Daerah suburban sebagai “lahan basah” penyumbang obesitas


obesitas menjadi masalah nasional

obesitas menjadi masalah nasional

Obesitas kini tidak dapat lagi dikatakan sebagai faktor resiko melainkan justru sebagai sebuah penyakit yang memiliki patofisiologi tersendiri, selain itu dampaknya terhadap kesehatan sangatlah merugikan. Banyak faktor penyebab obesitas diantaranya pola makan yang salah, sedentary activity, obesogenic (lingkungan yang bisa menyebabkan obesitas), defisiensi mikronutrien, dan penyakit infeksi. Dalam 20 tahun terakhir, kenaikan obesitas di negara-negara berkembang meningkat hingga 3 kali, sebagian besar dari mereka sudah mulai mengadopsi gaya hidup orang barat. Sebagai contoh di Algeria dimana obesitas pada anak sekolah terus meningkat, yang menjadi penyebabnya adalah sedentary behavior, kurang aktivitas fisik, pola konsumsi energi, lemak, dan serat yang tidak seimbang, serta status obesitas pada orang tua, lantas bagaimana di Indonesia?

Di Indonesia, prevalensi obesitas tidak lagi hanya terjadi di perkotaan melainkan juga di pedesaan. Kini banyak desa-desa telah menjadi daerah suburban yaitu daerah transisi antara desa dan kota sehingga terdapat pula perubahan gaya hidup dari pola “ndeso” menjadi gaya hidup “ke-barat-barat-an” atau kebiasaan menetap (sedentari). Sekarang ini di daerah urban dan suburban telah banyak masyarakat yang tidak lagi menyukai berjalan kaki, sebagian besar anak sekolah menggunakan bus atau diantar ke sekolah dibandingkan dengan naik sepeda atau jalan. Berjalan kaki ke sekolah bukan merupakan pilihan yang tepat mereka oleh karena alasan keamanan dan jarak. Jadi bisa dikatakan bahwa kebiasaan sedentari merupakan gaya hidup yang sangat kurang melakukan aktivitas fisik. Dari hasil penelitian Arundhana (2010) bahwa aktivitas fisik yang kurang lebih banyak mengalami obesitas dibandingkan dengan orang yang aktivitas fisiknya cukup. Sudah jelas bahwa aktivitas fisik dapat menjadi faktor penyebab langsung obesitas, jika terjadi ketidakseimbangan intake melalui pola makan yang berlebihan serta pembakaran kalori yang kurang melalui aktivitas fisik yang ringan dalam kurun waktu yang relatif lama akibatnya terjadi penumpukan lemak dibawah kulit yang akhirnya menjadi obesitas. Aktivitas fisik yang kurang menyebabkan simpanan energi yang semakin berlebih dalam tubuh.

Perlu diketahui bahwa masyarakat di daerah suburban tidak lagi bekerja sebagai petani, nelayan, peternak, tukang kebun, melainkan sudah beralih ke pekerjaan yang tidak lagi mengedepankan aktivitas fisik melainkan skill dan pemikiran seperti guru atau pengajar, pegawai, pedagang, atau pengusaha. Profesi-profesi tersebut memang memiliki kesibukan yang sangat padat, sehingga kemungkinan besar tidak memiliki waktu untuk berolahraga. Disamping itu jarak rumah dengan kantor mereka tidak terlalu jauh dan hampir semua profesi tersebut telah memiliki kendaraan pribadi yang digunakan ke kantor. Sebagian dari mereka aktivitasnya selama di kantor hanya duduk, setelah pulang mereka merasa lelah dan langsung istirahat akibatnya waktu untuk melakukan aktivitas fisik memang sangat kurang. Padahal tidak aktif secara fisik berbahaya bagi tubuh, karena fisik yang tidak aktif menyebabkan penumpukan kalori yang jika dibiarkan akan memicu obesitas. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian Arundhana (2010), sebagian besar orang obes memang melakukan aktivitas fisik yang kurang (p<0,05). Duduk terlalu lama membuat tubuh mulai mematikan fungsi level metabolisme, saat otot-otot (terutama otot besar untuk bergerak seperti otot kaki) menjadi tidak bergerak maka sirkulasi akan melambat dan tubuh akan membakar kalori lebih sedikit selain itu duduk seharian juga dapat menurunkan aktivitas enzim lipoprotein lipase yang bertugas memecah lemak.

Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi/kampanye anti obesitas yang bertujuan agar informasi terkait masalah kegemukan serta cara mencegahnya dapat diketahui oleh masyarakat khususnya di desa dan daerah suburban. Seperti yang dilakukan baru-baru ini oleh first lady Amerika yang melakukan kampanye anti-obesity dengan melakukan olahraga dan aktivitas fisik. Dapat di lihat disini

  1. http://news.detik.com/read/2013/02/24/134306/2178087/1148/video-michelle-obama-berjoget-rancak-laris-ditonton?nd772205mr
  2. http://www.youtube.com/watch?v=Hq-URl9F17Y&feature=endscreen
  3. http://www.youtube.com/watch?v=TimvpO7TZMA
  4. http://www.youtube.com/watch?v=XoX9qXBP0Bs
  5. Source http://www.letsmove.gov/

Posted on 26 February 2013, in Health and Nutrition, Material, Nutrition Problem and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: