Blog Archives

Sehat dengan penuh warna

lebih banyak warna lebih lezat dan menyehatkan

lebih banyak warna lebih lezat dan menyehatkan

Dalam suatu kesempatan seminar tentang food habit, seorang pakar gizi dan pangan mengungkapkan teori the power of rainbow food. Dalam teori tersebut menyatakan bahwa setiap warna pada makanan menunjukkan keberadaan senyawa yang berkhasiat untuk pencegahan terhadap penyakit tertentu, senyawa tersebut disebut fitokimia. Diantara fungsi fitokimia yang paling populer adalah sebagai antikanker, anti-inflamasi, dan antioksidan. Ternyata, warna-warni makanan sangat mudah dilakukan jika anda mencarinya pada beberapa pangan tradisional Indonesia, karena pangan tradisional secara alami telah mengandung komponen bioaktif.

Sebagai contoh bahan makanan yang menyehatkan adalah kacang kedelai hitam. Jenis kacang ini mempunyai konsentrasi proantosianidin terbaik yaitu antosianin atau senyawa yang membuatnya berwarna gelap. Antosianin termasuk antioksidan alami yang nilai manfaat kesehatannya sangat baik. Tahukah anda jika semakin gelap warna kacang maka semakin tinggi pula kemampuan antioksidannya.  Antosianin dapat menghambat aktivitas enzim HMG-CoA reduktase yang dapat menurunkan kolesterol total dan kadar LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kerja enzim lechitin cholesterol acyl transferase yang akan meningkatkan HDL (kolesterol baik) dalam plasma. Contoh pangan lainnya adalah alpukat yang mengandung senyawa fitokimia lutein dan karotenoid, senyawa ini mencegah penyakit katarak, kanker, maupun aterosklerosis.

Senyawa-senyawa fitokimia lain yang memiliki nilai manfaat diantaranya alfa dan beta karoten dari warna oranye, vitamin C dan flavonoid dari warna kuning, ellagic acid dari warna merah, maupun allyl sulfides dari warna putih. Perlu anda ketahui bahwa prinsip gizi seimbang yang menganjurkan makanan bervariasi tidak hanya dapat memenuhi berbagai macam zat-zat gizi, tetapi akan memperbesar peluang anda untuk mengonsumsi makanan dengan berbagai macam warna dan senyawa fitokimia di dalamnya. Sekali lagi, perlu diingat bahwa konsep rainbow food ini berada dalam konteks pencegahan maupun mengurangi risiko, bukan merupakan cara untuk menyembuhkan suatu penyakit.

Likopen untuk kesehatan jantung

senyawa likopen

Likopen merupakan antioksidan yang sangat powerful diantara mayoritas antioksidan dari golongan karotenoid. Tidak hanya terbukti mencegah penyakit kardiak pada manusia, tetapi juga bermanfaat untuk mencegah stroke dan penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis. Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rissanen et al. (2001) menunjukkan bahwa kadar konsentrasi likopen dalam plasma darah dan jaringan adipose menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap insiden terjadinya stroke dan penyakit koroner.

Penelitian terbaru melaporkan jika likopen dapat melemahkan aterogeneisis, meskipun penelitian ini baru dilakukan pada kelinci yang diberikan diet tinggi lemak. Aterogenesis merupakan kerusakan-kerusakan pada endotel yang berpotensi besar mengakibatkan melekatnya platelet (plak). Platelet yang melekat kemudian menumpuk dan membentuk trombus yang berakibat terjadinya penyumbatan. Dengan pemberian likopen, akan dapat mencegah terjadinya penumpukan dan pembentukan trombis pada endotel, Suatu penelitian dengan intervensi diet yang melibatkan asupan makanan sumber likopen atau supplementasi likopen menunjukkan potensi penurunan oksidasi LDL (low density lipoprotein), kerusakan oksidatif dari DNA limfosit, dan tekanan darah. Terjadinya oksidasi LDL dipengaruhi oleh nitric oxide dan superoxide. LDL ini sangat mudah mengendap dan teroksidasi dengan senyawa radikal bebas, dan apabila LDL teroksidasi meningkatkan risiko terjadinya iskemik yang mengakibatkan terjadinya penyumbatan bahkan serangan jantung seketika.

Penelitian yang mengukur efek pada biomarker yang kuat untuk kesehatan jantung, seperti fungsi endotel dengan menggunakan jumlah yang tepat dari suplementasi likopen masih sangat jarang. Fungsi endotel dianggap sebagai salah satu biomarker terbaik dari kesehatan pembuluh darah, sehingga disfungsi pada endotel dipandang sebagai jalur penghubung antara faktor risiko koroner dan stress oksidatif. Berdasarkan hasil penelitian randomized double-blind (plasebo-terkontrol) oleh Kim et al (2011) menyimpulkan jika suplementasi likopen memiliki efek menguntungkan pada terhadap biomarker stres oksidatif, sebagaimana dibuktikan oleh penurunan kerusakan DNA oksidatif dan meningkatkan aktivitas SOD (superoxide dismutase) plasma. Subyek diberikan suplemen 15-mg likopen setiap hari selama 8 minggu, hasilnya menunjukkan terjadinya penurunan faktor risiko kardiovaskular lain, misalnya, peningkatan ukuran partikel LDL.

buah-buahan sebagai sumber likopen yang baik
sumber foto: http://kasinobola.com/

Sebagai kesimpulan bahwa konsumsi makanan sumber likopen secara tidak langsung dapat menjaga kesehatan jantung. Berdasarkan penelitian bahwa asupan likopen 15 mg per  hari dapat mencegah terjadinya oksidasi LDL penyebab aterosklerosis, stroke, dan serangan jantung. Likopen secara alami banyak terdapat di buah tomat, jambu biji, anggur, dan beberapa jenis buah lainnya.

Vitamin A dan Metabolismenya

  • Vitamin A merupakan salah satu vitamin yang larut lemak, disimpan di dalam hepar. Terbaik untuk menentukan parameter status vit. A adalah simpanan vit. A dalam hepar.
  • Ada 4 bentuk vitamin A dalam tubuh yakni dalam bentuk Retinol (Alkohol), Retinal (Aldehid), Asam retinoat (Asam), Retinil palmitat (Ester) yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dalam tubuh.
  • Yang digunakan untuk mengangkut Vitamin A dari hati ke dalam plasma darah adalah Retinol Binding Protein (RBP). RBP ini juga disintesis dalam hati/hepar.
  • Bila simpanan vit. A dalam hepar habis maka menyebabkan penurunan kadar vit. A dalam plasma darah. Bila terjadi dalam waktu lama dapat menyebabkan timbulnya gejala-gejala klinis seperti disfungsi retina diikuti perubahan jaringan epitel, keadaan ini menunjukkan kadar vit. A sudah sangat rendah à Vit A (<5 µg/100 mL), RBP (<20 µg/100 mL).
  • Seperti yang diketahui bahwa makanan yang dimakan mengandung pro vit. A, yang apabila ingin diubah kedalam bentuk vit A memerlukan proses yang panjang. Sehingga belum tentu semua pro vit. A yang masuk dalam tubuh bisa diubah menjadi vit. A (butuh enzyme, koenzym, protein, dll).

Metabolisme

  • Berawal dari makanan yang dimakan mengandung karotenoid (beta karoten) yang merupakan pro vit. A diubah menjadi retinol dalam dinding usus.
  • Retinol yang dicerna akan diabsorbsi dalam usus kecil kemudian diangkut oleh kilomikron kedalam usus dan darah. Jika masih ada sisa (retinol) akan dibawa ke dalam hepar oleh kilomikron. Jika masih banyak lagi sisa di hepar, maka akan mengalami esterifikasi menjadi bentuk retinil palmitat.
  • Jika makanan yang dimakan tidak mengandung retinol, maka yang diesterifikasi tadi akan mengalami hidrolisis menjadi asam retinoat dan retinol.
  • Ketika diperlukan retinol dilepaskan kedalam aliran darah sebagai retinol dalam gabungan dengan RBP. Didalam darah/serum mengandung prealbumin yang disebut dengan transtiretin (TTR), kemudian prealbumin itu membentuk kompleks dengan RBP-Retinol dalam plasma. Pengikatan vit. A-RBP dengan TTR bertujuan untuk mencegah penyaringan vit. A dalam ginjal.
  • Kompleks tersebutlah yang membawa vitamin A ke berbagai sel target yang membutuhkan vitamin A. Reseptor yang berada di sel target dapat menjadi perantara dalam pengambilan vitamin A yakni Cellular Retinol Binding Protein (CRBP).

Informasi Tambahan Vitamin A

  • Vitamin A mudah teroksidasi, jika kadar vitamin A dalam hepar penuh maka akan dibawa oleh RBP ke jaringan yang membutuhkan.
  • RBP merupakan transport vit. A yang jika pada saat mengantarkan vit. A terjadi ikatan maka disebut Holo RBP (berikatan dengan Retinol sedangkan jika tidak berikatan dengan retinol disebut Apo RBP.
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi retinol dalam darah :
  1. Umur, jenis kelamin, ras
  2. Diet rendah lemak (5-10 gr/hari) à absrobsi vit. A terganggu
  3. Diet rendah protein à menurunkan RBP à pembebasan retinol terganggu à menyebabkan kadar retinol dalam serum rendah
  4. Defisiensi Zinc à juga menyebabkan sintesis RBP dalam hepar terganggu. Jika sintesis RBP dalam hepar terganggu bisa menyebabkan pembebasan retinol dalam hepar juga terganggu.
  • Relative Dose Respond (RDR) merupakan indikator untuk menentukan status marjinal vitamin A.
  • Intake vit A  ↓ → Absorpsi Fe ↗, tapi mobilisasi  ↓ (akibat sintesis tranferin <) → sintesis Hb terganggu.
  • Secara teoritis bila seseorang kekurangan vit. A, sintesis RBP tetap berlangsung asal status proteinnya baik, sehingga terjadi penimbunan RBP di hepar