Pentingnya aku (baca: sarapan) untuk kalian


“Hi semua namaku breakfast, berasal dari kata break the fast. Tahukah kalian arti dari dua suku namaku itu? Yakni bermakna berhenti (break) dari puasa (fast). Aku ada karena kebutuhan manusia, kebutuhan akan nilai-nilai kesehatan dan gizi yang ada padaku. Dan tidak sedikit kebutuhan harian kalian terpenuhi olehku, kalau  nggak salah ingat kata guru Matematika ku sekitar 30% dari total kebutuhan energi. Wah luar biasa banyak kan? Lantas mengapa masih banyak diantara kalian, orang dewasa, remaja, dan anak-anak sering tidak acuh padaku, sering melewatiku tanpa mencicipiku sedikitpun, padahal sangat ingin ku mendengar kata ‘Sarapan dulu Ahhh!! biar gak lemas disekolah. Sebenarnya diriku ini merupakan kumpulan dari beberapa jenis makanan yang sering kalian makan di pagi hari loh, seperti nasi goreng, susu, sereal, air putih, roti bakar, teh hangat, dan masih banyak lagi. Jadi pasti kalian tidak akan bosan karena aku bisa dinikmati dengan banyak variasi makanan. Namun tidak mengapa jika kalian hanya mengonsumsi satu jenis makanan dan satu jenis minuman. Nah sekarang kalian udah tahu kan kalau ternyata aku ini enak, mudah, dan cepat untuk dinikmati.”

Penggalan prolog diatas sedikit bisa menjelaskan kondisi yang tengah terjadi di masyarakat kita. Sarapan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia bukalah merupakan kebiasaan, terutama bagi anak-anak dan remaja. Hal ini terbukti dengan tingginya kebiasaan sarapan tidak teratur (irregular breakfast habit) dan melewatkan sarapan (skipping breakfast) di beberapa wilayah. Di Indonesia, berdasarkan survey yang dilakukan di 5 kota besar menunjukkan bahwa hanya sekitar 30,2% remaja yang melewatkan sarapan pagi. Penelitian yang dilakukan di kota Yogyakarta, tercatat ada sekitar 59% siswa SMP (usia 13-16 tahun) yang sering melewatkan sarapan pagi. Padahal dari beberapa studi telah mengidentifikasi peran penting sarapan dalam mempertahankan status berat badan normal pada anak-anak dan remaja. Meskipun diantara masyarakat tetap ada yang sarapan, tetapi belum tentu sarapan tersebut sehat sehingga yang ada efek positif dari sarapan tidak bisa dicapai. Prinsipnya adalah healthy breakfast regularly.

Posted on 28 January 2014, in Health and Nutrition, Material, Nutrition Problem, What you are eat and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: