesimpulan

Sangat tidak mudah untuk mengevaluasi atau mengaitkan vegetarian dengan beberapa variabel oleh karena non-homogenitas dari vegetarian itu sendiri. Ada yang berdalih karena mereka hanya konsumsi sayur buah sehingga sehat, tapi toh ada jenis-jenis vegetarian lainnya yang masih mengonsumsi makanan lain selain daging. Selain itu risiko terjadinya defisiensi mikronutrient sangat mungkin terjadi meskipun di satu sisi risiko terkena penyakit degeneratif sebagian bisa dicegah oleh karena kontrol IMT mencegah obesitas. Namun yang pasti pola makan sebagai salah satu dari faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi dan status kesehatan seseorang, masih ada faktor lingkungan lainnya yang cukup menentukan juga. Jadi sebenarnya vegetarian sendiri masih terjebak dalam wacana pragmatis vs ideologi.

Fe dan Metabolismenya

Fe merupakan mikroelemen yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia. Fe pada tubuh banyak dijumpai dalam  bentuk Heme, mioglobin, enzim, sitokrom P450.  Fe juga adalah komponen yang sangat dibutuhkan oleh enzim-enzim tertentu pada proses beta oksidasi.

Sebagai penyelamatan Fe, maka Fe yang berlebih dalam tubuh disimpan sebagai Feritin dan Transferin. Feritin dan Transferin merupakan protein yang di simpan dalam hepar, limpa dan sum-sum tulang.  Jika kita berbicara tentang Fe, sebagian besar digunakan untuk pertumbuhan, pengangkutan oksigen dalam darah, serta transfer elektron. Fe-Heme dihasilkan dari jaringan hewan, sedangkan Fe-nonHeme dihasilkan dari jaringan tumbuhan. Sehingga dalam tubuh lebih banyak diabsorpsi Fe-Heme karena sudah terikat dengan protein. Untuk meningkatkan absorpsi Fe yang berasal dari jaringan tumbuhan (Fe-nonHeme) maka perlu konsumsi protein khususnya asam amino Metionin dan Sistein yang mengandung Sulfur (S) dan asam Askorbat (vitamin C).

Alasan mengapa Fe menjadi sekidit sekali di absorpsi dalam tubuh, karena saat kita makan bersamaan dengan makanan yang mengandung asam oksalat, fitat( asam fitin dalam biji-bijian), tanin, serat, pospat (fosfitin dalam kuning telur), pektin dalam buah-buahan  cenderung mengendapkan Fe sehingga sukar larut dan sedikit di absorpsi. Untuk itu untuk mengatasinya dengan konsumsi protein dan setelah selesai makan sebaiknya mengkonsumsi vitamin C yang berfungsi melarutkan Fe sehingga mudah di serap.

METABOLISME Fe DALAM TUBUH

Metabolisme Fe berlangsung di jaringan Hepar. Awalnya Fe dari makanan yang kita makan kemudian masuk melalui Mukosa Intestin. Setelah itu Fe di bawa oleh protein transferin membentuk Fe-transferin menuju ke sitokrom untuk disintesis menjadi enzim-enzim Fe pengangkut,  ke sum-sum tulang sebagai hormon dan pada Hb untuk mengangkut oksigen ke dalam eritrosit  serta ke organel sel Retikulum Endophlasma (RE). Jika Fe yang dikonsumsi masih tersisa atau berlebih, maka akan disimpan sebagai feritin dalam hepar.  Adanya mobilisasi protein Feritin dalam hepar menyebabkan Feri (Fe) dari makanan diubah menjadi Fero (Fe) yang dikatalisis oleh enzim ferireduktase. Hal ini dapat terjadi jika ada seruloplasmin. Fero lebih mudah diserap daripada Feri.  Jika masih ada lagi Fe yang tersisa dari sintesis Feritin,  maka akan dikeluarkan melalui keringat dan kulit, laktasi, dan urin.

Kemudian jika Fe yang dibuat  dalam Eritrosit (hanya berumur 120 Hari), maka setelah 120 hari, Hemoglobin akan pecah membentuk Heme dan mioglobin, kemudian Heme akan pecah menjadi Fe, dan selanjutnya Fe akan masuk kedalam pull menjadi pull-Fe. Sehingga Fe dalam tubuh  bisa bersumber dari heme juga bisa bersumber dari makanan yang kita makan. Full-Fe akan pecah menjadi asam-asam amino, sehingga dalam tubuh ada asam amino yang dapat diproduksi sendiri selain dari makanan yang kita makan yakni Pull-asam amino dan juga Pull-Fe.

Jika tubuh kekurangan protein maka produksi Feritin juga akan terganggu. Sehingga protein bukan sebagai sumber energi karena sangat banyak enzim pada jaringan tubuh yang memerlukannya dalam setiap metabolisme.

Mengapa jika seseorang yang terinfeksi mengalami defisiensi Fe ??,

Karena infeksi akan menyebabkan gen-gen menjadi rusak sehingga Hb tidak dapat berfungsi  dan Pull-Fe (hasil dalam tubuh) tidak optimal. Untuk seseorang seperti ini dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi banyak protein yang membantu penyerapan Fe dari makanan.

Bagaimana jika protein dalam tubuh sudah berlebih ??

Protein yang berlebih tidak dapat disimpan dalam Hepar,  jika protein yang dikonsumsi berlebih maka asam amino akan mengalami glukoneogenesis yang sifatnya glukogenik menghasilkan asam-asam lemak yang sifatnya ketogenik. Sehingga protein dalam tubuh memiliki sifat glukogenik, ketogenik, dan glukoketogenik.

Dampak Negatif Susu Kedelai Yang Tidak Diketahui

dikutip dari artikel ini dengan judul yang sama

Oleh : dr. Indiradewi Hestinignsih

Tahukah Anda? Susu kedelai bermanfaat jika produk kedelai telah terfermentasi. Namun ”tidak” bermanfaat jika produk tersebut adalah non-fermentasi. The Cancer Council of New South Wales, Australia telah memperingatkan penderita kanker untuk menghindari makanan yang berbahan dasar kedelai. Peringatan tersebut dilatarbelakangi oleh karena kedelai non-fermentasi akan mempercepat pertumbuhan kanker.

Produk kedelai terbagi menjadi 2 jenis, yakni produk yang terfermentasi adalah tempe, kecap, miso, natto dan kecambah kedelai. Dilain sisi terdapat produk NON-FERMENTASI seperti misalnya tahu dan susu kedelai, dan lainnya. Pada produk kacang kedelai yang non-fermentasi terdapat kandungan zat yang diyakini membawa dampak buruk dan perlu diperhatikan, diantaranya seperti:

  1. Goitrogen – komponen yang mengganggu fungsi tiroid, dapat menyebabkan hypotiroid dan juga beresiko menyebabkan kanker tiroid. Untuk terjadi kanker, tergantung banyaknya dan usia.
  2. Berdasarkan Soy Online Service, bayi seharusnya tidak mengonsumsi kedelai sama sekali. Bagi orang dewasa, hanya dengan 30 mg isoflavone (termasuk komponen goitrogen) per hari cukup mengganggu fungsi tiroid. Takaran isoflavon yang perlu diwaspadai ini ada pada 5-8 ons susu kedelai.
  3. Asam Phytic – Kedelai mengandung asam Phytic, yaitu asam yang dapat menghalangi penyerapan mineral seperti misalnya zat besi, kalsium, tembaga, dan terutama seng dalam saluran pencernaan.   Seng dibutuhkan untuk perkembangan dan fungsi otak serta sistem syaraf. Juga berperan penting dalam mengendalikan mekanisme kadar gula darah sehingga melindungi dari diabetes serta menjaga kesuburan. Pada proses fermentasi kandungan asam phytic ini jauh berkurang sampai pada level aman untuk segala umur.
  4. Penghambat Trypsin – mengurangi kemampuan untuk mencerna protein. Pemberian produk kedelai yang non-fermentasi pada bayi dan anak secara teratur akan mengganggu pertumbuhannya. Kacang-kacangan lain yang memiliki kandungan penghambat trypsin yang tinggi adalah kacang lima.
  5. Nitrat – bersifat karsinogen (penyebab kanker), terbentuk pada saat pengeringan, dan zat beracun lysinoalanin terbentuk selama proses alkalin. Berbagai macam zat aditif buatan, terutama MSG (zat aditif yang merusak sel syaraf) telah ditambahkan pada produk kedelai untuk menyamarkan “aroma kacang”nya yang kuat dan memberikan rasa mirip daging.
  6. Phytoestrogen – Biasanya dipakai untuk membantu mengurangi efek produksi estrogen yang rendah dalam tubuh, kini ditemukan sebagai faktor penyebab kanker payudara dan leukemia pada anak.
  7. Aluminum – Dari beberapa penelitian telah diketahui adanya hubungan antara keberadaan aluminium dengan penyakit Alzheimer. Tapi tahukah Anda bahwa susu kedelai mengandung aluminium 11 kali (1100 persen) lebih banyak dibandingkan susu formula biasa?!
  8. Mangan – Produk formula kedelai memiliki kandungan mangan berlebih bagi tubuh kita. Mangan dalam tingkat kecil sangat kita butuhkan untuk membantu sel tubuh kita mengumpulkan energi. Tapi jika berlebih, mangan bisa menyebabkan kerusakan otak seperti pada penyakit Parkinson.

Tingkat kandungan mangan di tiap susu bayi berbeda-beda, yaitu:

  • ASI mengandung 4-6 mcg/L.
  • Susu formula bayi biasa (dari sapi) mengandung 30-50 mcg/L.
  • Susu formula kedelai mengandung 200-300 mcg/L.

 9.Terlalu Banyak Omega-6. Produk kedelai non-fermentasi mengandung kandungan Omega-6 yang lebih banyak dibandingkan Omega-3. Ketidakseimbangan rasio antara Omega-3 dengan Omega-6 akan membuat kita rentan terkena penyakit kanker, diabetes, penyakit jantung, arthritis, asma, hiperaktif, dan depresi.

Dampak Bagi Anak Laki-Laki

“Pubertas dini (yang disebabkan oleh produk kedelai) bisa meningkatkan resiko anak laki-laki menderita kanker testicular di saat menjelang dewasa, karena telah terpapar berbagai hormone seks terus menerus,” ujar Marcia Herman-Giddens , peneliti dari University of North Carolina.  Kandungan berlebih isoflavon memiliki sifat feminisasi, yang akan MENGAKIBATKAN UKURAN KELAMIN BAYI LAKI-LAKI JADI LEBIH KECIL DAN KECENDERUNGAN GENETIKA YANG MENGARAH KE HOMOSEKSUALITAS. Beberapa ahli mempersalahkan pengkonsumsian susu formula bayi sebagai salah satu faktor kecenderungan genetika anak laki-laki menjadi seperti perempuan.

Dampak Bagi Anak Perempuan

Produk formula kedelai mengandung tingkat hormon sebanyak 240 kali lebih tinggi dibandingkan ASI. Anak-anak perempuan yang memasuki masa pubertas akan beresiko besar menderita kanker payudara dan juga kista rahim jika mengalami gangguan tiroid karena rutin mengonsumsi produk kedelai non-fermentasi.

Dampak Bagi Wanita Muda

Disamping itu juga didapati bahwa dua gelas susu kedelai sehari dalam satu bulan penuh, mengandung cukup komponen kimiawi yang dapat mengganggu siklus menstruasi wanita. Para wanita yang memakai pil-pil kontrasepsi lebih sering mudah marah-marah seiring adanya gangguan hormonal. Hanya dengan 100 gr dari produk kedelai, mengandung komponen estrogenik yang sama dengan satu pil kontrasepsi.

Dampak Bagi Pria Dewasa

Phytoestrogen kedelai menghambat enzim yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan hormone testoteron (hormone pria). Penelitian terhadap pejantan hewan-hewan juga telah banyak dilakukan, baik dari belalang sampai dengan cheetah. Dari penelitian-penelitian tersebut didapati bahwa kedelai mengakibatkan para pejantan ini kurang percaya diri, kurang agresif, hasrat seksual menurun, dan jumlah sperma pun berkurang. Dampaknya pada manusia terlihat lebih lambat daripada pada hewan. Tapi tetap saja berdampak negatif jika kedelai secara rutin diberikan pada pria.

4 Pilar Gizi Seimbang

4 prinsip gizi seimbang

Secara teknis PUGS memang terasa lebih susah dipahami dibanding slogan 4 sehat 5 sempurna yang lebih dahulu lahir. Banyak orang awam bahkan para praktisi gizi yang “meragukan” kehandalan PUGS sebagai metode memperoleh kesehatan yang optimal, pada akhirnya PUGS seakan kalah bersaing dengan berbagai metode diet yang ada semisal food combining, diet golongan darah diet zona dll.

Agar dapat menggunakan PUGS sebagai pedoman untuk mencapai kondisi gizi yang optimal maka kita harus memahami dan melaksanakan 4 pilar PUGS, 4 pilar tersebut adalah:

1. Makan bervariasi sesuai kebutuhan;
pesan pentingnya adalah makan harus beraneka ragam,Makanlah makanan sumber karbohidrat, setengah dari kebutuhan energi, Batasi konsumsi lemak & minyak sampai seperempat dari kecukupan energi, Biasakan makan pagi,Gunakan garam beryodium, makanlah makanan sumber zat besi, Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya, Hindari minum minuman beralkohol

2. Aktivitas fisik secara teratur dan terukur;
pesan pentingnya Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur dan terukur sesuai kondisi masing-masing.

3. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan;
Pesan pentingnya Minumlah air bersih, aman, dan cukup jumlahnya, Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan, Bacalah label pada makanan yang dikemas.

4. Pertahankan berat badan ideal;
Pesan pentingnya adalah kita harus selalu memonitor berat badan dan pertahankan berat badan dalam keadaan ideal.

Dengan memahami dan melaksanakan Pesan-pesan tersebut dengan baik dan benar maka diharapkan kita akan mampu memperoleh derajat kesehatan yang optimal…Salam Sadar Gizi.