Blog Archives

#obesanak

1) mmpung lg tdk ada krjaan dan perjalanan k JKT  yg masih jauh jd buat catatan kecil dlu ttg #obesanak
2) jika dahulu, ank gemuk pertanda kemakmuran kluarga #obesanak
3) skrg anggapan itu tdk berlaku lgi, bnyk org kaya anak2 ny buka melebar keaamping tp lebih kearah pertumbuhan tingg #obesanak
4) apa yg brubah? Pasca era globalisasi terjdi fase transisi d masyarakat terutama d kota2 bsar #obesanak
5) transisi itu melibatkan perubahan pola hidup anak, misalnya permainan tradisional kini ditinggalkan #obesanak
6) tergantikan permainan modern spt game online, ps, komputer, dll #obesanak
7) pola jajan, dimana anak2 dgn sangat mudah mmperoleh cemilan “junkfood” krn pertumbuhan minimarket tdk terkendali #obesanak
8) pdhl dulu supermarket hanya sdikit dan trpusat di kota., sedangkan anak desa sulit menjangkaunya #obesanak
9) di kota bsr, sbgian org tua mnghruskan ank brmain d dlm rmh shbis skolah, krn tgginya ksus pnculikan #obesanak
10) akibatnya ank mnghbiskan wktu drmh dgn pola sedentari/berdiam disertai mengemil mknan2 tggi klori natrium #obesanak
11) thn 2010 angka #obesanak Indonesia 11,8%, tjd prtumbuhan 1,2% pertahun. Jk tdk dcegah, 2020 angka itu mncapai >20%
12) apa sih yg jd kekhawatiran jika ank kita gemuk? Toh lbih baik drpd kurus?? *anggapan salah #anakobes
13) anak kurus, slama pertumbuhan tggi badannya normal/tdk stunting maka tdk mnjdi masalah #anakobes
14) sdgkn #anakobes besar risiko pnurunan kualitas hidup,, yi produktivitas, aspek kesehatannya, dan usia harapan hidup.
15) #anakobes otaknya akan mnglami gangguan, sulit bergerak, sleep apnea (sulit nafas) dan brisiko jd obes pd saat remaja dan dewasa
16) jika remaja mnjdi obes, risiko trkena pnyakit kronik diusia muda spt dm, hipertensi, dislipid, dll smakin meningkat #anakobes
17) pemerintah msih fokus menurunkn stunting, pdhl #obesanak sama bahaya dan besar kerugiannya
18) Amerika mengestimasi cost health untuk menghambat obes dan kerugian akibat #anakobes
18) tenyata kerugian akibat #anakobes ini lebih dari 3x biaya untuk mncegah #obesanak yg hanya 14 miliar dollar
19) bgmn di Indonesia? Anggaran itu masih blm ada, mgkn sj krn kerugian akibat #anakobes blm nampak
20) smg #obesanak bs mnjd perhtian bg smua pihak, dmikian slmat mlm… htpp://catatanseorangahligizi.wordpress.com

Susu tinggi kalsium mencegah obesitas pada anak

Susu merupakan makanan yang penting bagi anak, terutama pada masa pertumbuhan dan perkembangannya. Pada awal kehidupannya ASI menjadi sangat penting namun seiring dengan bertambahnya usia, anak membutuhkan tambahan makanan seperti susu. Memasuki masa pertumbuhan, anak sebaiknya meminum susu yang mengandung kalsium. Kalsium tidak hanya berperan dalam pembentukan tulang dan gigi namun juga mampu mencegah anak dari obesitas.  Menurut Institute of Medicine National Academy of Science (2002), kebutuhan kalsium perhari berbeda sesuai kelompok usia. Untuk anak usia 6- 12 bulan membutuhkan asupan kalsium 600 mg/hari dan anak 1-10 tahun 800 mg/hari, dari kebutuhan harian tersebut, 30% dapat dipenuhi dari segelas susu tinggi kalsium.

Dari berbagai studi epidemiologi maupun cross sectional telah menunjukkan hubungan inverse antara konsumsi susu dan olahannya yang mengandung kalsium dengan obesitas. Ternyata asupan tinggi kalsium (Ca) telah terbukti sebagai anti-obesity dan anti-inflammatory. Menurut penelitian Zemel (2004), bahwa makanan dari olahan susu memberikan efek positif dalam menurunkan berat badan pada berbagai program intervensi penurunan berat badan. Beberapa penelitian randomized intervention trials untuk terapi penurunan berat badan menunjukkan bahwa semakin meningkatnya asupan dari produk-produk olahan susu dapat menurunkan berat badan dan menurunkan massa lemak dan lingkar lengan (Zemel, 2004).

Asupan kalsium tinggi akan berakibat menurunnya kalsium intraselluler, penurunan ini akan menghambat asam lemak sintase dan mendorong lipolisis triasil gliserol (TG) menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak ini akan berubah menjadi asam lemak bebas dan dioksidasi sebagai bahan bakar, akibatnya TG di jaringan adiposa menurun sehingga berat badanpun menurun. Jika asupan kalsium kurang serta kalsium dalam tubuh rendah maka enzim asam lemak sintase akan meningkat tinggi menyebabkan asam lemak tidak dioksidasi dan energi diubah menjadi lemak di dalam tubuh, akibatnya akan ada penumpukan lemak dalam tubuh yang bisa menyebabkan obesitas (Zemel, 2004).

Kandungan kalsium yang cukup tinggi (±200 mg) dari segelas susu diyakini memiliki pengaruh terhadap penurunan berat badan. Karena itu pemberian diet susu tinggi kalsium ini bisa menjadi cara yang efektif, karena tidak hanya memberikan tambahan asupan gizi kepada anak tetapi dapat juga mencegah anak menjadi obes. Pencegahan obesitas pada anak sangatlah menjadi penting karena dapat menghindarkan anak-anak terkena penyakit non communicable disease di masa mendatang.