Blog Archives

Manfaat teh oolong a.k.a wulong tea

Dalam suatu kesempatan, saya membaca artikel mengenai teh oolong ini. Di dalam artikel yang berjudul teh oolong and weight loss tersebut ada hal menarik menurut saya, terutama kaitannya dengan berat badan. Saat ini banyak orang yang tertarik dengan metode penurunan berat badan malalui terapi suatu bahan makanan, misalnya saja dengan konsumsi teh hijau, kacang hitam, kacang kedelai, dll. Teh wulong ini juga dapat dimanfaatkan untuk terapi penurunan berat badan. Terapi penurunan berat badan dengan bahan makanan dianggap lebih mengasyikkan dan tidak berisiko dibandingkan metode lainnya seperti diet ketat, olahraga berat, bahkan operasi pengangkatan lemak. Teh oolong atau wulong berasal dari tumbuhan Camellia Sinesis. Tanaman ini melindungi dirinya dari stressor fotosintesis dengan mengeluarkan bahan kimia yang disebut polifenol (flavonoid), yang berfungsi sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan.

sumber foto: wikipedia

sumber foto: wikipedia

Hampir semua teh sama, misalnya teh oolong ini tidak jauh berbeda dengan teh hijau karena perbedaannya terdapat pada prosesingnya. Teh hijau diperoleh dengan cara pemanasan, untuk menghadang reaksi enzimatik alami (oksidasi) daun. Begitu dikeringkan, daun-daun teh hijau lalu digulung dengan maksud memecah struktur sel di dalamnya. Sementara teh Oolong, setelah daun teh dipetik, ditempatkan dalam kelembapan dan temperatur untuk memungkinkan oksidasi. Namun dibuat kondisi oksidasi hanya setengah jalan, dan daun-daun teh Oolong tidak dibuat pecah sehingga sebagian struktur sel daun masih menyatu.

Pada prinsipnya, mencegah seseorang dari berat badan berlebih ada 2 cara yaitu meningkatkan keluaran energi ataupun mencegah asupan yang berlebihan terutama lemak dan karbohidrat. Teh oolong sebenarnya sudah sangat lama diketahui dan dikonsumsi masyarakat. Masyarakat cina mengonsumsi teh oolong ini untuk menjaga dan mempertahankan berat badan, hal ini berdasarkan penelitian di China tahun 1998. Di Indonesia, popularitas teh oolong masih kalah jauh dengan green tea, sehingga belum banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi jenis teh ini. Kembali pada penelitian yang dilakukan di China, bahwa konsumsi teh oolong selama 6 minggu berturut-turut dapat menurunkan berat badan. Bagaimana mekanisme teh oolong ini dalam menurunkan atau menjaga berat badan Anda?

Di iklan salah satu produk minuman ringan berbahan dasar teh oolong, disebutkan bahwa teh oolong dapat mencegah penyerapan lemak. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan bahwa polifenol dalam teh oolong berfungsi membakar lemak atau mempercepat metabolisme dalam tubuh, memblokade penyerapan lemak dan karbohidrat, menyingkirkan radikal bebas, dan  bisa menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat). Fungsi-fungsi tersebut bermanfaat menjaga berat badan ataupun dalam rangka menurunkan berat badan, cocok juga bagi penderita diabetes. Penelitian-penelitian di Indonesia terkait teh oolong ini masih sangat kurang, sehingga untuk membuktikan kesimpulan tersebut, perlu dilakukan studi sebagai evidence based nya. Namun begitu, segelas teh oolong di sore hari dengan rutin bersama keluarga tidak ada salahnya kan, Minimal jika belum terasa manfaatnya, dapat merasakan kenikmatannya :D.

 Dari berbagai sumber

Sehat dengan secangkir kopi ^_^

Saya seorang penggemar kopi, bisa dikatakan kalau tiada hari yang dilalui tanpa menikmati secangkir kopi, tidak terkecuali saat puasa kopi menjadi minuman penutup sahur yang sangat lezat dan nikmat serta mengundang rasa relax tubuh. Mungkin bagi sebagian besar orang menganggap bahwa kopi tidak lepas dari rokok, insomnia, begadang, malas-malasan, dan gaya hidup tidak sehat lainnya. Padahal hal tersebut tidak semuanya benar, bahkan sama sekali tidak, karena bukan kopi yang identik dengan hal-hal negatif tersebut tetapi sebaliknya orang yang memiliki kebiasaan tersebut secara kebetulan juga merupakan penikmat secangkir kopi. Kopi merupakan minuman yang paling terkenal di dunia, bahkan di Amerika sendiri kopi menempati peringkat satu mengalahkan minuman berkarbonasi, atau yang beralkohol. Di Indonesia minuman ini juga menjadi pilihan nomor satu bagi masyarakat Indonesia, bahkan kopi dari Indonesia banyak di impor ke berbagai negara oleh karena aroma dan rasa kopi Indonesia sangat “mantap”, sebut saja kopi toraja (kalosi), kopi Sumatra, java coffee, kopi luwak, kopi lampung, dan berbagai jenis kopi lainnya.

Dalam suatu kesempatan saya mengunjungi salah satu café yang bagi para penikmat kopi adalah tempat favorit untuk menikmati secangkir kopi. Café tersebut memiliki slogan yang unik yang memaknai kopi seperti apa. Coffee is as…black as the devil, … hot as hell, … pure as angel, and … sweet as love, unik dan bermakna namun sebagai akademis kesehatan khususnya gizi mungkin saya akan menambahkan satu hal lagi yaitu … health as healthy food.

Seperti diketahui bahwa kopi mengandung banyak komponen biologi aktif, seperti kafein dan polifenol. Kandungan kafein cukup banyak dalam secangkir kopi bahkan pada kopi tanpa kafein pun masih memiliki kandungan kafein meskipun dalam jumlah yang sedikit. Kafein memiliki fungsi yang menjadikan tubuh lebih relaks karena meningkatkan fungsi psikomotorik seseorang serta memiliki efek yang dapat menghilangkan rasa lelah. Selain efeknya terhadap fisik tubuh, kafein juga berpengaruh terhadap fisiologis tubuh karena mampu merangsang suatu fungsi kerja hormon yang berperan melancarkan peredaran darah, mengatur metabolisme glukosa terutama pada saat stres, memicu reaksi terhadap tekanan, serta merangsang otak agar lebih sensitif, hormon tersebut adalah epinefrin. Selain karena kafeinnya, polifenol dalam kopi memiliki khasiat sebagai antioksidan yang dapat mencegah kanker prostat, dan berhubungan dengan level hormone seksual.

Jika dikaitkan dengan obesitas, kopi juga memiliki peran dalam mencegah obesitas. Lihat saja sebagian besar penikmat kopi memiliki proporsi tubuh yang tidak gemuk. Namun dari segi ilmiahnya masih sedikit yang meneliti hal tersebut. Ada suatu penelitian yang dilakukan bahwa Mannooligosaccharides (MOS), diekstak dari kopi, dapat menurunkan lemak tubuh ketika dikonsumsi pada waktu luang (tidak melakukan aktivitas), dan ketika sedang menjalani diet sehat. Meskipun begitu masih perlu dilakukan berbagai penelitian untuk melihat hubungan komponen biologi aktif dalam kopi dengan pengaruhnya terhadap perubahan berat badan, karena kaitan secara langsung mungkin saja berkaitan dengan metabolisme glukosa, karena kopi dapat mengatur metabolisme glukosa sehingga tidak akan terjadi penumpukan glikogen dalam tubuh.

Sumber :

  1. Indonesian Coffee Community
  2. Onge MP et al.: A weight-loss diet including coffee-derived mannooligosaccharides (MOS) enhances adipose tissue loss in overweight men but not women. ObesityJ 2012;20(2):343-8. doi: 10.1038/oby.2011.289. Epub 2011 Sep 22.