Monthly Archives: February 2014

Sehat dengan penuh warna

Dalam suatu kesempatan seminar tentang food habit, seorang pakar gizi dan pangan mengungkapkan teori the power of rainbow food. Dalam teori tersebut menyatakan bahwa setiap warna pada makanan menunjukkan keberadaan senyawa yang berkhasiat untuk pencegahan terhadap penyakit tertentu, senyawa tersebut disebut fitokimia. Diantara fungsi fitokimia yang paling populer adalah sebagai antikanker, anti-inflamasi, dan antioksidan. Ternyata, warna-warni makanan sangat mudah dilakukan jika anda mencarinya pada beberapa pangan tradisional Indonesia, karena pangan tradisional secara alami telah mengandung komponen bioaktif.

 Sebagai contoh bahan makanan yang menyehatkan adalah kacang kedelai hitam. Jenis kacang ini mempunyai konsentrasi proantosianidin terbaik yaitu antosianin atau senyawa yang membuatnya berwarna gelap. Antosianin termasuk antioksidan alami yang nilai manfaat kesehatannya sangat baik. Tahukah anda jika semakin gelap warna kacang maka semakin tinggi pula kemampuan antioksidannya.  Antosianin dapat menghambat aktivitas enzim HMG-CoA reduktase yang dapat menurunkan kolesterol total dan kadar LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kerja enzim lechitin cholesterol acyl transferase yang akan meningkatkan HDL (kolesterol baik) dalam plasma. Contoh pangan lainnya adalah alpukat yang mengandung senyawa fitokimia lutein dan karotenoid, senyawa ini mencegah penyakit katarak, kanker, maupun aterosklerosis.

Senyawa-senyawa fitokimia lain yang memiliki nilai manfaat diantaranya alfa dan beta karoten dari warna oranye, vitamin C dan flavonoid dari warna kuning, ellagic acid dari warna merah, maupun allyl sulfides dari warna putih. Perlu anda ketahui bahwa prinsip gizi seimbang yang menganjurkan makanan bervariasi tidak hanya dapat memenuhi berbagai macam zat-zat gizi, tetapi akan memperbesar peluang anda untuk mengonsumsi makanan dengan berbagai macam warna dan senyawa fitokimia di dalamnya. Sekali lagi, perlu diingat bahwa konsep rainbow food ini berada dalam konteks pencegahan maupun mengurangi risiko, bukan merupakan cara untuk menyembuhkan suatu penyakit.

Advertisements

Meningkatkan memori dan memperbaiki mood

Otak manusia merupakan hardware sempurna yang mengendalikan sebagian besar mekanisme pada sistem organ, mental, serta mood. Terdiri dari jutaan bahkan miliaran serabut saraf yang saling terhubung yang disebut neuron. Para pakar mengatakan bahwa semakin banyak koneksi antara neuron otak, maka semakin maksimal kinerja otak anda. Neurotransmitter, suatu senyawa pembawa pesan di otak, akan semakin meningkat ketika otak sering digunakan. Saat anda belajar, koneksi-koneksi otak akan meningkat. Sedangkan saat berfikir atau mengungkapkan emosi, anda meningkatkan neurotransmitter. Baik otak maupun neurotransmitter akan dipengaruhi oleh apa yang anda makan dan minum.

Neurotransmitter, seperti serotonin, menjadi sangat penting peranannya karena memori dan mood dipengaruhi oleh senyawa ini. Serotonin meningkatkan memori anda melalui asam amino dari asupan protein, serta mempengaruhi mood dengan asetilkolin. Salah satu sumber asam amino yang baik diantaranya susu, telur, kacang kedelai, maupun daging. Sedangkan asetilkolin dapat anda peroleh dengan mudah di ikan terutama ikan sarden sebagai sumber kolin. Kolin akan diubah menjadi asetilkolin oleh enzim dan dirangsang oleh vitamin B5. Karena itu asetilkolin, jika dikombinasikan dengan vitamin B5 terbukti efektif meningkatkan performa mental dan memori.

Singkatnya, produksi neurotransmitter di otak tergantung dari makanan dan minuman yang anda konsumsi, secara spesifik vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral yang anda konsumsi tidak hanya mengubah glukosa menjadi energi, tetapi sebagai makanan untuk otak yakni melalui mekanisme pengubahan asam amino dan asetilkolin menjadi neurotransmitter. Karena itu asupan optimal vitamin dan mineral akan sangat baik untuk memori dan mood anda, membuat anda berfikir cepat dan dapat berkonsentrasi dalam waktu yang lama.