Blog Archives

Waspada dini kesehatan ginjal anak

Dalam sistem ekskresi manusia, terdapat beberapa organ vital yang berfungsi sebagai organ filtrasi. Diantara organ-organ tersebut, ginjal salah satunya yang memiliki peran besar menjaga kesehatan manusia. Seperti yang telah kita ketahui bahwa ginjal berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, menjaga tekanan darah normal, mendukung pembentukan sel darah merah, membantu pembuangan zat sisa melalui urin, produksi hormon, dan membantu penyerapan mineral.

Kesehatan ginjal harus dijaga sejak dini, karena sudah banyak penyakit ginjal yang tidak hanya dialami orang dewasa tetapi juga remaja, tidak terkecuali anak-anak. Mengapa hal itu juga telah dialami anak-anak? Sebabnya belum diketahui pasti, namun beberapa pakar kesehatan menilai bahwa terjadinya penyakit ginjal pada anak-anak lebih didominasi akibat pola makan dan konsumsi air. Tetapi jika penyakit ginjal itu telah dialami sejak masih balita, kemungkinan besar karena faktor bawaan.

Sekarang ini Indonesia tengah diserang dengan modernisasi gaya hidup dari barat, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak Indonesia pun “dimanjakan” dengan hal tersebut. Fast food salah satu indikatornya. Cepat disajikan, cepat dimakan, dan disain cita rasa yang sangat enak membuatnya menjadi favorit anak-anak. Sehabis makan, anak-anak kita disuguhi minuman soda, manis, dan tinggi kalori yang seakan-akan telah menjadi air  minum pilihan utama anak-anak. Bagaimana tidak, di kantin-kantin sekolahpun kini menjajakan makanan dan minuman yang seperti itu, nugget, minuman manis, softdrink, dll.

Permasalahan utamanya, apakah kita sebagai orang tua tahu seberapa bahayanya hal itu? Jajanan yang dijual kandungan tinggi, sedangkan softdrink dan minuman berkarbonasi mengandung tinggi asam fosfat. Cenderung anak-anak yang memiliki pola makan dan konsumsi minuman seperti ini menempatkan air putih sebagai pilihan terakhir di daftar menu mereka. Dalam kadar normal sodium akan melewati ginjal dan dikeluarkan melaui urin, namun jika kadar asupan sodium berlebihan dapat menyebabkan penumpukan pada ginjal sehingga membentuk batu. Begitu pula zat asam fosfat yang ditemui di dalalm softdrink dan minuman berkarbonasi. Jika kadarnya berlebihan akan mengganggu keseimbangan kalsium dalam tubuh, kalsium akan dikeluarkan melalui urin sedangkan asam fosfat akan menumpuk. Ini sangat tidak baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, dan parahnya lagi jika ketidakseimbangan ini bila berlangsung lama akan mengganggu fungsi ginjal akibat asam fosfat yang mengkristal di ginjal.

Air putih yang belakangan ini dipahami sebagai salah satu zat gizi yang sering dilupakan orang-orang , seringkali dikaitkan dengan kesehatan ginjal. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kebutuhan air putih anak pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa karena pada masa ini anak-anak cenderung sangat aktif sehingga juga membutuhkan banyak air untuk mengganti cairan yang keluar. Salah satu solusi mencegah penyakit ginjal pada anak adalah dengan konsumsi air putih yang cukup. Air putih yang cukup dinilai dapat mencegah terjadinya pengkristalan.

at least ajarkan anak-anak kita sejak dini minum teratur, segelas ketika bangun tidur, segelas sehabis sarapan, satu botol (600 ml) dibawa ke sekolah, segelas sehabis makan siang, segelas sehabis makan malam, dan segelas sebelum tidur, sisanya dapat dikonsumsi sesuai kondisi anak misalnya sehabis bermain ataupun saat haus. Sebagai orang tua, promosikan hal tersebut, karena layaknya anak-anak sebagai aset bangsa, ginjal adalah aset bagi masa depan mereka. Mari kita menjaganya

#AmazingKidneys @DanCommunityID

http://www.kidney-facts.com

Advertisements

Peranan Air Bagi Kesehatan

selain menyegarkan dahaga, manfaat air dalam tubuh sangat banyak

selain menyegarkan dahaga, manfaat air dalam tubuh sangat banyak

Seiring dengan perkembangan ilmu gizi, kini air telah menjadi salah satu bagian dari zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Hal ini terlihat dengan ditempatkannya air dalam dietary guideline sebagai zat yang diperlukan tubuh manusia. Di Indonesia, air juga telah masuk dalam tumpeng gizi seimbang (TGS) dengan kuantitas yang cukup banyak, kedua setelah makanan sumber karbohidrat, Oleh karena jumlah harian yang dibutuhkan cukup banyak maka air digolongkan kedalam zat gizi makro (macronutrient). Air merupakan komponen terbesar penyusun tubuh, sekitar 80% tubuh manusia mengandung air, 60% pada orang dewasa, dan 50% pada lansia. Air juga merupakan zat gizi penting bagi kesehatan tubuh karena berperan sebagai pelarut, katalisator, pelumas, pengatur suhu tubuh serta penyedia mineral dan elektrolit. Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh orang tersebut dan apa yang dianggap sesuai untuk tubuhnya. Melihat peranannya yang sangat besar, tidaklah mengherankan jika setiap saat manusia membutuhkan air walau tanpa makan sekalipun.

Menurut Laurent le Bellego Ph.D dalam seminar yang disampaikan di Yogyakarta mengatakah bahwa air menjadi sangat penting karena berkaitan dengan kelancaran metabolisme tubuh. Lebih lanjut kata Laurent bahwa rata-rata asupan air orang Indonesia masih kurang dari yang direkomendasikan yaitu hanya 1,84 L/hari, sedangkan konsumsi sweetened-sugar beverage cukup tinggi mencapai 300 ml/hari. Angka kecukupan yang direkomendasikan adalah 2.200 ml/hari untuk laki-laki dewasa, 2.000 ml/hari untuk wanita deswasa, 1.600 ml untuk anak usia 4-8 tahun dan 1.900-2.000 ml/hari untuk anak usia 9-13 tahun.  Menurut Profesor Hiromi Shinya MD, pakar enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS, usahakan tubuh untuk mendapatkan pasokan air 6-8 gelas per hari (1,5-2 liter) untuk orang dewasa.

Seseorang yang kurang minum air setiap harinya sangat rentan terkena masalah-masalah kesehatan, terlebih lagi yang berkaitan dengan kinerja otak. Sebab orang yang sangat kurang minum air dapat menyebabkan dehidrasi. Ketika terjadi dehidrasi, cairan di otak pun akan menurun dan menyebabkan aliran oksigen menuju otak juga seharusnya menurun. Kondisi yang demikian dapat berdampak pada menyusutnya sel-sel otak, otak tidak dapat berkembang dengan baik, implikasinya adalah orang sulit untuk berkonsentrasi, gampang lupa, dan selalu merasa lelah untuk berfikir setiap saat. Tidak hanya itu, orang yang kurang minum juga rentan terkena kanker prostat, infeksi kandung kemih, dan gangguan ginjal. Air penting untuk mencegah batu ginjal, dengan minum cukup air maka komponen pembentuk batu ginjal menjadi lebih mudah luruh bersama buang air kecil.

komposisi air tubuhMeskipun dampak yang diakibatkan karena kurang minum sangat berbahaya, tidaklah kemudian kita memaksakan diri untuk minum air putih sebanyak mungkin dengan paksaan. Karena kelebihan minum air pun ternyata tidak baik untuk kesehatan. Banyak minum air melebihi batas normal berisiko menyebabkan pembengkakan jantung dan otak. Dalam suatu kesempatan nonton salah satu stasiun TV swasata, saat itu siaran dengan segmen 7 lomba paling ekstrim. Salah satu dari lomba paling ekstrim itu adalah lomba minum air sebanyak-banyaknya dan ternyata pemenang lomba tersebut (seorang wanita) tewas karena terjadi pembengkakan di paru-paru dan otaknya. Untuk mengetahui apakah kita kurang minum atau tidak, dapat dicek saat tidur malam sampai bangun keesokan harinya; maksimal 3 kali buang air kecil. Jika lebih dari 4 kali buang air kecil, sudah termasuk tidak normal dan terindikasi kencing manis, ganguan ginjal atau jantung.

Air yang diminum tidak mesti air putih, teh, susu, kopi, sirup, dll sudah termasuk cairan akan tetapi sangat dianjurkan lebih banyak air putih. Air putih hangat sangat baik karena lebih cepat diserap dibandingkan dengan air es. Bagi orang yang sering mengonsumsi pil, tablet, obat, dan multivitamin, sangat dianjurkan memperbanyak minum air putih, agar supaya bahan-bahan kimia yang terkandung dalam obat/multivitamin tersebut dapat ikut larut dan keluar bersama air seni, karena jika mengendap beresiko terbentuk kristal yang bisa menyebabkan batu ginjal.

Smile with Nutrition

Mungkin kita masih mengingat ketika orang tua kita sering menyuruh sikat gigi sehabis makan permen atau makanan yang manis sebelum tidur. Sebagian besar dari orang tua menyuruh demikian agar mulut kita terjaga dari karies gigi yang menyebabkan lubang pada gigi. Terkadang anak-anak yang tidak memperhatikan kesehatan giginya sewaktu kecil akan kehilangan beberapa jumlah gigi saat dewasa nanti.

Berdasarkan data dan fakta bahwa kesehatan gigi dan mulut sangat berkaitan dengan gizi. Agar seorang anak ingin memiliki status gizi yang baik maka hendaknya orang tua tidak hanya memperhatikan asupan makanannya namun juga kesehatan gigi dan mulutnya. Jika anak dibiasakan untuk menyikat gigi sehabis makan manis maka hal itu dapat menanamkan sebuah prinsip bahwa kesehatan mulut yang dijaga sewaktu masih kecil akan tetap dinikmati semasa dewasa nanti.

Gula dan Pati

Kita tentu mengetahui bahwa makanan manis dan banyak yang mengandung gula merupakan faktor yang menyebabkan kerusakan pada gigi. Namun sebetulnya ada faktor lain yang harus diperhatikan dalam menjaga kesehatan mulut, seperti keturunan, dan frekuensi air liur. Kerusakan pada gigi bermula dari plak yang ada di gigi yang ditemukan oleh bakteri. Bakteri akan menghasilkan asam dari makanan yang mengandung gula dan pati, asam yang diproduksi oleh bakteri akan menempel pada email gigi dan merusak lapisan tersebut hingga gigi menjadi rusak atau bahkan berlubang.

Permen yang keras

Mungkin sebagian dari kita berfikir apa kaitan antara gizi dengan kesehatan mulut terutama dalam mencegah kerusakan gigi. Alasan mengapa permen yang keras dapat menyebabkan sakit pada gigi adalah karena permen merupakan salah satu sumber makanan bagi bakteri penyebab kerusakan gigi. Sehingga kita dianjurkan setiap kali makan manis, sebelum tidur harus menyikat gigi terlebih dahulu – namun jangan terlalu sering karena dapat menghilangkan pelindung gigi – karena bakteri memanfaatkan sisa-sisa makanan tersebut untuk membentuk plak pada gigi. Bakteri akan melakukan aktivitas tersebut setiap 30 menit sehabis kita makan. Perlu diketahui bahwa semakin banyak makan makanan yang mengandung karbohidrat maka akan semakin besar asam yang akan terbentuk dan akan menyerang gigi dan gusi, karena sisa makanan dari karbohidrat yang tinggal di gigi merupakan makanan bagi bakteri. Jadi semua tergantung dari seberapa banyak dan seberapa lama sisa makanan tinggal dimulut. Oleh karena itu setiap kali habis makan, sebaiknya berkumur-kumur untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan yang tidak sempat tertelan sewaktu makan.

Nutrient anti gigi berlubang

Ada beberapa jenis makanan yang bisa menguatkan gigi dan mulut oleh karena kandungan zat gizi yang dimilikinya. Zat-zat gizi yang yang membantu dalam menjaga kesehatan gigi adalah kalsium, fosfor, dan vit. D.

Air (Water)

Air merupakan salah satu komponen zat gizi makro yang manfaatnya sangat banyak bagi tubuh. Air dapat membantu untuk melancarkan produksi saliva (air ludah) di dalam mulut. Saliva memiliki peran penting dalam membantu kinerja mulut mengunyah makanan. Semakin banyak saliva yang dimiliki maka semakin bagus pula untuk menjaga kesehatan gigi agar tidak berlubang karena saliva membersihkan sisa makanan dari karbohidrat di dalam mulut sehingga mengurangi waktu bakteri untuk membentuk asam plak di gigi dan gusi. Selain itu saliva juga membantu menguatkan gigi karena mengandung kalsium, fosfor dan fluoride yang fungsinya melindungi gigi.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi:

  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, tidak terlalu banyak mengandung makanan yang berkarbohidrat.
  • Menghindari minuman berkarbonasi karena dapat menyebabkan karies pada gigi, begitu pula softdrink rasa buah yang manis. Ganti dengan minum air putih sebanyak mungkin.
  • Kurangi makan makanan yang manis, usahakan menggantinya dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan karena buah-buahan mengandung vitamin dan mineral serta kandungan airnya juga cukup tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan produksi saliva dalam mulut.
  • Sikat gigi sesudah mengkonsumsi buah yang memiliki konsentrasi gula yang tinggi. Selain itu cukup menyikat gigi 2 kali sehari karena jika lebih dapat menipiskan lapisan email gigi.
  • Keju dan olahannya dapat membantu menstimulasi aliran saliva.
  • Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung kalsium yang tinggi seperti susu, brokoli dan yogurt.
  • Selalu merencanakan makan dengan menyenangkan and smile.

from The Cleaner