Monthly Archives: December 2013

Waspada dini kesehatan ginjal anak

Dalam sistem ekskresi manusia, terdapat beberapa organ vital yang berfungsi sebagai organ filtrasi. Diantara organ-organ tersebut, ginjal salah satunya yang memiliki peran besar menjaga kesehatan manusia. Seperti yang telah kita ketahui bahwa ginjal berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, menjaga tekanan darah normal, mendukung pembentukan sel darah merah, membantu pembuangan zat sisa melalui urin, produksi hormon, dan membantu penyerapan mineral.

Kesehatan ginjal harus dijaga sejak dini, karena sudah banyak penyakit ginjal yang tidak hanya dialami orang dewasa tetapi juga remaja, tidak terkecuali anak-anak. Mengapa hal itu juga telah dialami anak-anak? Sebabnya belum diketahui pasti, namun beberapa pakar kesehatan menilai bahwa terjadinya penyakit ginjal pada anak-anak lebih didominasi akibat pola makan dan konsumsi air. Tetapi jika penyakit ginjal itu telah dialami sejak masih balita, kemungkinan besar karena faktor bawaan.

Sekarang ini Indonesia tengah diserang dengan modernisasi gaya hidup dari barat, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak Indonesia pun “dimanjakan” dengan hal tersebut. Fast food salah satu indikatornya. Cepat disajikan, cepat dimakan, dan disain cita rasa yang sangat enak membuatnya menjadi favorit anak-anak. Sehabis makan, anak-anak kita disuguhi minuman soda, manis, dan tinggi kalori yang seakan-akan telah menjadi air  minum pilihan utama anak-anak. Bagaimana tidak, di kantin-kantin sekolahpun kini menjajakan makanan dan minuman yang seperti itu, nugget, minuman manis, softdrink, dll.

Permasalahan utamanya, apakah kita sebagai orang tua tahu seberapa bahayanya hal itu? Jajanan yang dijual kandungan tinggi, sedangkan softdrink dan minuman berkarbonasi mengandung tinggi asam fosfat. Cenderung anak-anak yang memiliki pola makan dan konsumsi minuman seperti ini menempatkan air putih sebagai pilihan terakhir di daftar menu mereka. Dalam kadar normal sodium akan melewati ginjal dan dikeluarkan melaui urin, namun jika kadar asupan sodium berlebihan dapat menyebabkan penumpukan pada ginjal sehingga membentuk batu. Begitu pula zat asam fosfat yang ditemui di dalalm softdrink dan minuman berkarbonasi. Jika kadarnya berlebihan akan mengganggu keseimbangan kalsium dalam tubuh, kalsium akan dikeluarkan melalui urin sedangkan asam fosfat akan menumpuk. Ini sangat tidak baik bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, dan parahnya lagi jika ketidakseimbangan ini bila berlangsung lama akan mengganggu fungsi ginjal akibat asam fosfat yang mengkristal di ginjal.

Air putih yang belakangan ini dipahami sebagai salah satu zat gizi yang sering dilupakan orang-orang , seringkali dikaitkan dengan kesehatan ginjal. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa kebutuhan air putih anak pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa karena pada masa ini anak-anak cenderung sangat aktif sehingga juga membutuhkan banyak air untuk mengganti cairan yang keluar. Salah satu solusi mencegah penyakit ginjal pada anak adalah dengan konsumsi air putih yang cukup. Air putih yang cukup dinilai dapat mencegah terjadinya pengkristalan.

at least ajarkan anak-anak kita sejak dini minum teratur, segelas ketika bangun tidur, segelas sehabis sarapan, satu botol (600 ml) dibawa ke sekolah, segelas sehabis makan siang, segelas sehabis makan malam, dan segelas sebelum tidur, sisanya dapat dikonsumsi sesuai kondisi anak misalnya sehabis bermain ataupun saat haus. Sebagai orang tua, promosikan hal tersebut, karena layaknya anak-anak sebagai aset bangsa, ginjal adalah aset bagi masa depan mereka. Mari kita menjaganya

#AmazingKidneys @DanCommunityID

http://www.kidney-facts.com

Lowongan kerja: RSI Jakarta Cempaka Putih

RSIJ Cempaka Putih foto: http://www.iftfishing.com

Berdasarkan informasi dari teman dan sudah diklarifikasi di situs yang bersangkutan, menginformasikan bahwa Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih membuka lowongan kerja untuk beberapa posisi dokter spesialis dan tenega kesehatan lainnya. Berikut rinciannya:

1.Dr spesialis p. dalam (3 org)
2.Dr spesialis bedah umum (2 org)
3.Dr spesialis THT (1 org)
4.Dr spesialis mata (2org)
5.Dr spesialis radiologi (2 org)
6.Dr spesialis kulit klamin (2 org)
7.Dr spesialis rehabilitas medis (2 org)
8.Dr spesialis obgyn (2 org)
9.Dr spesialis urologi (1 org)
10.Dr spesialis cardiologi (2 org)
11.Dr spesialis ortopedi (1 org)
12.Dr umum (11 org)
13.Dr gigi umum (1 org)
14.Perawat (136 org)
15.Perawat gigi (1 org)
16. bidan (6 orng)
17.Refraksionis (2 org)
18.Fisioterapi (2 org)
19.Radiografer (2 org)
20.Apoteker (5 org)
21.Asisten apoteker (36 org)
22.Teknisi bank darah (1 org)
23.Analis kesehatan (5 org)
24.D3 rekam medis (3 org)
25.D3 tehnik medik (1 org)
26.Smk tehnik listrik (1 org)
27.Smk tehnik bangunan (1 org)
28.Smk broadcast (2 org)
29.D3 manajemen keuangan (5 org)
30.S1 hukum (2 org)
31.S1 kesehatan masyarakat (1org)
32.D3 perumah sakitan (6 org)
33.D3 manajemen informatika (3 org)
34.Programer (1 org)
35.Ahli gizi (4 org)
36.Smk akutansi (1org)
37.S1 akutansi (1 org)
38.D3 akutansi (3 org)
39.S1 komputer (1 org)
40.Pramusaji (5 org)
41.Smu/smk sederajat (25 org)
Untuk persyaratannya :
1. Usia maks: -dr spesialis 40thn
-dr umum 35thn
-S1 min30thn
-D3 min 27thn
-SMA sdrjt 25thn
2.Berat dan tinggi proposional,tinggi wanita 155 laki2 160cm
3.Lamaran disampaikan ke tim penerima RS.ISLAM JKT

Anda bisa mendaftar melalui:
A.website di http://www.rsi.co.id/ atau keterangannya di http://www.rsi.co.id/index.php/updates/informasi/341-lowongan-kerja-di-rs-islam-jakarta-cempaka-putih
B.E-mail
C.kirim lngsng ke RS.ISLAM JKT
4. Kelengkapan dokumen: SRT lamaran,CV,foto copy ijasah&sertifikat,STR(medis kesehatan lain) KTP, KK, SKCK, akte anak dan foto 4×6 2 lmbr
5. Lamaran paling lambat tgl 2 januari 2014

Semoga bermanfaat

Gizi semasa hamil

Gizi ibu hamil sangat perlu diperhatikan, untuk generasi yang lebih sehat

Masih dalam rangka hari ibu, pembahasan kali ini tentang peran gizi pada masa kehamilan. Mungkin semua perempuan yang berkeluarga sangat ingin memiliki anak, merawat dan membesarkan mereka, dan bermain bersama anak-anak mereka. Alangkah menyenangkannya jika setiap perempuan diberi karunia oleh Allah dengan seorang anak yang sehat, aktif, sempurna secara fisik (-tanpa cacat), dan cerdas secara akademik dan kreatifitas. Sebenarnya telah ada cara yang secara ilmiah dan alamiah untuk mencapai itu semua, yaitu dengan GIZI.

Mengapa gizi sangat penting? Gizi sangat diutamakan sebelum, selama, dan setelah kehamilan dan sangat penting dibandingkan fase kehidupan lain. Ada hubungan yang jelas antara perkembangan janin dengan diet ibu selama kehamilan.

Ibu dengan konsumsi makanan yang adekuat dan bergizi sewaktu hamilnya biasanya melahirkan bayi dengan kondisi kesehatan yang sangat baik. Di sisi lain, ibu dengan status gizi kurang pada masa kehamilannya atau status gizi normal tetapi makan makanan yang berkualitas gizi rendah akan meningkatkan kesempatan anak lahir tetapi secara fungsional prematur, berat dan/atau panjang lahir rendah, immature, atau bahkan cacat. Ini berarti pada dasarnya ibu makan bukanlah untuk dirinya seorang, tetapi untuk janinnya juga. Gizi yang berkualitas baik menjaga ibu agar senantiasa dalam kondisi yang kuat, sehat, dan berstatus gizi baik, sedangkan untuk anak agar janin tumbuh baik sesuai waktunya, serta perkembangan otak dan organ penting lainnya sempurna.

Ada peningkatan kebutuhan untuk beberapa zat gizi ketika masa kehamilan, misalnya ibu memerlukan zat besi yang cukup dalam dietnya untuk mencegah anemia. Ibu anemia meningkatkan risiko premature, janin gagal tumbuh, dan berat badan lahir rendah (bblr). Ini memunculkan kesimpulan bahwa ketergantungan manusia terhadap gizi optimal dimulai sejak dalam kandungan, karena dengan gizi optimal akan terbentuk janin dengan pertumbuhan yang optimal pula. Janin yang optimal pertumbuhannya menurunkan risiko bblr, premature, dan lahir cacat, serta risiko stunting seiring dengan bertambahnya usia. Maka tidak heran mengapa fokus pemerintah untuk menurunkan stunting adalah intervensi yang dimulai pada masa konsepsi (-program SUN).

Asupan makanan ibu harus diprioritaskan dalam artian bagaimana dia bisa mencapai kebutuhan gizinya. Kebiasaan diet ibu juga akan menentukan cadangan zat gizi yang akan dimilikinya, ini penting untuk menutupi kekurangan makanan/zat gizi jangka pendek. Cadangan zat gizi yang cukup karena periode selama perkembangan janin adalah periode yang paling sensitif terhadap zat gizi. Biasanya terjadi organogenesis, yaitu beberapa minggu pertama setelah konsepsi ketika seorang wanita mungkin tidak tahu dia hamil sehingga tidak akan mungkin untuk menyesuaikan kebiasaan diet nya. Masalah kemudian yang muncul adalah, tidak semua ibu-ibu yang ingin dan sedang hamil mengetahui pentingnya gizi apalagi tentang kebutuhan gizi mereka. Sederhana adalah, makan makanan yang sehat selama kehamilan, jangan menjalankan diet untuk menurunkan berat badan, cukup porsi dan frekuensinya, dan hindari makanan junk food, serta rajin bergerak/olahraga ringan. Sambil melakukan itu semua, pantau kondisi tubuh anda dan lihat hasil kenaikan berat badan anda di tiap akhir trimester dan evaluasi jika tidak sesuai.

Memang ciri yang paling mudah untuk melihat ibu tercukupi kebutuhan gizinya hingga akhir kehamilan adalah kenaikan berat badannya. Kurang lebih ibu yang sehat mengalami kenaikan berat badan sekitar 10-18 kg. Pengukuran ketebalan lipatan kulit tidak berguna karena tidak memprediksi komposisi tubuh total ibu hamil, dan tidak ada standar acuan untuk hasil janin. Kenaikan berat badan tersebut disebut kenaikan berat badan gestasional. Kenaikan berat badan gestasional normalnya berasal dari peningkatan jaringan lemak ibu dan janin serta rentensi air. Karena itu jika bisa mencapai berat badan yang direkomendasikan pada akhir trimester kehamilan, semakin baik bagi pertumbuhan janin dan kelancaran kehamilan. Secara spesifik, kenaikan berat badan hingga akhir kehamilan berbeda tergantung status gizi ibu. Untuk ibu yang underweight pada awal kehamilan harus naik sekitar 12-18 kg, status gizi normal (11-15 kg), overweight (7-11 kg), dan obes (tidak lebih dari 7 kg). Sehingga sangatlah penting bagi calon-calon ibu yang memang merencanakan kehamilannya dengan baik untuk mengukur status gizinya (IMT) dan mengikuti perkembangan kenaikan berat badan setiap bulannya.

pregnan1

Terakhir, untuk melengkapi asupan gizi yang berkualitas, penuhi zat-zat gizi mikro ibu hamil. Mineral dan vitamin sangatlah penting untuk perkembangan organ dan otak si kecil nantinya. Kebutuhan energi ditambah 300 kkal. Konsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks dan pati sebagai sumber energi (60-70% dari total kalori). Asupan lemak sekitar 20-25% dari total kalori, lemak juga berfungsi untuk absorpsi vitamin dan membuat rasa kenyang tahan lama, pilih lemak yang sehat. Kebutuhan protein ditambahkan sekitar 10 gr dari 10-15% kebutuhan protein dari total kalori. Protein baik untuk membangun jaringan dan sel. Serat sekitar 25-35 gram per hari, untuk menjaga kestabilan gula darah sehingga bisa mencegah diabetes gestasional. Kebutuhan air juga harus diperhatikan, 8-12 gelas perhari. Diperlukan untuk menjaga suhu tubuh, dan membantu membawa zat-zat gizi ke semua sel. Selanjutnya untuk kebutuhan spesifik gizi mikro bisa dikonsultasikan ke ahli gizi dan dokter kandungan Anda.

pregnan2

 Sumber: dari perkuliahan penilaian status gizi dr. Detty

Selamat Hari Ibu 2013

Refleksi hari ibu

Tanggal 22 Desember kita peringati sebagai Hari Ibu, hari dimana paling tidak bisa “mengingatkan” kembali kepada kita sebagai anak tentang hakikat mencintai beliau dan membaktikan diri kepadanya terlebih di masa tuanya. Dalam renungan itu, saya berfikir, hal apa yang bisa diberikan kepadanya paling tidak dalam peranan sebagai orang kesehatan dan orang gizi.

Masalah kesehatan di Indonesia sampai sekarang semakin kompleks dan berat untuk diselesaikan. Yang paling miris adalah tingginya kematian Ibu yang melahirkan, tidak terawasinya kondisi mereka pasca melahirkan, dan tidak difasilitasinya masa ketika hendak menyapih anak-anak mereka. Padahal seorang ibu memiliki peranan luar biasa bagi keluarga. Beliau sebagai seorang dokter yang menyembuhkan dengan kasih sayangnya, psikolog yang meneduhkan dengan kelembutannya, dan guru yang mengajarkan dengan sifat bijaknya.

Alhmdulillah Ibu saya telah melewati semua itu, anak-anak sudah besar dan risiko akibat melahirkan dan selama merawat anak-anak dan mengenalkan dunia kepada mereka telah dilewati semua. Namun fase kerentanan terhadap penyakit-penyakit akan selalu ada, karena memang kaum perempuan adalah kelompok berisiko pada semua fase kehidupan/usia.

Saat ini masanya beliau memasuki masa dimana penyakit-penyakit degeneratif sangat rentan menghampiri. Di saat jauh seperti ini, sangat sedih rasanya tiap kali mengetahui beliau sakit, dan ingin membersamainya walau sesaat, hingga beliau sembuh. Pernah suatu ketika mendapatkan kabar beliau sedang sakit akibat penyumbatan pembuluh darah, pernah juga batu empedu, dan yang paling sering maag akut yang membuatnya sangat kesakitan. Saya sedih dengan semua itu. Apa yang bisa saya lakukan? Hanya memberikan beberapa anjuran terkait menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat yang seharusnya. Setiap mengetahui kondisi beliau, saya berupaya untuk menuliskannya dalam naskah yang mudah dipahami tentang kesehatan, serta pola makan terkait penyakit/gejala yang beliau alami. Sebagai orang gizi, apalagi yang lebih membahagiakan selain dapat menjaga dan memelihara kesehatan orang tua dan semua anggota keluarga dirumah. Tidak ada lagi! karena memang sudah sunnatullah hal demikian terjadi, disamping selalu mendoakan beliau agar senantiasa diberikan kesehatan. Adapun promosi ke masyarakat, itu adalah tanggungjawab moral sebagai manusia sosial dan harus dilakukan.

Sungguh benarlah kutipan perkataan seseorang di sebuah buku, “bahwa ibu kita ada dan dengan sabar merawat kita untuk melihat kita tumbuh menjadi dewasa sedangkan disaat kita dewasa, kita dengan sabar merawat ibu untuk melihatnya tua, lemah, dan sakit”. Semoga beliau senantiasa diberikan kekuatan dan sugesti untuk selalu sehat dalam setiap kondisi. Di saat yang bersamaan, ibu dari sahabat saya juga sedang sakit, dan semoga beliau diberi kesembuhan. Amiin.

Dari Yogyakarta, Happy Mom’s day…

loved ones

loved ones

Bukan lemak yang harus diwaspadai, tapi gula, khususnya fruktosa…

cek label makanan dan minuman yang dibeli, utamanya kadar fruktosanya.

cek label makanan dan minuman yang dibeli, utamanya kadar fruktosanya.
sumber: http://www.wikihow.com

Pernahkan anda ketika berbelanja di supermarket menemui berbagai jenis makanan yang berlabel fat-free atau “bebas lemak”. Sekilas produk itu menarik perhatian bagi mereka yang sedang menjalankan diet, berusaha menurunkan berat badan, atau yang sangat takut menjadi gemuk. Namun ternyata bagi orang yang ingin menurunkan berat badan harus lebih mencemaskan suatu zat dibandingkan lemak itu sendiri yaitu gula.

Diantara molekul gula, terdapat 2 jenis yang paling sering kita konsumsi yaitu glukosa yang tidak terlalu manis dan fruktosa yang sangat manis. Glukosa dan fruktosa sangat berbeda, baik dalam hal fungsi, maupun penyimpanannya/proses metabolismenya.

Glukosa diperlukan untuk proses metabolisme, setiap organisme hidup di planet dapat mencerna, menyerap, dan memetabolisme glukosa karena itu glukosa disebut juga sumber energi dari kehidupan. Jika tubuh kekurangan glukosa, maka sel tubuh membuatnya melalui mekanisme metabolik. Sekitar 80% kabohidrat yang dikonsumsi dalam hal ini glukosa dimetabolis oleh organ-organ vital, dan 20% nya oleh liver. Sebagian besar sumber karbohidrat yang kita makan mengandung glukosa. Glukosa yang dikonsumsi langsung memasuki aliran darah, dan tubuh melepaskan insulin untuk mengaturnya dan mengontrol gula darah. Glukosa yang tidak digunakan sebagai energi akan disimpan setelah sebelumnya diubah menjadi bentuk glikogen melalui proses glikoneogenesis. Glikogen disimpan di otot dan hati. Ketika tubuh memerlukan energi, hati mengubah kembali glikogen menjadi glukosa untuk selanjutnya masuk kedalam membran dan memproduksi energi (siklus kreb).

Fruktosa adalah salah satu jenis monosakarida disamping glukosa dan galaktosa. Fruktosa juga langsung masuk aliran darah ketika dicerna. Apa beda dengan glukosa?

Untuk fruktosa, sejumlah kecil yang dikonsumsi tentu tidak akan menjadi masalah, seperti yang ditemukan pada sebagian besar sayur dan buah. Itu bukanlah hal yang buruk, bahkan sangat membantu untuk mengembalikan kadar glukosa tubuh normal. Namun jika terlalu banyak, akan membahayakan kesehatan.

Fruktosa berbeda glukosa, 100% hanya dapat dimetabolis di liver sehingga jika konsumsi fruktosa ini berlebihan tentu akan membebani liver karena fruktosa memang diproses di hati ketika dikonsumsi. Jika terlalu banyak, maka hati kita tidak cukup cepat memprosesnya untuk digunakan sebagai gula, akibatnya mulailah terbentuk lemak dari fruktosa yang selanjutnya akan diteruskan di aliran darah dalam bentuk trigliserida. Bahayanya, terlalu banyak trigliserida meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah, fruktosa menghalangi sistem sinyal nafsu makan, dan bisa menyebabkan resistensi insulin. Inilah yang menjelaskan keterkaitan antara fruktosa dengan kenaikan berat badan dan diabetes meliitus. Fruktosa sedikit mirip dengan alkohol, dapat menjadi racun pada liver. Alkohol memetabolisme lemak, begitu juga dengan fruktosa namun terjadi dalam waktu lama.

restoran cepat saji banyak menyediakan minuman sumber fruktosa sumber: http://www.wikihow.com

restoran cepat saji banyak menyediakan minuman sumber fruktosa
sumber: http://www.wikihow.com

Didukung oleh sebuah penelitian, terhadap tikus yang diberikan glukosa dan dibandingkan dengan tikus dengan kadar fruktosa yang sama. Hasilnya sekitar 86% terjadi peningkatan kadar trigliserida pada tikus yang diberikan fruktosa, sedangkan yang diberikan glukosa tidak memnunjukkan kenaikan yang signifikan.

Jika dilihat penyakit-penyakit yang mungkin timbul akibat paparan alkohol, seperti dislipidemia, tekanan darah tinggi, obesity, disfungsi hati, dan efek adiksi. Penyakit yang mungkin muncul akibat paparan fruktosa seperti tekanan darah tinggi, dislipidemia, obesity, dan kebiasaan (meskipun bukan karena efek adiksi). Fruktosa dan alkohol secara alami menyediakan energi. Jika dalam keadaan yang sangat lapar, misalnya sehabis lari marathon, fruktosa dan alkohol (di negara-negara barat) dapat melakukan re-build energi sehingga tubuh menjadi kembali bertenaga. Tetapi jika tidak sedang dalam keadaan lapar, tidak sedang lari marathon, tidak melakukan aktivitas fisik berat lalu mengonsumsi fruktosa dan alkohol, akan dirubah menjadi liver fat dan kadang bersifat racun.

Sumber yang paling banyak mengandung fruktosa adalah soft drink, sirup, dan minuman rasa buah-yang kadang kita menganggapnya sehat, beberapa sayur dan buah. Hindari soft drink, es teh kemasan, dan sebagian besar minuman manis yang mengandung tinggi fruktosa. Ganti gula anda dengan madu karena madu memiliki rasio perbandingan yang sama antara glukosa dan fruktosa.

Sumber:

Prof Lustig youtube video (The Skinny obesity: about sugar)

Kaumi T et al., VLDL triglyceride kinetics in Wistar fatty rats, an animal model of NIDDM: effects of dietary fructose alone or in combination with pioglitazone. 1996.