Blog Archives

Bukan lemak yang harus diwaspadai, tapi gula, khususnya fruktosa…

cek label makanan dan minuman yang dibeli, utamanya kadar fruktosanya.

cek label makanan dan minuman yang dibeli, utamanya kadar fruktosanya.
sumber: http://www.wikihow.com

Pernahkan anda ketika berbelanja di supermarket menemui berbagai jenis makanan yang berlabel fat-free atau “bebas lemak”. Sekilas produk itu menarik perhatian bagi mereka yang sedang menjalankan diet, berusaha menurunkan berat badan, atau yang sangat takut menjadi gemuk. Namun ternyata bagi orang yang ingin menurunkan berat badan harus lebih mencemaskan suatu zat dibandingkan lemak itu sendiri yaitu gula.

Diantara molekul gula, terdapat 2 jenis yang paling sering kita konsumsi yaitu glukosa yang tidak terlalu manis dan fruktosa yang sangat manis. Glukosa dan fruktosa sangat berbeda, baik dalam hal fungsi, maupun penyimpanannya/proses metabolismenya.

Glukosa diperlukan untuk proses metabolisme, setiap organisme hidup di planet dapat mencerna, menyerap, dan memetabolisme glukosa karena itu glukosa disebut juga sumber energi dari kehidupan. Jika tubuh kekurangan glukosa, maka sel tubuh membuatnya melalui mekanisme metabolik. Sekitar 80% kabohidrat yang dikonsumsi dalam hal ini glukosa dimetabolis oleh organ-organ vital, dan 20% nya oleh liver. Sebagian besar sumber karbohidrat yang kita makan mengandung glukosa. Glukosa yang dikonsumsi langsung memasuki aliran darah, dan tubuh melepaskan insulin untuk mengaturnya dan mengontrol gula darah. Glukosa yang tidak digunakan sebagai energi akan disimpan setelah sebelumnya diubah menjadi bentuk glikogen melalui proses glikoneogenesis. Glikogen disimpan di otot dan hati. Ketika tubuh memerlukan energi, hati mengubah kembali glikogen menjadi glukosa untuk selanjutnya masuk kedalam membran dan memproduksi energi (siklus kreb).

Fruktosa adalah salah satu jenis monosakarida disamping glukosa dan galaktosa. Fruktosa juga langsung masuk aliran darah ketika dicerna. Apa beda dengan glukosa?

Untuk fruktosa, sejumlah kecil yang dikonsumsi tentu tidak akan menjadi masalah, seperti yang ditemukan pada sebagian besar sayur dan buah. Itu bukanlah hal yang buruk, bahkan sangat membantu untuk mengembalikan kadar glukosa tubuh normal. Namun jika terlalu banyak, akan membahayakan kesehatan.

Fruktosa berbeda glukosa, 100% hanya dapat dimetabolis di liver sehingga jika konsumsi fruktosa ini berlebihan tentu akan membebani liver karena fruktosa memang diproses di hati ketika dikonsumsi. Jika terlalu banyak, maka hati kita tidak cukup cepat memprosesnya untuk digunakan sebagai gula, akibatnya mulailah terbentuk lemak dari fruktosa yang selanjutnya akan diteruskan di aliran darah dalam bentuk trigliserida. Bahayanya, terlalu banyak trigliserida meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah, fruktosa menghalangi sistem sinyal nafsu makan, dan bisa menyebabkan resistensi insulin. Inilah yang menjelaskan keterkaitan antara fruktosa dengan kenaikan berat badan dan diabetes meliitus. Fruktosa sedikit mirip dengan alkohol, dapat menjadi racun pada liver. Alkohol memetabolisme lemak, begitu juga dengan fruktosa namun terjadi dalam waktu lama.

restoran cepat saji banyak menyediakan minuman sumber fruktosa sumber: http://www.wikihow.com

restoran cepat saji banyak menyediakan minuman sumber fruktosa
sumber: http://www.wikihow.com

Didukung oleh sebuah penelitian, terhadap tikus yang diberikan glukosa dan dibandingkan dengan tikus dengan kadar fruktosa yang sama. Hasilnya sekitar 86% terjadi peningkatan kadar trigliserida pada tikus yang diberikan fruktosa, sedangkan yang diberikan glukosa tidak memnunjukkan kenaikan yang signifikan.

Jika dilihat penyakit-penyakit yang mungkin timbul akibat paparan alkohol, seperti dislipidemia, tekanan darah tinggi, obesity, disfungsi hati, dan efek adiksi. Penyakit yang mungkin muncul akibat paparan fruktosa seperti tekanan darah tinggi, dislipidemia, obesity, dan kebiasaan (meskipun bukan karena efek adiksi). Fruktosa dan alkohol secara alami menyediakan energi. Jika dalam keadaan yang sangat lapar, misalnya sehabis lari marathon, fruktosa dan alkohol (di negara-negara barat) dapat melakukan re-build energi sehingga tubuh menjadi kembali bertenaga. Tetapi jika tidak sedang dalam keadaan lapar, tidak sedang lari marathon, tidak melakukan aktivitas fisik berat lalu mengonsumsi fruktosa dan alkohol, akan dirubah menjadi liver fat dan kadang bersifat racun.

Sumber yang paling banyak mengandung fruktosa adalah soft drink, sirup, dan minuman rasa buah-yang kadang kita menganggapnya sehat, beberapa sayur dan buah. Hindari soft drink, es teh kemasan, dan sebagian besar minuman manis yang mengandung tinggi fruktosa. Ganti gula anda dengan madu karena madu memiliki rasio perbandingan yang sama antara glukosa dan fruktosa.

Sumber:

Prof Lustig youtube video (The Skinny obesity: about sugar)

Kaumi T et al., VLDL triglyceride kinetics in Wistar fatty rats, an animal model of NIDDM: effects of dietary fructose alone or in combination with pioglitazone. 1996.

Advertisements

Gizi geriatric

Kebutuhan gizi pada orang lanjut usia perlu mendapat perhatian, mengapa tidak, karena kebutuhan gizi pada masa ini berubah drastis dibandingkan kebutuhan gizi pada orang dewasa. Terjadi perubahan pada fungsi fisiologis tubuh dan sistem metaboliknya sehingga mempengaruhi banyak hal termasuk kebutuhan gizi yang menunjang status gizi. Semua kebutuhan zat-zat gizi mestinya diperhatikan, namun yang paling dominan adalah zat-zat gizi makro, disamping vitamin, dan beberapa mineral utama.

Protein

Pada usia muda, total otot manusia mencapai 30-35% dari berat badan, bahkan untuk beberapa orang (terutama yang menyukai olahraga mencapai 45%). Jumlah ini kemudian turun menjadi <27% ketika usia lanjut. Tidak lain disebabkan karena terjadi perubahan signifikan jalur metabolisme dan kebutuhan tubuh akan protein. Untuk orang dewasa usia >50 tahun biasanya kebutuhan proteinnya hanya 0,8 gr/kg berat badan, tetapi ada juga yang merekomendasikan hingga 1,2 gr/kg bb. Sangat dianjurkan sumber protein untuk orang lanjut usia berasal dari protein yang berkualitas tinggi. Sumber terbaik adalah ikan, dan daging (hindari bagian lemak), dan pengolahan yang baik adalah dengan cara direbus atau dikukus. Ketika makanan direbus/dikukus, akan memecah kompleks potein menjadi yang lebih sederhana sehingga memudahkan untuk dicerna oleh sistem pencernaan, khususnya pada orang lanjut usia. Ketika makanan digoreng atau dibakar, protein menjadi sulit dicerna, akibatnya membebani sistem pencernaan.

Fungsi dari protein sangat banyak tapi yang terpenting adalah proses regenerasi sel, karena pada fase ini tidak seperti ketika usia muda dulu, sel-sel sangat rentan rusak, karena itu protein membantu memelihara regenerasi sel.

Karbohidrat

Anjuran kebutuhan karbohidrat pada masa ini berkisar 45-60% dari total energi, dan sebaiknya karbohidrat kompleks (misalnya pati, dll). Ada penelitian yang menganjurkan 130 gr/hari untuk pasien usia >70 tahun, dengan asumsi konsumsi soft drink, gula, dan makanan yang mengandung pemanis dan pengawet sudah tidak dimasukkan dalam menu makanan responden/pasien. Selain itu pilihan makanan yang berindeks glikemik rendah harus diutamakan, misalnya makanan beras merah, gandum, roti putih, getuk, dan buah-buah kaya serat. Jadi jenis (indeks glikemik rendah) dan jumlah (tidak lebih dari 60%) patut diperhatikan oleh orang lanjut usia, agar supaya kadar glukosa darah dalam tubuh dapat lebih terjaga. Makanan dengan indeks glikemik rendah cenderung untuk memberikan rasa kenyang lebih lama, hal ini baik bagi orang lanjut usia. Karbohidrat sebagai sumber energi utama bagi tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi dasar organ tubuh, dan untuk melakukan aktivitas fisik.

 

Lemak

Banyak orang mengatakan jika sudah tua sebaiknya tidak usah makan-makanan yang berlemak, padahal pada usia tersebut tidak ada masalah untuk mencerna lemak yang dikonsumsi. Lemak juga dibutuhkan bagi orang usia lanjut, misalnya untuk memberikan energi jangka panjang, memberikan rasa kenyang yang lama, membantu “aktivasi” hormon-hormon, melindungi sel-sel tubuh, mengangkut vitamin larut lemak ke seluruh tubuh, dan menjaga suhu tubuh. Lemak baru agak “berbahaya” jika memang orang tersebut memiliki faktor risiko yang bisa menyebabkan munculnya penyakit-penyakit. Misalnya diusia lanjut tapi obesitas sentral atau obesitas berat, ada riwayat aterosklerosis, atau penyakit jantung, dll.

Rekomendasi kebutuhan lemak sekitar 25% dari total kebutuhan energi, kemudian konsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 10% serta total kolesterol <200 mg/hari. Sumber lemak jenuh misalnya yang bersantan, daging babi, susu tinggi lemak, minyak kelapa, dll sedangkan sumber kolesterol selain makanan tersebut juga jeroan, otak, telur, mentega, dll.

Prediktor yang cukup baik menggambarkan status gizi akibat perilaku beberapa bulan lalu adalah kadar albumin. Normalnya kadar albumin berikisar antara 4-5,2gr/dl.  Jika kurang dari itu, maka orang tersebut bisa juga dikatakan urang gizi. Metode ini termasuk metode pengukuran laboratorium untuk status gizi. Kembali ke permasalah status gizi orang lanjut usia, dimana banyak diantara orang-orang lanjut usia yang dirawat dirumah sakit dan kekurangan gizi memiliki kadar albumin yang rendah, sangat kurus, pucat, ataupun berat menopang tubuhnya sendiri. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kondisi ini diantaranya: 1) Hilangnya nafsu makan akibat kemampuan indra perasa dan penciuman telah berkurang; 2) Masalah pada sistem pencernaan yang telah berlangsung cukup lama; dan 3) kehilangan lemak tubuh akibat porses penuaan.

Treatmentnya harus memerhatikan aspek-aspek pemenuhan gizi makro (karbohidrat, lemak, dan protein), disamping itu kebutuhan akan serat, vitamin, dan mineral-mineral utama (kalsium, magnesium, fosfor, zink dll) harus terpenuhi juga. Terutama zink, dimana mineral ini akan mempercepat penyembuhan orang lanjut usia, lalu vitamin yang melakukan perawatan dan memelihara kondisi tubuh ketika sehat.

Sumber:

Handbook of nutrition in aged (Ronald Rosswatson, 2009), dan beberapa supplemen materi.

Manfaat teh oolong a.k.a wulong tea

Dalam suatu kesempatan, saya membaca artikel mengenai teh oolong ini. Di dalam artikel yang berjudul teh oolong and weight loss tersebut ada hal menarik menurut saya, terutama kaitannya dengan berat badan. Saat ini banyak orang yang tertarik dengan metode penurunan berat badan malalui terapi suatu bahan makanan, misalnya saja dengan konsumsi teh hijau, kacang hitam, kacang kedelai, dll. Teh wulong ini juga dapat dimanfaatkan untuk terapi penurunan berat badan. Terapi penurunan berat badan dengan bahan makanan dianggap lebih mengasyikkan dan tidak berisiko dibandingkan metode lainnya seperti diet ketat, olahraga berat, bahkan operasi pengangkatan lemak. Teh oolong atau wulong berasal dari tumbuhan Camellia Sinesis. Tanaman ini melindungi dirinya dari stressor fotosintesis dengan mengeluarkan bahan kimia yang disebut polifenol (flavonoid), yang berfungsi sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan.

sumber foto: wikipedia

sumber foto: wikipedia

Hampir semua teh sama, misalnya teh oolong ini tidak jauh berbeda dengan teh hijau karena perbedaannya terdapat pada prosesingnya. Teh hijau diperoleh dengan cara pemanasan, untuk menghadang reaksi enzimatik alami (oksidasi) daun. Begitu dikeringkan, daun-daun teh hijau lalu digulung dengan maksud memecah struktur sel di dalamnya. Sementara teh Oolong, setelah daun teh dipetik, ditempatkan dalam kelembapan dan temperatur untuk memungkinkan oksidasi. Namun dibuat kondisi oksidasi hanya setengah jalan, dan daun-daun teh Oolong tidak dibuat pecah sehingga sebagian struktur sel daun masih menyatu.

Pada prinsipnya, mencegah seseorang dari berat badan berlebih ada 2 cara yaitu meningkatkan keluaran energi ataupun mencegah asupan yang berlebihan terutama lemak dan karbohidrat. Teh oolong sebenarnya sudah sangat lama diketahui dan dikonsumsi masyarakat. Masyarakat cina mengonsumsi teh oolong ini untuk menjaga dan mempertahankan berat badan, hal ini berdasarkan penelitian di China tahun 1998. Di Indonesia, popularitas teh oolong masih kalah jauh dengan green tea, sehingga belum banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsi jenis teh ini. Kembali pada penelitian yang dilakukan di China, bahwa konsumsi teh oolong selama 6 minggu berturut-turut dapat menurunkan berat badan. Bagaimana mekanisme teh oolong ini dalam menurunkan atau menjaga berat badan Anda?

Di iklan salah satu produk minuman ringan berbahan dasar teh oolong, disebutkan bahwa teh oolong dapat mencegah penyerapan lemak. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan bahwa polifenol dalam teh oolong berfungsi membakar lemak atau mempercepat metabolisme dalam tubuh, memblokade penyerapan lemak dan karbohidrat, menyingkirkan radikal bebas, dan  bisa menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat). Fungsi-fungsi tersebut bermanfaat menjaga berat badan ataupun dalam rangka menurunkan berat badan, cocok juga bagi penderita diabetes. Penelitian-penelitian di Indonesia terkait teh oolong ini masih sangat kurang, sehingga untuk membuktikan kesimpulan tersebut, perlu dilakukan studi sebagai evidence based nya. Namun begitu, segelas teh oolong di sore hari dengan rutin bersama keluarga tidak ada salahnya kan, Minimal jika belum terasa manfaatnya, dapat merasakan kenikmatannya :D.

 Dari berbagai sumber

Kenali penyakit jantung

sayangi jantung anda

sayangi jantung anda

Masalah yang paling berisiko dan berpotensi mengancam jiwa penderita penyakit jantung adalah masalah pada arteri. Misalnya masalah penimbunan dinding arteri oleh plak yang akan menyebabkan aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah. Jika aterosklerosis terjadi akan dapat menghalangi jalur arteri dan tentunya hal itu akan menghambat aliran darah. Aliran darah yang terhambat akan menyebabkan bagian jantung tersebut akan rusak dan tidak berfungsi secara tiba-tiba karena kurangnya oksigen, masalah itu disebut dengan infark miokardial atau serangan jantung. Biasanya sebelum hal itu terjadi, penderita mengalami tanda-tanda akibat suplai oksigen ke jantung terhalangi, seperti rasa nyeri seperti terbakar pada dada. Jika sumbatan tersebut terjadi di otak, sel otak akan rusak lalu mati dan tidak berfungsi, kondisi inilah yang disebut dengan stroke. Jika perifer arteri terhalangi, maka akan menyebabkan sirkulasi yang buruk. Arteri di otak sebenarnya sangat rapuh, saking rapuhnya biasanya stroke diakibatkan  bukan karena penyumbatan tetapi karena pembuluh darah arteri yang pecah. Begitu juga blokade yang biasanya terjadi di bagian tubuh lain seperti tangan dan kaki yang menimbulkan rasa sakit oleh karena terjadi thrombosis (pembekuan darah).

waspadai penyakit jantung, rutinlah memeriksa kesehatan jantung anda

waspadai penyakit jantung, rutinlah memeriksa kesehatan jantung anda

Faktor utama yang bertanggung jawab atas penyakit jantung adalah aterosklerosis dan penggumpalan darah. Faktor lain yang juga menyebabkan penyakit jantung selain 2 faktor utama tersebut adalah ateriosklerosis. Arteriosklerosis atau pengerasan arteri adalah suatu proses dimana serabut otot dan lapisan endotel arteri kecil dan arteriola penebalan. Karena pada dasarnya arteri bersifat elastis, namun seiring dengan bertambahnya usia, elastisitas tersebut berkurang baik ada maupun tidak adanya aterosklerosis. Kurangnya asupan vitamin C dicurigai sebagai faktor yang mempercepat berkurangnya elastisitas arteri. Vitamin C berfungsi untuk membentuk kolagen yang merupakan senyawa yang menjaga kelenturan arteri. Aterosklerosis, ateriosklerosis, dan penggumapalan darah dapat menyebabkan naiknya tekanan darah, risiko thrombosis, angina, serangan jantung, dan stroke. Sedangkan menurut sejarahnya, pada tahun 1913 seorang ilmuwan Rusia (Dr. Anitschkou) berhasil menemukan bahwa kolesterol menyebabkan penyakit jantung. Sehingga sejak saat itu banyak dokter (general practitioner) banyak merekomendasikan diet rendah kolesterol bagi mereka yang mempunyai masalah dengan jantung. Meskipun demikian dari beberapa penelitian lainnya bahwa penyakit jantung tidak sepenuhnya disebabkan oleh kolesterol.

Pengganti susu sapi

susuKarena mengonsumsi susu sapi dikhawatirkan akan membuat gemuk, orang lantas memilih susu kedelai. Tetapi, dapatkah susu kedelai menggantikan zat gizi dari susu sapi itu sendiri?

Pada dasarnya, susu merupakan cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar susu dari sapi betina sebagai makanan untuk anak-anak sapi (hal yang sama juga berlaku pada kita). Namun, susu juga bisa menggambarkan cairan menyerupai susu yang berasal dari tanaman, seperti kelapa atau biji kedelai. Susu yang diproses dari tumbuhan pun sudah lama dikonsumsi, bahkan sudah diberi berbagai macam aroma seperti green tea, cappuccino, dan lain sebagainya. Namun, coba kita cari tahu bagaimana kandungan zat gizi susu kedelai.

Kalsium: Susu sapi mengandung protein, dan kalsium yang bermanfaat untuk membangun tulang yang kuat. Segelas susu sapi saja sudah memberikan 30 persen dari kebutuhan kalsium harian, dan 8 gram protein. Kalsium ini secara alami diproduksi dalam susu hewani, namun harus ditambahkan pada produk pengganti susu selama pemrosesannya untuk meningkatkan nilai gizinya. Oleh karena itu, kebanyakan produk pengganti susu memiliki kandungan kalsium yang sama (bahkan bisa lebih) daripada susu sapi. Sehingga, susu kedelai, santan, susu almon, susu biji matahari, bisa memberikan 45 persen dari kebutuhan kalsium harian. Namun yang perlu diingat, kalsium tersebut hanya merupakan tambahan, bukan diproduksi secara alami.

Protein: Seperti telah disebutkan tadi, secangkir susu sapi mengandung 8 gram protein. Sedangkan santan, biji bunga matahari, dan susu almon, hanya mengandung 1 gram protein per porsi. Yang paling mendekati kandungan protein pada susu sapi adalah susu kedelai, dengan 6 gram protein kedelai yang menyehatkan jantung dalam satu cangkir.

Vitamin dan zat gizi lain: Susu sapi dan susu dari tumbuh-tumbuhan memiliki perbedaan kandungan zat gizi, namun masing-masing sebenarnya memiliki keuntungan sendiri-sendiri. Susu sapi merupakan sumber vitamin dan mineral seperti kalium, fosfor, dan vitamin D. Secangkir susu almon atau biji bunga matahari memberikan separuh dari kebutuhan harian akan vitamin E, antioksidan yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Susu biji bunga matahari juga menyediakan 60 persen dari kebutuhan harian akan fosfor.

Adapun susu kedelai mengandung isoflavon, tipe estrogen yang mengurangi efek estrogen pada tubuh Anda sendiri. Jika Anda memiliki riwayat keluarga yang mengidap kanker payudara, sebaiknya Anda berkonsultasi lebih dulu pada dokter sebelum mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kedelai. Kaum perempuan yang memiliki risiko lebih besar terhadap penyakit ini, sebaiknya membatasi paparan estrogen dalam berbagai bentuk. Begitu pula dengan perempuan yang sedang berusaha hamil, sedang hamil, atau menyusui, perlu memastikan keamanannya pada dokter.

Lemak: Kecuali santan, pengganti susu dari tumbuh-tumbuhan yang lain, atau susu sapi rendah lemak, memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah dan tidak mengandung kolesterol. Produk pengganti susu ini juga bebas laktosa, yang bisa menjadi pilihan bagi konsumen yang mengidap alergi susu sapi atau intoleransi laktosa.

Sumber: Kompas.com