Blog Archives

Minimarket dan Obesitas

imbangi belanja junk food dengan buah dan sayur di mini market (sumber: http://fishtrain.com)

imbangi belanja junk food dengan buah dan sayur di mini market (sumber: http://fishtrain.com)

Pada tingkat pemahaman dasar, bahwa obesitas merupakan masalah yang timbul akibat ketidakseimbangan energi yaitu energi yang masuk lebih banyak dibandingkan dengan energi yang keluar.  Pada semua tingkat usia, prevalensi obesitas meningkat dari tahun ke tahun dan menunjukkan angka yang cukup tinggi dan penyebarannya merata, karena itu masalah ini disebut sebagai masalah epidemik kesehatan masyarakat. Sebenarnya banyak faktor penyebab obesitas, atau jika dijabarkan lebih dalam lagi, banyak faktor penyebab ketidakseimbangan energi tersebut. Salah satu faktor determinan adalah lingkungan-lingkungan yang menyebabkan obesitas disebut obesogenic enviroment.

Obesogenic environment diantaranya adalah ketersediaan berbagai teknologi, keberadaan restoran cepat saji, tumbuhnya mini market, serta semakin banyaknya kendaraan. Sarana dan prasarana tersebut berhasil mengubah pola-pola hidup masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang. Menyebabkan rendahnya aktivitas fisik, meningkatnya perilaku sedentary dan konsumsi fast food, serta memudahkan akses terhadap junk food. Beberapa penelitian telah menjelaskan keterkaitan antara media teknologi, kepemilikan kendaraan, serta keberadaan restoran cepat saji dengan perilaku gizi yang salah serta peningkatan indeks massa tubuh. Namun penelitian terkait pengaruh keberadaan mini market yang akhir-akhir ini kian berkembang terutama di Indonesia masih sangat kurang.

Studi sebelumnya menyimpulkan kaitan positif antara keberadaan makanan bergizi dalam supermarket dengan makanan yang di konsumsi oleh masyarakat disekitar supermarket. Karakteristik dari supermarket mungkin saja berkaitan dengan asupan makanan dan obesitas. Sebagian besar masyarakat masih memilih supermarket sebagai tempat belanja makanan dan bahan makanan, karena itu melalui supermarket pula potensi untuk mencegah obesitas dapat dilakukan. Karakteristik dari supermarket cukup menentukan asupan makanan masyarakat sekitarnya karena terkait penyediaan bahan-bahan makanan di supermarket tersebut. Misalnya saja ketika supermarket tersebut banyak menjual buah-buahan dan sayuran, kemungkinan besar asupan buah dan sayur di masyarakat sekitarnya juga akan baik.

Hasil penelitian Lear et al (2013), bahwa IMT dari pelanggan berkaitan erat dengan jumlah total sayuran dan buah yang dijual dan jumlah uang yang dibelanjakan untuk makanan. Semakin banyak total belanja makanan oleh pelanggan dan total buah dan sayur yang dijual disuatu supermarket semakin meningkat pula indeks massa tubuh. Temuan lainnya bahwa harga dari bahan makanan di suatu supermarket memiliki hubungan timbal balik dengan IMT pelanggan. Peningkatan harga makanan mungkin akan membuat kebimbangan dan rawan, sebagai konsekuensi, dalam penelitian ini membuktikan bahwa kehati-hatian dalam menentukan harga makanan sebenarnya merupakan poin penting jika ingin melakukan intervensi untuk mencegah peningkatan obesitas.

minimarketDi Indonesia, banyaknya makanan-makanan yang tergolong unhealthy dijual di mini market menjadi cara tersendiri peningkatan masalah obesitas di Indonesia. Saat ini mini market tumbuh dengan signifikan, disetiap sudut kota, disetiap wilayah, dan bahkan persaingan bukan lagi terjadi antara pasar tradisional dengan mini market melainkan antar mini market karena banyaknya mini market yang berdiri. Apabila di seluruh mini market di Indonesia menjual berbagai macam junk food, bagaimana mungkin masyarakat kita khususnya yang tinggal di dekat mini market tersebut tidak terpapar oleh junk food. Lihat saja, sebagian besar orang-orang yang belanja di mini market kebanyakan membeli soft drink tinggi gula, snack ringan tinggi natrium dan pengawet, dll.

Perubahan gaya hidup (lifestyle) akibat modernisasi memberi warna tersendiri bagi epidemiologi obesitas di Indonesia. Untuk mencegah itu semua, sebaiknya pemerintah dengan tegas memberlakukan kebijakan-kebijakan yang menyangkut pertumbuhan minimarket tersebut. Memang jika dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi modern Indonesia meningkat, namun justru mematikan keberadaan pasar tradisional dimana kita ketahui di pasar tradisional banyak menyediakan aneka bahan makanan yang sehat dan jauh dari paparan junk food. Akibatnya ketika angka kejadian obesitas meningkat, akan memberikan beban tersendiri bagi Indonesia. Anak-anak yang obese berpotensi akan obes di fase kehidupan selanjutnya, menurunkan produktivitas, akibatnya sumber daya manusia kita akan sulit bersaing secara global. Mari para aktivitas kesehatan, dan pelaku pasar menyikapi hal ini.

Advertisements

Sehat dengan penuh warna

lebih banyak warna lebih lezat dan menyehatkan

lebih banyak warna lebih lezat dan menyehatkan

Dalam suatu kesempatan seminar tentang food habit, seorang pakar gizi dan pangan mengungkapkan teori the power of rainbow food. Dalam teori tersebut menyatakan bahwa setiap warna pada makanan menunjukkan keberadaan senyawa yang berkhasiat untuk pencegahan terhadap penyakit tertentu, senyawa tersebut disebut fitokimia. Diantara fungsi fitokimia yang paling populer adalah sebagai antikanker, anti-inflamasi, dan antioksidan. Ternyata, warna-warni makanan sangat mudah dilakukan jika anda mencarinya pada beberapa pangan tradisional Indonesia, karena pangan tradisional secara alami telah mengandung komponen bioaktif.

Sebagai contoh bahan makanan yang menyehatkan adalah kacang kedelai hitam. Jenis kacang ini mempunyai konsentrasi proantosianidin terbaik yaitu antosianin atau senyawa yang membuatnya berwarna gelap. Antosianin termasuk antioksidan alami yang nilai manfaat kesehatannya sangat baik. Tahukah anda jika semakin gelap warna kacang maka semakin tinggi pula kemampuan antioksidannya.  Antosianin dapat menghambat aktivitas enzim HMG-CoA reduktase yang dapat menurunkan kolesterol total dan kadar LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kerja enzim lechitin cholesterol acyl transferase yang akan meningkatkan HDL (kolesterol baik) dalam plasma. Contoh pangan lainnya adalah alpukat yang mengandung senyawa fitokimia lutein dan karotenoid, senyawa ini mencegah penyakit katarak, kanker, maupun aterosklerosis.

Senyawa-senyawa fitokimia lain yang memiliki nilai manfaat diantaranya alfa dan beta karoten dari warna oranye, vitamin C dan flavonoid dari warna kuning, ellagic acid dari warna merah, maupun allyl sulfides dari warna putih. Perlu anda ketahui bahwa prinsip gizi seimbang yang menganjurkan makanan bervariasi tidak hanya dapat memenuhi berbagai macam zat-zat gizi, tetapi akan memperbesar peluang anda untuk mengonsumsi makanan dengan berbagai macam warna dan senyawa fitokimia di dalamnya. Sekali lagi, perlu diingat bahwa konsep rainbow food ini berada dalam konteks pencegahan maupun mengurangi risiko, bukan merupakan cara untuk menyembuhkan suatu penyakit.

Likopen untuk kesehatan jantung

senyawa likopen

Likopen merupakan antioksidan yang sangat powerful diantara mayoritas antioksidan dari golongan karotenoid. Tidak hanya terbukti mencegah penyakit kardiak pada manusia, tetapi juga bermanfaat untuk mencegah stroke dan penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis. Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rissanen et al. (2001) menunjukkan bahwa kadar konsentrasi likopen dalam plasma darah dan jaringan adipose menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap insiden terjadinya stroke dan penyakit koroner.

Penelitian terbaru melaporkan jika likopen dapat melemahkan aterogeneisis, meskipun penelitian ini baru dilakukan pada kelinci yang diberikan diet tinggi lemak. Aterogenesis merupakan kerusakan-kerusakan pada endotel yang berpotensi besar mengakibatkan melekatnya platelet (plak). Platelet yang melekat kemudian menumpuk dan membentuk trombus yang berakibat terjadinya penyumbatan. Dengan pemberian likopen, akan dapat mencegah terjadinya penumpukan dan pembentukan trombis pada endotel, Suatu penelitian dengan intervensi diet yang melibatkan asupan makanan sumber likopen atau supplementasi likopen menunjukkan potensi penurunan oksidasi LDL (low density lipoprotein), kerusakan oksidatif dari DNA limfosit, dan tekanan darah. Terjadinya oksidasi LDL dipengaruhi oleh nitric oxide dan superoxide. LDL ini sangat mudah mengendap dan teroksidasi dengan senyawa radikal bebas, dan apabila LDL teroksidasi meningkatkan risiko terjadinya iskemik yang mengakibatkan terjadinya penyumbatan bahkan serangan jantung seketika.

Penelitian yang mengukur efek pada biomarker yang kuat untuk kesehatan jantung, seperti fungsi endotel dengan menggunakan jumlah yang tepat dari suplementasi likopen masih sangat jarang. Fungsi endotel dianggap sebagai salah satu biomarker terbaik dari kesehatan pembuluh darah, sehingga disfungsi pada endotel dipandang sebagai jalur penghubung antara faktor risiko koroner dan stress oksidatif. Berdasarkan hasil penelitian randomized double-blind (plasebo-terkontrol) oleh Kim et al (2011) menyimpulkan jika suplementasi likopen memiliki efek menguntungkan pada terhadap biomarker stres oksidatif, sebagaimana dibuktikan oleh penurunan kerusakan DNA oksidatif dan meningkatkan aktivitas SOD (superoxide dismutase) plasma. Subyek diberikan suplemen 15-mg likopen setiap hari selama 8 minggu, hasilnya menunjukkan terjadinya penurunan faktor risiko kardiovaskular lain, misalnya, peningkatan ukuran partikel LDL.

buah-buahan sebagai sumber likopen yang baik
sumber foto: http://kasinobola.com/

Sebagai kesimpulan bahwa konsumsi makanan sumber likopen secara tidak langsung dapat menjaga kesehatan jantung. Berdasarkan penelitian bahwa asupan likopen 15 mg per  hari dapat mencegah terjadinya oksidasi LDL penyebab aterosklerosis, stroke, dan serangan jantung. Likopen secara alami banyak terdapat di buah tomat, jambu biji, anggur, dan beberapa jenis buah lainnya.

Sayur dan Buah Sakti untuk Aterosklerosis

Aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah merupkan suatu kondisi penggumpalan lemak (lipid) pada dinding arteri, yang kemudian mengeras dan membentuk kristal yang menyebabkan penyempitan saluran arteri. Akibat penyempitan tersebut, suplai darah dan oksigen ke organ-organ tubuh dan sel yang membutuhkan akan terhambat. Penggumpalan lemak (plak) tersebut apabila menyumbat arteri seluruhnya akan menyebabkan jaringan disekitarnya akan mati, kondisi inilah yang disebut strok. Kondisi paling fatal jika terjadi penyumbatan di arteri yang mengarah ke jantung dan otak karena bisa menyebabkan kegagalan fungsi kedua organ tersebut dampaknya adalah stroke berat dan penyakit jantung.

Penyebab penyumbatan tersebut berkaitan dengan pola makan yang tidak sehat, dan tidak seimbang. Konsumsi makanan yang mengandung banyak kolesterol dari golongan LDL (kolesterol jahat), lemak jenuh, dan lemak trans menjadi penentu perkembangan aterosklerosis. Lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kadar LDL dalam serum dan menurunkan kadar HDL sebagai kolesterol baik karena itu kedua jenis golongan lemak ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan sebaiknya dihindari. Makanan sumber lemak hewani banyak mengandung kolesterol LDL seperti daging kambing, sedangkan sumber lemak jenuh dan lemak trans biasanya bersumber dari margarin dan minyak goreng yang telah digunakan berkali-kali sehingga mengalami hidrogenasi. Biasanya makanan yang mengandung lemak trans dan lemak tidak jenuh membuat makanan memiliki tekstur enak, gurih, dan renyah. Sebaiknya hindari makanan cepat saji, kentang goreng, donat, muffin, kue kering (dari margarine), dan biscuit yang mengandung lemak. Untuk orang sehat, apabila frekuensi olahraga sedikit sebaiknya menghindari konsumsi air yang mengandung oksigen tinggi, karena hal itu justru meningkatkan radikal bebas dalam darah yang akan merusak pembuluh darah yang sudah tersumbat. Kadar LDL sebaiknya dibawah 100 mg/dl dan HDL diatas 40 mg/dl, untuk itu maka sebaiknya general check up harus rutin dilakukan untuk mengontrolnya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terkena aterosklerosis, mengurangi penyumbatan yang bisa menyebabkan hipertensi, ataupun mengobati penyumbatan pembuluh darah yang sudah menyebabkan stroke ringan. Lakukan olahraga yang rutin, kelola stress dengan baik, pantau agar berat badan tetap ideal, berpuasa untuk menjaga kadar glukosa darah dan mencegah penimbunan lemak yang tidak terpakai, dan mengatur pola makan yang mengurangi konsumsi lemak terutama dari jenis kolesterol LDL, lemak jenuh, dan lemak trans (goreng-gorengan, kue margarine, fast food, dll) lalu memperbanyak konsumsi makanan sumber lemak cis dan lemak tidak jenuh (dari minyak nabati, produk kedelai, dll) dan sumber antioksidan yang berfungsi melawan radikal bebas perusak dinding pembuluh darah. Berikut beberapa buah dan sayur yang bermanfaat untuk melawan bahaya aterosklerosis adalah:

  1. Anggur-mengandung banyak senyawa antioksidan dan berbagai macam vitamin, karena kandungannya tersebut anggur dapat meningkatkan kerja sel yang memperlancar peredaran darah dalam tubuh, sehingga dapat mencegah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Anggur kaya akan likopen dan karotenoid yang bermanfaat sebagai pelindung dari radikal bebas, kandungan flavonoidnya dapat meningkatkan imunitas tubuh dan menghambat penggumpalan keping-keping sel darah, memperlebar pembuluh darah, mencegah influenza, menjaga kadar glukosa darah karena gula alami (glukosa dan fruktosa) dari buah anggur sehingga dapat mencegah seseorang mengalami hipoglikemik. Anggur diyakini pula sebagai buah anti-aging karena kandungan resveratrolnya, sebagai obat anti hiperkolesterolemia karena kandungan saponin.
  2. Semangka-Daging buah semangka rendah kalori, mengandung banyak air, dan serat sehingga baik dikonsumsi oleh orang yang memiliki masalah berat badan. Karena dengan kandungan rendah kalori cukup serat dapat mencegah terjadinya penumpukan energi yang tidak digunakan dalam tubuh. Selain itu dengan konsumsi buah semangka setiap hari baik sebagai buah segar atau jus akan dapat menormalkan tekanan darah karena kandungan kalium dari semangka. Padahal kita ketahui bahwa orang yang memiliki tekanan darah melebihi normal meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan otak, dan ginjal. Semangka bersifat diuretik artinya memperlancar buang air kecil, bermanfaat menjaga kesehatan ginjal.
  3. Pisang-Buah pisang baik yang mentah maupun yang telah matang memiliki khasiat yang sangat banyak. Kaya akan kalium, serat, cukup energi, antioksidan, dan berbagai macam vitamin menjadikan buah pisang pilihan yang sesuai dan diterima oleh semua kalangan. Penerimaan rasa dan keterjangkauan membut pisang sebagai alternative buah yang selalu tersedia di rumah tangga. Bagaimana pisang dapat mencegah penyumbatan aliran darah? Pisang memiliki peranan dalam mengatur berat badan, terdapat penelitian yang mengatakan konsumsi 4 buah pisang matang perhari dapat membantu program penurunan berat badan. Orang yang tidak gemuk tentunya dapat terhindar dari penumpukan lemak, penumpukan energi, penyakit jantung, hipertensi, dan stroke. Memakan buah pisang menghindarkan orang dari stress dan risiko kesakitan stroke. Kandungan potassium (kalium) menormalkan gangguan zat nikotin dalam tubuh, merangsang produksi hormon relaksasi, menormalkan detak jantung, dan membantu mengirimkan oksigen ke otak dan keseluruh tubuh.
  4. Brokoli-Kandungan dalam brokoli antara lain protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, berbagai macam vitamin, dan beta karoten. Kandungan karoten dan vitamin dapat melindungi sistem kekebalan tubuh, menangkal radikal bebas penyebab tingginya kadar kolesterol darah, dan mengatur kadar glukosa darah.
  5. Terong Belanda-Satu lagi bahan pangan tradisional yang sangat bermanfaat dan mudah diperoleh di pasar yaitu terong. Sama seperti pisang, terong juga memiliki kadar kalium yang sangat tinggi yaitu sekitar 210 mg/100 gr dan kadar natriumnya rendah. Dengan sering mengonsumsi kalium yang tinggi dan natrium yang rendah, dapat terhindar dari hipertensi. Hipertensi bukanlah merupakan suatu penyakit melainkan gejala penyakit yang berpotensi menjadi penyakit seperti jantung dan penyumbatan aliran darah. Kandungan zat lain yang termasuk keajaiban sayur terong belanda adalah asam klorogenat, yaitu senyawa fenilpropanoid yang digolongkan sebagai antikanker, antikmikroba, antivirus dan berkemampuan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Jika rutin dikonsumsi, kadar LDL dapat lebih rendah dalam serum, penyumbatan pembuluh darah pun dapat terhindarkan. Uniknya, jika memakan terong belanda bersamaan dengan makanan sumber kolesterol, maka terong belanda dapat menurunkan konsentrasi kolesterol dalam makanan tetapi hanya jika disajikan dengan cara dikukus dan direbus. Menurut penelitian, nasuin dari kulit terong belanda bekerja sebagai antioksidan penangkal radikal bebas, membantu melindungi kerusakan sel membrane akibat penyumbatan pembuluh darah, dan menurunkan kadar LDL dalam serum.

Selain kelima buah diatas, ada beberapa buah lagi yang telah terbukti secara ilmiah bermanfaat mencegah aterosklerosis, jantung, dan stroke diantaranya buah delima, blueberry, kiwi, jagung, bawang putih. Dari golongan sayuran yaitu rebung, nangka muda, dan berbagai sayuran hijau. Dan dari golongan minyak, hindari margarin dan minyak yang telah digunakan berkali-kali (maksimal 3 kali), gantilah dengan minyak nabati seperti minyak zaitun dll.

Konsumsilah banyak sayur dan buah dalam sehari, porsi yang direkomendasikan adalah 3-5 porsi dalam sehari, atau-jika sulit menentukan-tetapkan kedisiplinan untuk senantiasa makan sayur ketika makan dan menempatkan konsumsi buah-buahan sebagai makanan selingan di pagi dan sore hari. Olahraga yang rutin setiap harinya sekitar 15 menit dengan gerakan-gerakan sedang (jalan santai, sepeda, jogging ringan) atau 60 menit dalam sepekan menjadi perilaku sehat yang bisa menghindarkan diri dari aterosklerosis, penyakit jantung koroner, stroke, obesitas, hipertensi, dan berbagai masalah kesehatan keluarga lainnya. Puasa 2-3 kali dalam sebulan membantu menjaga kestabilan gula darah puasa, menyegarkan metabolisme tubuh juga salah satu upaya menuju masyarakat sehat.

Sumber :

Agus Suwarto, Buah dan Sayur sakti tangkal penyakit

Wikipedia

Majalahkesehatan.com