Blog Archives

Kopi Gajah Geser Kopi Luwak sebagai Kopi Termahal

dikutip dari http://www.maccashare.com/kopi-gajah-geser-kopi-luwak-sebagai-kopi-termahal/

Kopi luwak pernah disebut sebagai kopi termahal di dunia. Per pound (satu pound sama dengan 0,45 kg), kopi luwak dihargai sekitar 100 dollar AS-600 dollar AS. Namun, kepopuleran kopi luwak kini mulai tergeser oleh kehadiran kopi jenis lain di pasaran. Sebut saja namanya “kopi gajah”, meskipun kopi ini punya nama komersial Black Ivory Coffee. Kopi gajah ini dihasilkan melalui proses yang sama dengan kopi luwak. Gajah-gajah yang hidup di Golden Triangle Asian Elephant Foundation, sebuah program konservasi gajah di Thailand, diberi makan biji kopi. Setelah biji kopi itu dicerna dan dikeluarkan melalui kotoran gajah, para petani “memanen” kopi tersebut. Setelah itu kopi dibersihkan, dan diproses menjadi kopi giling. Katanya sih, kopi gajah ini memiliki aroma yang tak kalah dahsyat dibanding kopi luwak. Aromanya campuran antara wangi bunga dan cokelat. Citarasanya bak tingkatan dalam parfum, mengandung beberapa tahap. Diawali dengan rasa cokelat susu, kacang, lalu tanah dengan semburat rasa rempah dan redberry.

Kopi gajah penyaing kopi luwak

Cita rasa kopi gajah ini ada kaitannya dengan proses pencernaannya di perut gajah. Selama dicerna, enzim dari gajah akan memecah protein kopi tersebut. Nah, karena protein merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan tingkat kepahitan pada kopi, makin sedikit proteinnya, semakin memudar tingkat kepahitannya. Bagaimana soal harganya? Apakah kopi gajah ini juga lebih hebat daripada kopi luwak? Anda pasti langsung shock jika memasuki kedai kopi di sana. Biji kopi gajah ini dihargai 1.100 dollar AS per kilogram. Dengan harga tersebut, biji kopi gajah ini resmi jadi kopi termahal di dunia saat ini. Namun, per cangkirnya diperkirakan akan dihargai 50 dollar AS. Black Ivory Coffee merupakan kopi olahan istimewa dari Anantara Hotel, Resorts and Spa di Thailand. Menurut ABC News, 8 persen dari hasil penjualan kopi ini akan disumbangkan untuk program konservasi gajah tersebut. Selain di Anantara Resorts, kopi ini juga tersedia di wilayah Golden Triangle, dan di empat resor di Maladewa. Harganya pun pantas saja mahal. Soalnya, persediaan kopi ini sekarang hanya 50 kg. Kopi luwak dan kopi gajah bukan satu-satunya minuman yang dihasilkan dari kotoran binatang.

Ini contoh-contoh lainnya:

* Biji kopi yang dihasilkan dari kotoran rusa.

* Beberapa jenis kelelawar juga menghasilkan kopi yang lezat.

* Seorang pengusaha China mengumumkan bahwa ia berencana menjual teh hijau organik yang dihasilkan dari kotoran panda, dengan harga 200 dollar AS secangkir

Sehat dengan secangkir kopi ^_^

Saya seorang penggemar kopi, bisa dikatakan kalau tiada hari yang dilalui tanpa menikmati secangkir kopi, tidak terkecuali saat puasa kopi menjadi minuman penutup sahur yang sangat lezat dan nikmat serta mengundang rasa relax tubuh. Mungkin bagi sebagian besar orang menganggap bahwa kopi tidak lepas dari rokok, insomnia, begadang, malas-malasan, dan gaya hidup tidak sehat lainnya. Padahal hal tersebut tidak semuanya benar, bahkan sama sekali tidak, karena bukan kopi yang identik dengan hal-hal negatif tersebut tetapi sebaliknya orang yang memiliki kebiasaan tersebut secara kebetulan juga merupakan penikmat secangkir kopi. Kopi merupakan minuman yang paling terkenal di dunia, bahkan di Amerika sendiri kopi menempati peringkat satu mengalahkan minuman berkarbonasi, atau yang beralkohol. Di Indonesia minuman ini juga menjadi pilihan nomor satu bagi masyarakat Indonesia, bahkan kopi dari Indonesia banyak di impor ke berbagai negara oleh karena aroma dan rasa kopi Indonesia sangat “mantap”, sebut saja kopi toraja (kalosi), kopi Sumatra, java coffee, kopi luwak, kopi lampung, dan berbagai jenis kopi lainnya.

Dalam suatu kesempatan saya mengunjungi salah satu café yang bagi para penikmat kopi adalah tempat favorit untuk menikmati secangkir kopi. Café tersebut memiliki slogan yang unik yang memaknai kopi seperti apa. Coffee is as…black as the devil, … hot as hell, … pure as angel, and … sweet as love, unik dan bermakna namun sebagai akademis kesehatan khususnya gizi mungkin saya akan menambahkan satu hal lagi yaitu … health as healthy food.

Seperti diketahui bahwa kopi mengandung banyak komponen biologi aktif, seperti kafein dan polifenol. Kandungan kafein cukup banyak dalam secangkir kopi bahkan pada kopi tanpa kafein pun masih memiliki kandungan kafein meskipun dalam jumlah yang sedikit. Kafein memiliki fungsi yang menjadikan tubuh lebih relaks karena meningkatkan fungsi psikomotorik seseorang serta memiliki efek yang dapat menghilangkan rasa lelah. Selain efeknya terhadap fisik tubuh, kafein juga berpengaruh terhadap fisiologis tubuh karena mampu merangsang suatu fungsi kerja hormon yang berperan melancarkan peredaran darah, mengatur metabolisme glukosa terutama pada saat stres, memicu reaksi terhadap tekanan, serta merangsang otak agar lebih sensitif, hormon tersebut adalah epinefrin. Selain karena kafeinnya, polifenol dalam kopi memiliki khasiat sebagai antioksidan yang dapat mencegah kanker prostat, dan berhubungan dengan level hormone seksual.

Jika dikaitkan dengan obesitas, kopi juga memiliki peran dalam mencegah obesitas. Lihat saja sebagian besar penikmat kopi memiliki proporsi tubuh yang tidak gemuk. Namun dari segi ilmiahnya masih sedikit yang meneliti hal tersebut. Ada suatu penelitian yang dilakukan bahwa Mannooligosaccharides (MOS), diekstak dari kopi, dapat menurunkan lemak tubuh ketika dikonsumsi pada waktu luang (tidak melakukan aktivitas), dan ketika sedang menjalani diet sehat. Meskipun begitu masih perlu dilakukan berbagai penelitian untuk melihat hubungan komponen biologi aktif dalam kopi dengan pengaruhnya terhadap perubahan berat badan, karena kaitan secara langsung mungkin saja berkaitan dengan metabolisme glukosa, karena kopi dapat mengatur metabolisme glukosa sehingga tidak akan terjadi penumpukan glikogen dalam tubuh.

Sumber :

  1. Indonesian Coffee Community
  2. Onge MP et al.: A weight-loss diet including coffee-derived mannooligosaccharides (MOS) enhances adipose tissue loss in overweight men but not women. ObesityJ 2012;20(2):343-8. doi: 10.1038/oby.2011.289. Epub 2011 Sep 22.