Diet sehat: Kegagalan dieters (1)


Banyak dieters tidak berhasil

Mungkin Anda pernah melakukan diet khusus yang mengharuskan Anda menempatkan makanan-makanan favorit Anda ke dalam daftar hitam yang tidak boleh dimakan. Atau melakukan diet ketat dimana Anda sama sekali hanya makan sedikit dan sungguh menyiksa sekali. Dalam proses menjalankan diet tersebut, Anda diharuskan konsisten dan berkomitmen untuk patuh terhadap aturan-aturan diet yang dijalani. Setelah beberapa bulan menjalani diet ketat atau diet khusus tersebut, hasilnya nampak bahwa Anda lebih ramping dalam 6 bulan. Jadi sudah boleh menghentikan diet-diet yang dilakukan? Baik Anda boleh berhenti dan kembali ke pola makan normal Anda. Selang 4-6 bulan, semakin hari berat badan semakin bertambah, dan hasilnya kembali ke starting point Anda sebelum melakukan diet.

Ya itulah kondisi beberapa dieters yang hobi melakukan diet untuk memperjuangkan penurunan berat badan. Dan tidak sedikit yang gagal. Hanya sekitar 5% dari yang menjalankan diet yang berhasil menurunkan dan mempertahankan berat badannya itu. Sisanya? Hampir dipastikan gagal. Bahkan lebih parah lagi, diantara banyak dieters yang melakukan diet mendapatkan side effect nya. Lebih banyak diet lebih sering sakit dan lebih banyak naik berat badannya. Sehingga bagi mereka yang gagal, diet-diet yang dilakukan hanya menyiksa dan menyita banyak waktu.

Apa yang salah?

Sebagian masyarakat yakin bahwa gemuk sebagai akumulasi banyak makan dan sedikit beraktivitas. Terlalu sederhana jika mendefinisikan outcome gemuk sebagai hasil dari kedua pola tersebut, karena banyak faktor-faktor lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung yang mendeterminasi naik turunnya berat badan seseorang. Sehingga fokus pada faktor-faktor lain ini banyak diabaikan dieters. Jadi tidak benar, menjadi terlalu gemuk hanya terkait dengan terlalu banyak makan dan sedikit aktivitas. Bagi orang yang banyak makan, biasanya sebagai respon dari ketidakmampuan menanggapi rasa kenyang dan lapar, dan mekanisme ini terkait dengan hormon dan otak.

Anda terlalu membatasi diri.

Seperti yang disampaikan di atas tadi, Anda terlalu membatasi diri jika sampai menghapus makanan-makanan favorit Anda dalam daftar makanan yang dimakan. Selain itu menempatkan makanan-makanan yang biasanya “kurang enak” (enak itu relatif) dalam makanan yang harus anda makan. Biasanya makanan-makanan itu dilabel “sehat” sehingga Anda merasa perlu untuk mengonsumsinya. Tanpa sadar, ternyata pola pikir kita dieksploitasi dengan pemahaman-pemahaman seputar diet. Anda dipaksa untuk memahami bahwa “penyiksaan” itu lebih baik daripada berat badan kita naik. Jadi seakan otak kita dicuci oleh retorika bahwa sebenarnya berat badan itu naik akibat jumlah kalori yang dimakan selalu lebih besar dari jumlah energi yang digunakan. Jadi solusinya apa harus terus makan sedikit? Sampai kapan?

Calories is not just a calorie

Jangan selalu menyalahkan kalori, karena itu bukanlah satu-satunya alasan berat badan Anda selalu naik. Di atas telah dijelaskan juga bahwa berat badan naik karena ada faktor lain dan bisa jadi karena hal yang tidak berkaitan secara langsung dengan makanan. Kembali ke pembahasan kalori, memang jika Anda konsumsi kalori lebih sedikit dalam waktu yang lama bisa membuat berat badan Anda turun. Banyak anjuran yang mengatakan bahwa untuk mencapai penurunan berat badan 500 gr/minggu maka perlu mengurangi asupan kalori sebanyak 500 kkal per harinya. 500 kkal per hari? kira-kira sama dengan sekali makan utama. Jadi apabila kebutuhan kalori harian Anda 2000 kkal, berarti Anda hanya boleh makan 1500 kkal. Wah apakah Anda tidak lapar nantinya? Jika ingin bertahan, setidaknya tekad, keinginan dan mental harus superior. Perlu Anda ketahui juga bahwa vitamin dan mineral akan turun seiring dengan penurunan jumlah kalori. Jika sampai terjadi demikian (vitamin dan mineral turun), akan berpengaruh pada glukosa darah, dan pathway metabolisme lainnya. Contohnya saja, rendahnya asupan yodium bisa menyebabkan hipotiroid dimana peran hormon tiroid dalam tubuh menurun. Jika terjadi itu, metabolisme akan lebih rendah, sehingga proses pembakaran kalori jadi lebih lambat. Ketika metabolisme terganggu, akan sangat lama untuk kembali ke normal, sekalipun Anda tidak lagi melakukan diet. Begitulah cara kerja tubuh kita untuk menanggapi hal-hal yang tidak “alami” di tubuh Anda.

Diet yang berhasil itu?

Sebenarnya bukan Anda yang gagal, tapi diet Anda yang tidak efektif dan efisien menurunkan berat badan seperti yang ingin Anda wujudkan. Hampir semua program diet gagal, oleh karena diet tersebut mengubah cara kerja tubuh. Jika ingin mencapai berat badan ideal, raihlah dengan cara yang alami, karena hasilnya akan lebih terpelihara. Masih ingatkah Anda dengan teori starvation? Yang secara alami mekanisme pertahanan diri terbentuk, hasilnya nenek moyang kita berhasil bertahan dalam periode-periode kelaparan. Tentunya kita semua paham evolusi terjadi dalam waktu yang sangat-sangat lama, sehingga mekanisme pertahan diri tadi masih ikut di kita semua meskipun zaman kelaparan sudah lama dilalui. Teori starvation ini menjelaskan mengapa ketika Anda berhenti diet, maka akan kembali ke posisi awal. Semakin cepat Anda mendapatkan hasil dari diet yang dilakukan semakin cepat pula berat badan kembali. Sekali lagi, karena metabolisme seseorang sulit diubah dalam waktu singkat.

Dalam teori starvation, ketika Anda melakukan diet, tubuh Anda dengan mekanismenya akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda jarang makan/jarang ada makanan yang masuk dalam tubuh, akibatnya tubuh memperlambat metabolisme pembakaran kalorinya sehingga cadangan-cadangan energi selalu tersimpan. Ketika Anda makan, maka energi yang tidak digunakan akan disimpan lagi untuk menghadapi kelaparan di masa-masa diet. Akibatnya justru cadangan energi akan selalu tersimpan. Ketika Anda merasa sudah menurunkan berat badan, tubuh masih menganggap Anda dalam kondisi masa kelaparan, sehingga metabolisme masih lambat padahal Anda sudah kembali ke pola makan yang normal. Bisa dibayangkan? Kalori masuk lebih banyak, cadangan disimpan lebih banyak, metabolisme melambat, dan Anda kurang aktivitas. Ya terjadi lagi penumpukan berat badan, bahkan lebih cepat dibandingkan periode diet Anda.

Pertnyaan yang harus Anda ajukan pada diri Anda

Apakah program diet yang Anda lakukan itu membantu Anda, dan tidak mengecewakan?  Apakah Anda yakin menjalaninya? Dan paling utama apakah bisa Anda terapkan seumur hidup?

Jika Anda melakukan pola makan sehat dan seimbang, pertanyaan-pertanyaan itu tidak perlu Anda jawab, dan hasilnya lebih sehat serta berat badan Anda lebih terpelihara.

Di postingan selanjutnya akan dibahas, pola diet sehat dan seimbang yang alami seperti apa.

Posted on 4 January 2014, in Health and Nutrition, kontroversi, Material, What you are eat and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: