Monthly Archives: December 2012

Job vacancy: PT SO GOOD FOOD

Perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang berkembang pesat dan menjadi leader dalam industri penyedia makanan serta memiliki cabang-cabang di seluruh Indonesia dan Regional Asia, saat ini membuka kesempatan anda untuk mengisi posisi :

NEW PRODUCT DEVELOPMENT MANAGER
Jakarta Raya

Requirements:

  • Bachelor degree in Food Science / Technology

  • Having minimum 5 years experience as Product Development at Consumer Goods Industry
  • Independent, good analytical thinking, problem solving and decision making skills
  • Having proven effective leadership and team work
  • Having deep knowledge about food or beverages processing and material
  • Fluent in English speaking & writing

If you are interest with above vacant position and meet with the requirements, please send your application letter and CV with recent photograph) to: 

 
recruitsgf2013@gmail.com
Subject : NPD – HO
or via post :
Up. Regen Said
PT. SO GOOD FOOD
Grha Praba Samanta
Daan Mogot Km 12 No. 9, Cengkareng – Jakarta Barat 11730
Interview and selection process will be held at Jakarta
Advertisements

Refleksi Hari Ibu: Anda Yang Menilai, Patutkah Kita Berterima Kasih?

Tidak ada kemaknaan dihari ini melebihi kebersamaan dengan ibu. Beliau orang yang memberikan kepeduliaan sejak dalam kandungan, merawat kita di tempat suci itu selama 270 hari, lalu ketika terlahir di dunia, tanpa ragu memberikan kita imunitas tak ternilai dengan pendekatan emosional ibu dan anak dengan inisiasi menyusui dini (IMD). Setelah itu Selama 180 hari ibu memberikan program ASI eksklusif dan berlanjut hingga hari ke-1000 awal kehidupan kita di dunia disertai dengan makanan pendamping asi.

Setelah dua tahun penyapihan dengan kasih sayang itu, ibu-ibu kita melanjutkan dengan memberikan semua hal guna pertumbuhan dan perkembangan kita secara keseluruhan. Tanpa ada sangsi, gengsi, ibu akan berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan gizi, kenyamanan, dan kesehatan kita. Hari-hari kita kemudian berlanjut dengan mengonsumsi makanan layaknya orang dewasa dari makanan yang di masak ibunda terkasih. Fase kehidupan ini adalah masa transisi awal dimana kita akan mengenal makanan dengan rasa dan tekstur yang baru. Kebutuhan gizi kita meningkat, setidaknya sekitar 1000-1400 kkal perhari harus terpenuhi belum lagi kebutuhan zat gizi mikro yang sangat penting perannya, dan beruntungnya, sentuhan ibu yang peduli dengan kehidupan kita akan bisa memenuhi kebutuhan itu.

Mencapai fase usia sekolah, kita semakin aktif, semakin tumbuh dan berkembang baik secara psikomotorik maupun fisik yang nampak. Peran siapakah? Ya itu adalah peran ibu-ibu kita hingga fase transisi akhir. Apakah berhenti sampai disitu? Jawabannya Tidak. Beliau yang semakin bertambah usia masih tetap memberikan rasa kepedulian kasih sayangnya yang tak terhingga, membuatkan bekal sarapan, memandikan kita dengan harapan kita menjadi bersih,sehat, mengantar lalu menjemput di sekolah, menyuruh kita tidur siang, mengajarkan kita makan makanan bervariasi, mencukupkan istirahat kita pada hari itu, dan banyak kepedulian kasih sayang yang ibu-ibu kita berikan. Hal itu terus berlanjut seiring pertumbuhan kita hingga menjadi remaja.

Kehidupan remaja. Tak hentinya, ibunda terkasih menegur ketika kita tidak makan dengan alasan ingin menjaga body image, selalu diet ketat agar tidak gemuk, dan merasa sedih ketika kita jatuh sakit dengan pola-pola makan yang salah seperti itu. Kasih sayangnya pun berlanjut pada fase kehidupan ini, di rumah makanan yang bergizi, banyak sayur dan buah selalu tersedia. Kita terus diperingatkan bahwa untuk menjaga agar tidak gemuk tidak mesti dengan melakukan pola seperti itu, cukup dengan pola bergizi seimbang dapat menjaga ke-ideal-an tubuh kita (remaja-red). Pola bergizi seimbang itu dengan makan bervariasi, sering melakukan aktivitas olahraga dan menjaga tubuh kita senantiasa aktif bergerak, menjaga pola hidup sehat (tanpa rokok, alkohol,dll), dan sering mengontrol berat badan.

Fase remaja akhir, perhatian ibu kita justru tidak surut, beliau memberlakukan syarat pranikah demi menjaga kesehatan mental psikis dan masa depan kita. Jangan melakukan sex bebas, fisik ideal kita harus terpenuhi yang ditandai dengan berat badan ideal, lingkar lengan atas cukup (>22,9 cm), dan cukup usia, larangan merokok, dan senantiasa berolahraga. Bagi kita cukup berat, tapi….. Ya ini penting dan ibu tahu itu. Beliau memahamkan bahwa (diluar konteks agama) free sex meningkatkan risiko penyakit menular seksual (PMS). Fisik ideal akan menciptakan masa depan kesehatan bagi kita dan keturunan kita, jika kita-sebelum menikah-memiliki fisik yang kurus, kurang gizi, maka anak-anak kita akan lahir dengan kondisi yang rentan dengan gizi kurang pula atau setidaknya pertumbuhan dalam janin akan terhambat. Maukah kita?

Itulah Ibu, kepedulian maksimal sejak dalam kandungan hingga masa kedewasaan kita, bahkan setelah kita menikah dan berkeluarga kepedulian beliau tak surut, anak-anak kita pun diperhatikan selayaknya kita dahulu. Beliau paham betul akan kesehatan kita sekeluarga. Saat ini, ketika kita semua berdiri di masing-masing perahu berlatar belakang berbeda, tapi penyikapan kepada ibu kita sama, yaitu kebaikan untuknya. Disaat dalam kandungan, lahir, hingga meranjak dewasa, kasih sayangnya tak henti. Beliau menjalani hidup untuk melihat kita tumbuh, sedangkan kita membalaskan kebaikannya untuk melihat beliau menjadi tua dan sakit karena itu, berikanlah hal terbaik kepada ibu kita. Catatan kali ini dalam rangka memperingati HARI IBU tanggal 22 desember 2012. Terima kasih ibu, engkaulah wujud kepedulian untuk kita, yang tak henti menghiasi kehidupan kita.

my beloved mom n sister

my beloved mom n sister

 My devotion for you, always.

Kegemukan – New World Syndrome

Sebagian besar “orang-orang dulu” atau yang kini menjadi orang-orang tua kita memiliki gaya hidup “tradisional” yang dilakukannya dari dulu hingga sekarang. Karena gaya hidup seperti itulah banyak diantara mereka terlihat tidak gemuk atau kurus sama sekali. Berdasarkan penelitian Brown (1991), tidak adanya kasus obes pada populasi tipe pemburu-pengumpul karena pada masa itu keluaran energi sangat tinggi dan ketersediaan makanan masih jarang, tidak seperti sekarang. Namun seiring dengan perjalanan waktu, di sebagian besar populasi-terutama di negara maju-telah terjadi “modernisasi” besar-besaran dan memberikan dampak awal pada lingkungan dan pada gaya hidup dalam 50-60 tahun terakhir. Aspek-aspek tersebut adalah:

  • Transportasi – terjadi peningkatan pemilikan kendaraan bermotor secara dramatis, hal ini berarti bahwa semakin banyak orang yang memiliki kendaraan pribadi, meski berpergian dengan jarak dekat lebih memilih untuk menggunakan kendaraan tersebut dibandingkan bersepeda atau jalan kaki.
  • Di rumah – Saat ini banyak peralatan rumah tangga yang sangat memudahkan pekerjaan rumah tangga. Misalnya alat memasak rumah tangga, membuat proses memasak lebih hemat waktu dan tenaga. Begitu pula dengan alat membersihkan rumah, tidak lagi menggunakan sapu untuk atau lap untuk membersihkan debu dan kotoran rumah, tetapi vacuum cleaner membuat rumah bersih lebih cepat dan mudah. Jika orang dulu mencuci pakaian dengan menyikat, menggosok, memeras pakaian kini dipermudah dengan bantuan mesin cuci otomatis, mulai dari cuci hingga mengeringkan pakaian.
  • Tempat umum – Penyediaan fasilitas umum yang membuat orang lebih sedikit gerak, misalnya tersedianya lift, escalator di berbagai sarana umum. Bahkan membuka pintu pun saat ini sudah otomatis. Semuanya di disain untuk mempermudah manusia sehingga efektif dalam waktu akan tetapi membuat lebih banyak energi yang tersimpan.
  • Gaya hidup sedentari – Pola hidup sedentari meliputi kebiasaan menonton televisi, bermain video games, menggunakan computer, kebiasaan duduk yang lama, bahkan menggunakan media komunikasi telepon genggam seperti mengirim pesan dan menelpon termasuk perilaku sedentari. Tidak sama dengan 10-15 tahun yang lalu, saat ini semua device tersebut sangat mudah dan murah untuk didapatkan. Gaya hidup sedentari juga dikaitkan dengan kebiasaan mengemil, karena cenderung orang-orang yang memiliki waktu nonton televisi lebih lama akan disertai dengan mengonsumsi makanan ringan yang mengandung energi dan lemak.
  • Tinggal di daerah urban (kota) – di daerah perkotaan negara-negara yang makmur, anak-anak, wanita, dan orang tua akan enggan untuk keluar malam hari karena alasan ketakutan akan keamanan mereka. Anak-anak juga cenderung takut untuk bermain diluar bagi yang tinggal di daerah kota karena risiko bahaya di jalanan. Sehingga bagi sebagian besar masyarakat diperkotaan untuk mengisi waktu luang, mereka pergi menggunakan kendaraan untuk jalan-jalan dibandingkan melakukan kegiatan fisik seperti olahraga rutin.
  • Tinggal di daerah suburban (/pinggiran kota) – didaerah suburban telah terjadi transisi lingkungan, dimana yang awalnya masih di dominasi dengan kendaraan yang menggunakan tenaga fisik seperti sepeda kini mengalami pertumbuhan jumlah kendaraan yang cukup dramatis. Perubahan pola makan juga terjadi dengan berkembangnya minimarket, restoran fast food, dan jajanan tidak sehat.
  • Tinggal di daerah rural (desa) – Peningkatan obesitas di perkotaan memang terjadi secara signifikan, dan prevalensi obesitas di perkotaan masih lebih banyak dibandingkan di pedesaan. Namun bukan berarti tidak terjadi peningkatan obesitas di pedesaan, justru kenaikan obesitas di daerah pedesaan sangat ekstrim dibandingkan di perkotaan. Hanya karena pada awalnya kasus obesitas di pedesaan hampir tidak ada, sehingga peningkatan ekstrim tersebut masih terlihat kecil. Menurut penelitian Hodge et al., (1994) bahwa terjadi kenaikan prevalensi obesitas sekitar 297% pada laki-laki dan 115% pada perempuan pada masyarakat pedesaan di daerah Samoa barat.

Kini makanan berlebih dan pengeluaran energi secara keseluruhan pada kehidupan modern menjadi lebih sedikit karena modernisasi tersebut. Proses modernisasi dari beberapa aspek tersebut nyata terjadi di negara-negara berkembang tidak terkecuali di Indonesia. Perlu diketahui bahwa beban ganda masalah gizi ada di hadapan kita semua, dan menjadi pekerjaan rumah yang berat untuk diselesaikan. Saat ini kasus gizi buruk telah berkurang dengan signifikan tetapi masih tetap banyak, sedangkan kasus gizi lebih yang ditandai dengan berat badan berlebih bertambah dengan signifikan dan diprediksi akan menjadi banyak seiring waktu berjalan. Pada tahun 2010 peningkatan obesitas terjadi secara ekstrim, dan kita ketahui bahwa obesitas menjadi gelombang awal untuk masuk dalam ranah klasifikasi non communicable disease atau penyakit tidak menular, inilah yang disebut “New world syndrome” yang menjadi perhatian secara global baik di negara maju maupun negara berkembang.

Referensi :

  1. WHO Consultation (2000). Obesity: Preventing and managing the global epidemic. Report of WHO. Geneva.
  2. Brown PJ. (1991). Culture and the evolution of obesity. Human nature, 2:31-57.
  3. Hodge AM. et al. (1994). Dramatic increase in the prevalence of obesity in Western Samoa over 13 year period 1978-1991. International Journal of Obesity and Related Metabolic Disorders, 18: 419-428.

Kopi Gajah Geser Kopi Luwak sebagai Kopi Termahal

dikutip dari http://www.maccashare.com/kopi-gajah-geser-kopi-luwak-sebagai-kopi-termahal/

Kopi luwak pernah disebut sebagai kopi termahal di dunia. Per pound (satu pound sama dengan 0,45 kg), kopi luwak dihargai sekitar 100 dollar AS-600 dollar AS. Namun, kepopuleran kopi luwak kini mulai tergeser oleh kehadiran kopi jenis lain di pasaran. Sebut saja namanya “kopi gajah”, meskipun kopi ini punya nama komersial Black Ivory Coffee. Kopi gajah ini dihasilkan melalui proses yang sama dengan kopi luwak. Gajah-gajah yang hidup di Golden Triangle Asian Elephant Foundation, sebuah program konservasi gajah di Thailand, diberi makan biji kopi. Setelah biji kopi itu dicerna dan dikeluarkan melalui kotoran gajah, para petani “memanen” kopi tersebut. Setelah itu kopi dibersihkan, dan diproses menjadi kopi giling. Katanya sih, kopi gajah ini memiliki aroma yang tak kalah dahsyat dibanding kopi luwak. Aromanya campuran antara wangi bunga dan cokelat. Citarasanya bak tingkatan dalam parfum, mengandung beberapa tahap. Diawali dengan rasa cokelat susu, kacang, lalu tanah dengan semburat rasa rempah dan redberry.

Kopi gajah penyaing kopi luwak

Cita rasa kopi gajah ini ada kaitannya dengan proses pencernaannya di perut gajah. Selama dicerna, enzim dari gajah akan memecah protein kopi tersebut. Nah, karena protein merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan tingkat kepahitan pada kopi, makin sedikit proteinnya, semakin memudar tingkat kepahitannya. Bagaimana soal harganya? Apakah kopi gajah ini juga lebih hebat daripada kopi luwak? Anda pasti langsung shock jika memasuki kedai kopi di sana. Biji kopi gajah ini dihargai 1.100 dollar AS per kilogram. Dengan harga tersebut, biji kopi gajah ini resmi jadi kopi termahal di dunia saat ini. Namun, per cangkirnya diperkirakan akan dihargai 50 dollar AS. Black Ivory Coffee merupakan kopi olahan istimewa dari Anantara Hotel, Resorts and Spa di Thailand. Menurut ABC News, 8 persen dari hasil penjualan kopi ini akan disumbangkan untuk program konservasi gajah tersebut. Selain di Anantara Resorts, kopi ini juga tersedia di wilayah Golden Triangle, dan di empat resor di Maladewa. Harganya pun pantas saja mahal. Soalnya, persediaan kopi ini sekarang hanya 50 kg. Kopi luwak dan kopi gajah bukan satu-satunya minuman yang dihasilkan dari kotoran binatang.

Ini contoh-contoh lainnya:

* Biji kopi yang dihasilkan dari kotoran rusa.

* Beberapa jenis kelelawar juga menghasilkan kopi yang lezat.

* Seorang pengusaha China mengumumkan bahwa ia berencana menjual teh hijau organik yang dihasilkan dari kotoran panda, dengan harga 200 dollar AS secangkir

Menjaga berat badan ideal dengan terapi teh hijau

teh hijau dengan segala manfaatnya bagi kesehatan

Sebagian besar masyarakat mengonsumsi teh hijau karena rasa dan keyakinan kita bahwa bisa memberikan manfaat kesehatan yang banyak dan hal itu secara ilmiah telah dibuktikan. berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, manfaat teh hijau untuk kesehatan sangatlah banyak terutama yang berkaitan dengan pengaruhnya terhadap penurunan berat badan. Teh hijau mengandung zat antioksidan yang dapat menolak racun yang akan masuk ke tubuh kita. Teh hijau juga mengandung vitamin E dan vitamin C yang bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh, kesehatan kulit, dan kesehatan rambut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (diepvens et al,. 2007) selama 3 bulan menunjukan bahwa konsumsi cathecin teh mampu menginduksi reduksi berat badan dan lemak tubuh serta meningkatkan energy expenditure.

Penelitian experimental yang dilakukan oleh (Hidayati,2011) dengan Randomized Controlled Trial (RCT) dan double blind selama 90 hari menunjukan bahwa ekstrak teh hijau dapat menurunkan berat badan wanita dewasa overweight. Subjek dengan aktivitas berat dan mengkonsumsi ekstrak teh hijau mempunyai kecenderungan mengalami penurunan berat badan 2x lebih besar daripada subjek yang mempunyai aktvitas fisik berat namun tidak mengkonsumsi ekstrak teh hijau.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh (Nagao, 2005) menunjukan bahwa berat badan, BMI, lingkar pinggang, massa lemak tubuh, dan lemak subkutan secara signifikan lebih rendah pada kelompok dengan konsumsi ekstrak teh hijau dibandingkan pada kelompok kontrol. Konsumsi harian teh hijau mengandung cathecin 690 mg selama 12 minggu dapat mengurangi lemak tubuh, yang menunjukkan bahwa konsumsi catechin mungkin berguna dalam pencegahan peningkatan berat badan.

Selain terhadap penurunan berat badan. Terdapat beberapa manfaat teh hijau untuk kesehatan adalah: untuk menjaga kadar kolesterol dalam tubuh agar tetap baik, mencegah kanker dan tekanan darah tinggi, menurunkan resiko stroke dan berbagai penyakit hati (lever), menjaga stamina dan menghilangkan keletihan, sebagai anti radang tenggorokan, mencegah gigi berlubang, dll.

Selain itu, kandungan bioflavonoid dalam teh hijau juga dapat memperkuat sistem pencernaan.Teh hijau juga diketahui memiliki kandungan senyawa epigallocatechin gallate yang diketahui dapat menghambat perkembangan senyawa karsinogenik, sehingga dapat mencegah pembentukan kanker. Untuk mendapatkan manfaat dari zat antioksidan yang terkandung dalam teh hijau secara alami, Anda dapat meminum 2-3 cangkir teh hijau/hari (mengandung 240 hingga 320 mg polifenol).

dikutip dari http://manfaat.org/ dan http://ahligizionlineblogku.wordpress.com/