Kebiasaan Makan Anak Usia Sekolah (2)


Kebiasaan makan pagi

Menurut Titis (2012) permasalah yang sering dilakukan anak usia sekolah diantaranya tidak makan pagi, banyak jajan, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan kurang serat, jarang konsumsi susu, tidak suka sayur dan buah, dan pola sedentari. Kesadaran anak untuk makan pagi setiap harinya masih sangat kurang, tidak hanya disebabkan karena kemalasan dari anak tetapi juga perhatian dari orang tua yang seakan belum mengetahui esensi dari makan pagi.  Pada saat anak tidur, tubuh seperti mengalami puasa sehingga sekresi glukagon meningkat dan terjadilah glikogenolisis untuk mengubah glikogen menjadi energi awal di pagi hari. Namun cadangan energi tersebut belum memenuhi kebutuhan untuk beraktivitas pagi hari sehingga diperlukan asupan energi segera yang bisa diperoleh dari makan pagi-diperkirakan makan pagi memenuhi 25-30% kebutuhan kalori harian.

Dengan mengonsumsi makan pagi akan menjaga kondisi homeostatis tubuh terutama regulasi energi. Di Amerika Serikat prevalensi yang sering melewatkan makan pagi tertinggi terjadi pada kelompok usia sekolah dan remaja. Di Indonesia (2008) lebih dari 50% anak melewatkan makan pagi sebelum berangkat ke sekolah dan sebagian lagi sarapan dengan hanya minuman (susu, teh, dan air putih). Banyak manfaat yang diperoleh anak yang makan pagi, kadar kolesterol total, LDL dan trigilserida lebih rendah, nafsu makan lebih terkontrol, gula darah normal, dan meningkatkan sensitivitas insulin. Saat anak sarapan, rasa lapar hilang sehingga memudahkan anak untuk berkonsentrasi saat pelajaran berlangsung dan meningkatkan memori jangka pendek dan jangka panjang anak.

Perilaku makan anak dipengaruhi oleh lingkungan dan orang tua, begitupula dengan sarapan. Anak yang tidak sarapan bisa jadi karena memang orang tua yang tidak menyediakan sarapan atau perilaku orang tua yang sering melewatkan sarapan dan hal itu dicontoh oleh anak (orang tua menjadi panutan). Anak yang melewatkan makan pagi seringkali mengganti makan paginya dengan jajan di sekolah, padahal sebagian besar jajanan di sekolah itu tidak sehat setidaknya kandungan zat gizi rendah dan padat energi. Untuk para orang tua, pilihlah menu makan pagi yang menyehatkan untuk anak anda seperti sereal dengan susu rendah lemak, nasi goreng disertai sayuran hijau, roti gandum putih yang dibakar ditambah susu kedelai atau yogurt. Menu sarapan seperti itu tidak hanya mengandung karbohidrat kompleks tetapi juga lengkap dengan protein, vitamin, dan antioksidan yang berasal dari produk kedelai. Jika bahan makanan tidak terjangkau, bisa menggantinya dengan bahan makanan yang relatif lebih murah misalnya nasi dengan tempe yang digoreng dengan minyak yang telah difortifikasi, roti selai/keju dengan teh manis (gula 5-10 gr), salad sayur-sayuran ditambah jagung manis, atau menggantinya dengan konsumsi buah-buah yang kaya akan serat dan vitamin dan memiliki kalori seperti apel, semangka, ataupun buah pir. Selamat mencoba.

sumber:

Prawitasari, Titis. (2012). Healthy breakfast: how does it help my kid’s performance. FK UI. Jakarta.

Posted on 20 November 2012, in Health and Nutrition, Nutrition Problem, What you are eat and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: