Blog Archives

Kebiasaan Makan Anak Usia Sekolah (1)

Anak-anak usia 5-12 tahun atau usia sekolah masih belum mengetahui risiko masalah kesehatan, sehingga mereka cenderung belum peduli terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Pemilihan makanan pada anak-anak belum berdasarkan pertimbangan sehat atau tidak sehat, bersih atau tidak bersih, tetapi berdasarkan kesukaan mereka. Anak usia sekolah memerlukan kebutuhan gizi yang maksimal, karena pada usia tersebut proses pertumbuhan dan perkembangan fisik dan otak terjadi sangat cepat. Perlu perhatian penuh terhadap kebiasaan makan anak, kebiasaan konsumsi makanan ringan, kebiasaan makan pagi, dan kebiasaan konsumsi sayur dan buah menjadi masalah kebiasaan makan anak sekolah.

 

Konsumsi makanan ringan

Menonton televisi dan paparan iklan televisi menjadi faktor determinan perilaku jajan dan konsumsi makanan ringan anak usia sekolah. Mereka cepat terpengaruh terhadap bujukan-bujukan yang menarik dari iklan televisi ataupun media promosi disamping rasa dari makanan ringan itu tentunya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Indonesia (2012) bahwa sebagian besar makanan ringan di Indonesia terkategorikan tidak sehat, mungkin saja karena kandungan dari makanan ringan tersebut. Tinggi kalori, tinggi natrium, dan tinggi lemak menghiasi beberapa jenis makanan ringan yang dijual di Indonesia, tetapi justru banyak kita temukan makanan-makanan tersebut dinikmati oleh anak-anak Indonesia. Belum lagi makanan ringan yang mengandung pemanis buatan, pengawet makanan, dan yang belum terdaftar di BPOM, adalah makanan ringan yang perlu diwaspadai karena memberi dampak yang merugikan bagi kesehatan mereka dan patut menjadi kekhawatiran kita bersama.

Menurut laporan nasional (2007) pada kelompok anak-anak usia sekolah, sekitar 63,1% mengonsumsi makanan manis, 24,4% sering mengonsumsi makanan asin, dan 8,6% mengonsumsi makanan yang diawetkan. Hipotesis kami mengatakan bahwa menonton televisi juga telah diidentifikasi sebagai faktor yang berkontribusi untuk masalah masa anak-anak, yang mempengaruhi pemilihan makanan tersebut tidak lain adalah karena kebiasaan menonton televisi yang juga berkaitan dengan pengaruh buruk iklan, termasuk iklan makanan dan minuman tidak sehat. Review sistematis the United States Institute of Medicine menunjukkan bahwa pemilihan makanan makanan dan minuman anak berusia 2-11 tahun dipengaruhi oleh iklan makanan di televisi.

Pilihlah makanan ringan yang sehat bagi anak, rendah lemak dan kalori yang tidak hanya memberikan kenikmatan saat mengonsumsinya tetapi juga zat-zat gizi yang dibutuhkan. Seperti mengganti pizza daging dengan pizza sayuran, es krim dengan yogurt, burger dengan sandwich ayam, lalu hindarkan anak dari snack yang mengandung tinggi natrium seperti “chiki” dan potato chips. Biasakan anak minum susu rendah lemak, mengganti teh dalam kemasan dengan teh manis yang dibuat sendiri (tanpa pemanis buatan), variasi bakso goreng sebagai pengganti sosis dengan pengawet. Cobalah pudding, dan beberapa susu kedelai dapat menyediakan kebutuhan protein, serat, dan sedikit energi akan membuat anak tetap tampil energik dan sehat.

Pilihan saat berbuka puasa

kue tradisional yang dapat menjadi menu kue pilihan saat berbuka

Puasa sangat besar manfaatnya bagi kesehatan manusia, dengan berpuasa seseorang dapat mencegah berbagai macam penyakit yang muncul oleh karena pola makan yang salah. Oleh karena itu orang yang berpuasa harus mengupayakan mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi ketika sahur dan berbuka agar kondisi tubuh dapat tetap bugar dan sehat. Namun terkadang sebagian dari kita justru memiliki pola makan yang salah sewaktu berbuka seperti berbuka dengan makanan yang manis-manis, makan berlebihan sewaktu berbuka, kurang minum air putih, minum minuman dingin yang berkarbonasi, dll yang justru bisa menimbulkan berbagai macam penyakit bagi tubuh. Untuk itu sangat diperlukan memilih makanan-makanan yang baik dan ringan untuk disantap saat berbuka, berikut beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah;

Kurma – kandungan gizi kurma per 100 g; energi 1.180 kJ (280 kcal), karbohidrat 75 g, gula 63 g, serat 8 g, lemak 0,4 g, protein 2,5 g, vitamin C 0,4 mg (1%), dan mangan 0,262 mg. Karena kandungan seratnya yang cukup tinggi, mengandung gula kompleks yang memungkinkan gula darah seseorang naik secara perlahan, serta teksturnya yang lembut membuat kurma sangat cocok untuk mengawali santapan berbuka puasa.

Yogurt – Yogurt cukup baik dikonsumsi sewaktu berbuka puasa, oleh karena kandungannya yang baik untuk pencernaan, selain itu rendah kalori, pemanis, dan pengawet makanan sehingga membuat yogurt ini sehat untuk dikonsumsi pada saat berbuka puasa. Namun untuk sebagian orang yang punya masalah dengan lambung/maag sebaiknya dikombinasikan dengan makanan lain, mungkin dengan buah-buahan.

Air putih – Rasulullah SAW menganjurkan meminum air putih saat berbuka, dalam hadits berliau bersabda berbukalah dengan kurma lembek, jika tidak ada maka dengan kurma kering, namun jika tidak ada maka minumlah air putih. Hal ini karena pada saat berpuasa, tubuh kita tidak mendapatkan asupan cairan selama 14 jam sehingga sangatlah penting untuk memberikan cairan kepada tubuh saat berbuka puasa.

Buah-buahan – buah sama halnya dengan kurma sangat baik untuk menjadi menu berbuka anda, mengandung serat, air, dan kaya vitamin serta antioksidan membuat tubuh anda lebih segar, sehat, dan tentu saja tidak akan menaikkan kadar gula darah anda secara mendadak.

Kue dadar – Di kota Makassar, kue ini sangatlah mudah untuk didapatkan terutama pada bulan puasa. Kue ini seakan-akan menjadi wajib dari kalangan grass root hingga high class. Bahkan di Masjid Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea kue ini sama sekali tidak pernah absen untuk disajikan bagi para musafir yang hendak berbuka puasa di Masjid Ikhtiar ini. Kue ini memang menjadi salah satu jenis kue tradisional yang cukup disenangi masyarakat. Kue ini mengandung 188 kalori tiap 100 gr nya, dan juga mengandung serat dan sedikit lemak.

Pisang ijo, menu khas Makassar

Pisang ijo – kue ini merupakan makanan tradisional dari Makassar, namun tidak sedikit kita temui di beberapa daerah di Indonesia. Dari kandungan gizinya, pisang ijo layak untuk dijadikan pilihan sehat sebagai menu berbuka anda. Pisang mengandung kalori yang cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain, kaya akan kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Selain itu pisang juga mengandung vitamin C, B kompleks, dan B6, serta serotonin. Pisang ijo sangat enak disajikan dengan es, membuat buka puasa lebih segar dan nikmat.

Sumber :

Kompasiana dan berbagi sumber