Blog Archives

kurang air bisa menyebabkan kegemukan

sumber: http://www.sangbuahhati.com/2013/04/kurang-asupan-air-ternyata-bisa-memacu.html

KURANG asupan air ternyata bisa memacu obesitas, penurunan daya ingat, kemampuan kognitif, kewaspadaan, menjadi cepat lelah, bahkan bisa memunculkan ketegangan,  dan rasa cemas.

Apa hubungannya asupan air dan obesitas? Kurang air di dalam tubuh ternyata erat kaitannya dengan obesitas. Pasalnya, air berperan besar memperlancar metabolism tubuh. Air berfungsi sebagai bahan bakar untuk proses pembakaran kalori dari makanan yang kita konsumsi. Penelitian menyebutkan, konsumsi air yang cukup berperan menurunkan risiko obesitas hingga 30%. Bukan hanya itu, air juga membantu proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Semakin banyak racun yang tertumpuk, maka semakin sulit berat badan diturunkan. Pencernaan yang tidak lancar juga akan menghambat penyerapan nutrisi. Akibatnya, tubuh akan memberi tanda lapar.

Asupan air juga akan mempengaruhi fungsi hati atau lever yang mengatur pelepasan lemak tubuh. Jika tubuh kekurangan air, maka hati cenderung menimbun lemak. Obesitas hanyalah satu dampak dari kurangnya asupan air ke dalam tubuh. Riset yang sudah dipublikasikan di The Journal of Nutrition menyebutkan, selain mempengaruhi kerja fisik, kekurangan air juga mempengaruhi mood seseorang.

Penelitian terhadap 51 pria dan wanita sehat selama tiga bulan menunjukkan, dehidrasi pada pria menyebabkan penurunan daya ingat dan kewaspadaan. Sementara pada wanita, menyebabkan penurunan kemampuah kognitif,  kelelahan, ketegangan, dan rasa cemas.

Pada anak, dehidrasi ringan kurang lebih ditandai dengan gejala yang sama. Sulit konsentrasi, mood terganggu, cepat lelah, dan berbagai gejala fisik lainnya.  Pada orang dewasa, dehidrasi  juga terbukti meningkatkan tekanan darah dan mengganggu kerja seluruh organ tubuh. Jika tidak segera ditangani, bisa menyebabkan pingsan bahkan kematian.

Kebutuhan Air

Begitu besar peran air di dalam tubuh manusia, tidak mengherankan jika air dalam konsep tumpeng gizi seimbang yang  direkomendasikan pada ahli gizi, mendapat porsi terbesar. Masalahnya, berapa banyak air yang dibutuhkan tubuh? Ahli Gizi dari Jogjakarta Andi Imam Arundhana SGz menjelaskan, air merupakan komponen terbesar di dalam tubuh. Sekitar 80% tubuh manusia mengandung air, 60% pada orang dewasa, dan 50% pada lansia.

Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh. Andi menjelaskan, angka kecukupan yang direkomendasikan adalah 2.200 ml/hari untuk laki-laki dewasa, 2.000 ml/hari untuk wanita dewasa, 1.600 ml untuk anak usia 4-8 tahun dan 1.900-2.000 ml/hari untuk anak usia 9-13 tahun.

Air yang diminum, jelas Andi, tidak mesti air putih. Minuman seperti teh, susu, kopi, dan air yang terkanding dalam buah-buahan juga dihitung sebagai asupan. Hanya saja, air putih yang dianggap terbaik, karena mudah diserap tubuh. “Karena itu, orang yang sering mengonsumsi pil, tablet, obat, dan multivitamin, sangat dianjurkan memperbanyak minum air putih, agar bahan kimia yang terkandung dalam obat/multivitamin dapat ikut larut dan keluar bersama air seni. Jika tidak, maka risiko terkena batu ginjal akan lebih tinggi,” papar Andi. Kekurangan asupan air memang berbahaya. Namun, Andi mengingatkan agar jangan lantas minum air putih berlebihan. Asupan air yang melebihi batas normal pun tidak baik, karena berisiko menyebabkan pembengkakan jantung dan otak.

Nah bunda, yuuk mulai perhatikan asupan air di dalam keluarga. Biasakan juga buah hati minum air putih. Ketika diare dan flu, jangan lupa untuk menambah porsi asupan.

sumber: http://www.sangbuahhati.com/2013/04/kurang-asupan-air-ternyata-bisa-memacu.html

Foto:  parentsforhealth.org

Likopen untuk kesehatan jantung

senyawa likopen

Likopen merupakan antioksidan yang sangat powerful diantara mayoritas antioksidan dari golongan karotenoid. Tidak hanya terbukti mencegah penyakit kardiak pada manusia, tetapi juga bermanfaat untuk mencegah stroke dan penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis. Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rissanen et al. (2001) menunjukkan bahwa kadar konsentrasi likopen dalam plasma darah dan jaringan adipose menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap insiden terjadinya stroke dan penyakit koroner.

Penelitian terbaru melaporkan jika likopen dapat melemahkan aterogeneisis, meskipun penelitian ini baru dilakukan pada kelinci yang diberikan diet tinggi lemak. Aterogenesis merupakan kerusakan-kerusakan pada endotel yang berpotensi besar mengakibatkan melekatnya platelet (plak). Platelet yang melekat kemudian menumpuk dan membentuk trombus yang berakibat terjadinya penyumbatan. Dengan pemberian likopen, akan dapat mencegah terjadinya penumpukan dan pembentukan trombis pada endotel, Suatu penelitian dengan intervensi diet yang melibatkan asupan makanan sumber likopen atau supplementasi likopen menunjukkan potensi penurunan oksidasi LDL (low density lipoprotein), kerusakan oksidatif dari DNA limfosit, dan tekanan darah. Terjadinya oksidasi LDL dipengaruhi oleh nitric oxide dan superoxide. LDL ini sangat mudah mengendap dan teroksidasi dengan senyawa radikal bebas, dan apabila LDL teroksidasi meningkatkan risiko terjadinya iskemik yang mengakibatkan terjadinya penyumbatan bahkan serangan jantung seketika.

Penelitian yang mengukur efek pada biomarker yang kuat untuk kesehatan jantung, seperti fungsi endotel dengan menggunakan jumlah yang tepat dari suplementasi likopen masih sangat jarang. Fungsi endotel dianggap sebagai salah satu biomarker terbaik dari kesehatan pembuluh darah, sehingga disfungsi pada endotel dipandang sebagai jalur penghubung antara faktor risiko koroner dan stress oksidatif. Berdasarkan hasil penelitian randomized double-blind (plasebo-terkontrol) oleh Kim et al (2011) menyimpulkan jika suplementasi likopen memiliki efek menguntungkan pada terhadap biomarker stres oksidatif, sebagaimana dibuktikan oleh penurunan kerusakan DNA oksidatif dan meningkatkan aktivitas SOD (superoxide dismutase) plasma. Subyek diberikan suplemen 15-mg likopen setiap hari selama 8 minggu, hasilnya menunjukkan terjadinya penurunan faktor risiko kardiovaskular lain, misalnya, peningkatan ukuran partikel LDL.

buah-buahan sebagai sumber likopen yang baik
sumber foto: http://kasinobola.com/

Sebagai kesimpulan bahwa konsumsi makanan sumber likopen secara tidak langsung dapat menjaga kesehatan jantung. Berdasarkan penelitian bahwa asupan likopen 15 mg per  hari dapat mencegah terjadinya oksidasi LDL penyebab aterosklerosis, stroke, dan serangan jantung. Likopen secara alami banyak terdapat di buah tomat, jambu biji, anggur, dan beberapa jenis buah lainnya.

Menjaga berat badan ideal dengan terapi teh hijau

teh hijau dengan segala manfaatnya bagi kesehatan

Sebagian besar masyarakat mengonsumsi teh hijau karena rasa dan keyakinan kita bahwa bisa memberikan manfaat kesehatan yang banyak dan hal itu secara ilmiah telah dibuktikan. berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, manfaat teh hijau untuk kesehatan sangatlah banyak terutama yang berkaitan dengan pengaruhnya terhadap penurunan berat badan. Teh hijau mengandung zat antioksidan yang dapat menolak racun yang akan masuk ke tubuh kita. Teh hijau juga mengandung vitamin E dan vitamin C yang bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh, kesehatan kulit, dan kesehatan rambut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (diepvens et al,. 2007) selama 3 bulan menunjukan bahwa konsumsi cathecin teh mampu menginduksi reduksi berat badan dan lemak tubuh serta meningkatkan energy expenditure.

Penelitian experimental yang dilakukan oleh (Hidayati,2011) dengan Randomized Controlled Trial (RCT) dan double blind selama 90 hari menunjukan bahwa ekstrak teh hijau dapat menurunkan berat badan wanita dewasa overweight. Subjek dengan aktivitas berat dan mengkonsumsi ekstrak teh hijau mempunyai kecenderungan mengalami penurunan berat badan 2x lebih besar daripada subjek yang mempunyai aktvitas fisik berat namun tidak mengkonsumsi ekstrak teh hijau.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh (Nagao, 2005) menunjukan bahwa berat badan, BMI, lingkar pinggang, massa lemak tubuh, dan lemak subkutan secara signifikan lebih rendah pada kelompok dengan konsumsi ekstrak teh hijau dibandingkan pada kelompok kontrol. Konsumsi harian teh hijau mengandung cathecin 690 mg selama 12 minggu dapat mengurangi lemak tubuh, yang menunjukkan bahwa konsumsi catechin mungkin berguna dalam pencegahan peningkatan berat badan.

Selain terhadap penurunan berat badan. Terdapat beberapa manfaat teh hijau untuk kesehatan adalah: untuk menjaga kadar kolesterol dalam tubuh agar tetap baik, mencegah kanker dan tekanan darah tinggi, menurunkan resiko stroke dan berbagai penyakit hati (lever), menjaga stamina dan menghilangkan keletihan, sebagai anti radang tenggorokan, mencegah gigi berlubang, dll.

Selain itu, kandungan bioflavonoid dalam teh hijau juga dapat memperkuat sistem pencernaan.Teh hijau juga diketahui memiliki kandungan senyawa epigallocatechin gallate yang diketahui dapat menghambat perkembangan senyawa karsinogenik, sehingga dapat mencegah pembentukan kanker. Untuk mendapatkan manfaat dari zat antioksidan yang terkandung dalam teh hijau secara alami, Anda dapat meminum 2-3 cangkir teh hijau/hari (mengandung 240 hingga 320 mg polifenol).

dikutip dari http://manfaat.org/ dan http://ahligizionlineblogku.wordpress.com/