PAUL WEBSTER (INTERNATIONAL JOURNALIST) – PEMERHATI DOUBLE BURDEN


interview mengenai beban ganda masalah gizi di Indonesia

Hari ini (09/10/2012) STIKES ALMA ATA dan MINAT GIZI DAN KESEHATAN UGM kedatangan seorang tamu dari Kanada bernama Paul Webster, dia seorang jurnalis/interviewer internasional. Tujuan utama kedatangannya adalah untuk mewawancarai Rektor STIKES ALMA ATA sekaligus ketua minat S2 Gizi dan Kesehatan UGM yaitu Prof. dr. Hamam Hadi MS., Sc.D terkait masalah double burden of malnutrition di Indonesia. Dalam kesempatan itu pula Prof Hamam membeberkan bahwa sedang dilakukan studi bersama 5 orang mahasiswa UGM lainnya terkait masalah obesitas yang terjadi pada anak usia sekolah dasar di Yogyakarta. Dengan harapan studi ini dapat memberikan gambaran besarnya permasalahan beban ganda masalah gizi terutama dari obesitas.

Dari hasil presentase tersebut, Prof Hamam Hadi menyebutkan bahwa sekarang ini di Indonesia sangat nyata beban ganda masalah gizi. Kenaikan prevalensi obesitas pada anak dari tahun ke tahun terus meningkat sedangkan kejadian stunting tidak kunjung berkurang bahkan sangat sulit diturunkan meskipun pemerintah telah fokus dengan berbagai program intervensi. Selain itu pemerintah juga telah ikut serta mendukung program global Scaling Up Nutrition (SUN), yaitu suatu program yang bertujuan untuk menurunkan masalah double burden ini dengan fokus pada 1000 hari (thousand days) pertama kehidupan. Lebih lanjut menurut hadi, sebenarnya yang paling mengkhawatirkan adalah daerah suburban karena pada daerah ini telah terjadi peralihan (transisi) besar-besaran dari gaya hidup yang banyak melakukan aktivitas fisik menjadi gaya hidup sedentary dan western lifestyle seperti banyaknya muncul fast food, minimarket, dan pertumbuhan kendaraan yang sangat pesat (diperkirakan di Jogja sekitar 1.500 mobil baru keluar setiap bulannya).

Hal paling menarik yang ditanyakan oleh Paul adalah skala prioritas double burden ini bagi Indonesia seharusnya seperti apa. Prof Hamam menjawab adalah double burden ini menempati top rank priority dengan beberapa alasan karena: (1) Indonesia gagal dalam menurunkan angka prevalensi stunting dari tahun ke tahun, padahal diketahui dampak dari stunting bagi perkembangan anak di masa mendatang sangat besar. (2) Implikasi dari double burden of malnutrition di masa mendatang sangat merugikan, karena menjadi determinasi dari non communicable disease. (3) Besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia jika tidak ada penurunan dari double burden of malnutrition ini. Padahal Brazil sebagai negara berkembang sangat sukses dalam menurunkan kejadian stunting hingga 7% dalam 5 tahun. Sehingga sangat perlu pemerintah Indonesia mengadopsi strategi-strategi yang dilakukan Brazil untuk menurunkan prevalensi stunting.

Meliput pengukuran antropometri

Sebagian besar anak terlihat pendek

Bersiap meninggalkan lokasi

Interview tersebut berlangsung selama kurang lebih 2 jam, dan diakhiri dengan kunjungan lapangan bersama tim peneliti lainnya. Dalam proses pengambilan data dilapangan tersebut, Paul Webster mengambil beberapa gambar mengenai cara-cara pengukuran antropometri, lalu mengurutkan anak-anak dari yang tinggi ke pendek sehingga kelihatan banyaknya anak yang stunting dan hanya beberapa yang pertumbuhannya bagus. Anak yang obesitas juga kelihatan cukup banyak, hal ini berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan dan menggunakan standar rujukan WHO 2007. Kunjungan tersebut diterima baik oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri Vidya Qasana dan anak-anak yang diukur pun dapat bekerjasama dengan baik. Akhirnya kunjungan Paul Webster tersebut diakhiri dengan diskusi dan makan siang bersama di ruang rapat S2 minat Gizi dan Kesehatan UGM. Banyak poin-poin penting yang bisa didapatkan dalam pertemuan tersebut, terutama data-data besarnya masalah gizi yang terjadi di Indonesia perlu mendapatkan perhatian bagi seluruh pihak, terkhusus bagi Ahli gizi. Pertanyaan kemudian adalah siapkah kita dengan tugas berat tersebut?

Posted on 11 October 2012, in Material, Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: