Monthly Archives: September 2012

Ikan Gabus, Healthy and Profitable

ikan gabus memiliki nilai manfaat bagi kesehatan

Dahulu ikan gabus memang kurang digemari oleh masyarakat luas karena jarang dijual di pasar dan dianggap oleh masyarakat ikan jenis ini suka memakan kotoran dan bangkai hewan serta bentuknya yang mirip ular. Namun akhir-akhir ini banyak masyarakat yang mulai menyukai ikan gabus, karena mereka telah mengetahui kandungan gizi yang terdapat dalam ikan gabus sangat tinggi dan banyak faedahnya. Banyak orang yang terinspirasi dari orang-orang Cina yang mengobati luka bakar dengan memakan ikan gabus.

Ikan gabus telah di buktikan manfaatnya, bukan hanya dapat dikonsumsi sebagai sumber lauk pauk (sebagai sumber zat gizi protein), tetapi juga bermanfaat sebagai pengganti obat albumer (cairan albumin untuk menangani pembengkakan/udema pada penderita sirosis hepatis, gagal ginjal, dll) sehingga sangat dianjurkan untuk di konsumsi. Karena sumber protein (albumin) yang tinggi maka perlu dilestarikan dan dikonsumsi oleh masyarakat terutama untuk pencegahan atau pengurangan tingginya gizi kurang dan gizi buruk pada anak balita.

Ikan gabus ini dikenal tidak hanya sebagai sumber lauk pauk rumah tangga tetapi juga memilki nilai budaya, seringkali ikan gabus disajikan dalam beberapa momen hajatan masyarakat. Pangan ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat, tetapi pengolahannya masih terbatas dipanggang, digoreng,  direbus, dikeringkan  atau dibuat abon (tampilan kurang menarik dan rasa yang monoton). Oleh karena itu perlu untuk memperkaya cara pengolahannya agar dapat menjadi kudapan yang bernilai ekonomi pada masyarakat.

Dari segi kesehatan produk ekstrak gabus membantu meningkatkan kesehatan serta mempercepat kesembuhan dan pemulihan penderita: kekurangan albumin, protein, haemoglobin, zat besi, penyakit stroke, diabetes mellitus, kanker, lupus, parkinson, jantung, penyakit hati, ginjal, asma, pasca operasi, lanjut usia, dan lain-lain. Namun pada saat sekarang banyak orang khususnya peneliti masih fokus untuk mengembangkan dan meneliti dari segi kesehatan manfaat ikan gabus ini. Padahal pengolahan ikan gabus yang tidak hanya mempertimbangkan bermanfaat kesehatannya namun juga sebagai produk food and beverage masih sangat kurang. Ide ini dapat dijadikan sebagai salah satu usaha di bidang gizi yang pengolalaan dan bahan bakunya cukup mudah diperoleh dan dilakukan.

nilai gizi ikan gabus

Ada beberapa produk yang bisa hasilkan dari olahan ikan gabus ini seperti Roti isi daging ikan gabus, bakso tusuk yang bahan dasarnya daging ikan gabus, pempek ikan gabus dan keripik ikan gabus.

1. Bakso tusuk

Bahan :

  • 500 gram daging ikan gabus, dihaluskan
  • 50 gram sagu aren
  • 75 gram sagu tani
  • 150 gram es batu
  • 1 ½ sdt garam
  • 1 sdt merica bubuk
  • 5 sdm bawang goreng

Cara membuat : Untuk 50 butir

  • Blender daging ikan gabus, garam, merica, dan es batu
  • Angka lalu masukkan bawang goreng, sagu aren, sagu tani sambil diuleni dan dibanting-banting
  • Bulatkan lalu rebus dalam air mendidih hingga terapung.

 

2. Pempek Ikan Gabus

Bahan :

  • 500 gram daging ikan tenggiri atau ikan gabus giling.
  • 10 sendok makan air es/dingin
  • 150 gram tepung sagu atau tepung kanji/tapioka
  • 2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh vetsin

Cara Membuat :

  • Keluarkan daging ikan giling dari freezer, cairkan.
  • Masukkan air es, vetsin, dan garam. Aduk sampai lengket.
  • Tambahkan tepung sagu atau kanji sedikit demi sedikit sambil diuleni/diuli hingga tidak menempel lagi ditangan.
  • Uleni/Uli adonan sampai rata
  • Ambil sedikit adonan dasar dan dibentuk sesuai dengan jenis pempek.
  • Pempek siap dimasak

 

3. Keripik Ikan gabus (Kerupuk Pingpong)

Bahan :

  • 50 gr tepung sagu
  • 35 gr daging ikan gabus segar, dihaluskan
  • 2 butir telur ayam kampung, kocok hingga mengembang
  • Garam secukupnya
  • Gula stevia secukupnya

Cara Membuat :

  • Semua bahan dijadikan satu dan aduk rata.
  • Adonan dibentuk  sesuai selera.
  • Goreng dengan minyak sayur dengan api sangat kecil, dari minyak belum panas hingga panas.

Catatan :
Jika gula stevia tidak ada, gunakan gula biasa, jangan banyak.

 

Advertisements

Tubuh ideal dan Gizi

Seringkali kita merasa ingin merubah penampilan, dengan memperindah bentuk tubuh agar kelihatan ideal, gizi seimbang dan tepat merupakan cara yang efektif yang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hal tersebut. Tanpa perencanaan program yang matang, kita hanya menghabiskan waktu di gym berlatih, hanya menghabiskan uang di restoran untuk makan makanan enak namun semuanya tidak memberikan hasil yang ada justru proses yang dilakukannya sangat berat dan sia-sia. Perlu diketahui bahwa setiap makanan yang kita makan berfungsi sebagai katalis primer dalam mengubah bentuk tubuh kita.

Mari memulai dari yang dasar, 3 zat gizi makro yaitu protein, lemak, dan karbohidrat memiliki peran masing-masing dalam menyusun program gizi yang sesuai dan tepat. Protein memiliki peran untuk regenerasi sel, pembentukan jaringan termasuk otot, Lemak sendiri berfungsi menyediakan energi dua kali lebih banyak dari protein dan lemak (9 kalori per gram, sedangkan protein dan karbo hanya 4 kalori) dan banyak fungsi lainnya. Sedangkan karbohidrat diubah menjadi glukosa untuk digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi.

Untuk menentukan kebutuhan kita, dapat mengacu pada AKG (angka kecukupan gizi) orang Indonesia yang direkomendasikan. Kebutuhan karbohidrat seseorang perlu diketahui secara teliti, oleh karena kelebihan asupan karbohidrat akan menjadi sebagai lemak tubuh di otot. Sehingga langkah yang paling baik untuk menghilangkan lemak tubuh adalah dengan menghindarkan konsumsi gula sederhana seperti kue, permen, dan es krim dari diet kita sehari-hari. Menjaga kadar gula darah lebih stabil dan mencegah perubahan kadar tingkat insulin menjadi lebih tinggi akan dapat membantu kita dalam memobilisasi cadangan lemak tubuh sehingga tidak menumpuk di otot. Kebutuhan karbohidrat setidaknya 50-65% dari total kalori yang dibutuhkan oleh tubuh.

Lemak merupakan zat gizi padat energi (energy dense) dibandingkan karbo dan protein. Perlu diketahui bahwa konsumsi lemak tidak jenuh lebih baik dibandingkan lemak jenuh karena pada lemak jenuh lebih mudah untuk disimpan sebagai cadangan lemak tubuh dibandingkan makanan yang mengandung lemak tidak jenuh termasuk asam lemak omega-3 dan omega-6. Kebutuhan lemak setidaknya sekitar 20-25% dari total kalori tubuh.

Sebagai kesimpulan singkat, bahwa cara yang efektif dan efisien untuk membentuk tubuh ideal adalah dengan memerhatikan aspek kebutuhan tubuh akan zat-zat gizi terutama zat gizi makro dalam jumlah dan kualitas yang tepat. Harus direncanakan dengan baik, dan jika perlu dan masih bingung maka tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan ahli gizi anda.

 

 

 

Cara Aman Makan Mi Instan

Oleh: Marmi Panti Hidayah

Mi instan merupakan makanan yang paling simpel dikonsumsi. Mudah dan praktis. Namun perlu diingat bahayanya. Misalnya, endapan zat pewarna yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Ahli gizi Afrinia Ekasari menuturkan, mi instan terbuat dari bahan dasar tepung, terigu, telur, air dan mineral, serta dilengkapi bumbu dan minyak sayur. Memang ada kandungan vitamin, tapi pada faktanya, jauh dari standar untuk memenuhi angka kebutuhan gizi. Terutama bagi anak-anak.

Ada beberapa kandungan berbahaya pada mi instan, yakni bahan pengawet dan pewarna yang tidak dapat diurai di dalam tubuh, sehingga cenderung tidak dapat dikeluarkan. Jadi, apabila zat-zat tersebut terlalu sering dikonsumsi, dapat mengendap dalam tubuh dan bersifat karsinogenik atau merusak.

“Karena itu, untuk memenuhi zat gizi, sebaiknya mi instan ditambahkan sayuran dan protein hewani seperti telur, ayam, udang,” ujar wanita yang lama berkarir di perusahaan makanan tersebut. Afrinia menyarankan jangan terlalu sering mengonsumsi mi instan.

Sementara Andi Imam Arundhana, ahli gizi dari Universitas Hasanuddin menguraikan bahwa dalam prinsip-prinsip makanan seimbang, apa yang dikonsumsi harus beraneka ragam, memiliki kandungan gizi. “Tidak hanya mengandung karbohidrat, tapi juga lemak, protein dan vitamin. Tidak cukup dengan kenyang saja,” ujarnya.

Sebagai gambaran, lanjut Andi, saat sarapan, seseorang membutuhkan sekitar 15-25 persen dari kebutuhan zat gizinya. Sementara kandungan mi instan baru memenuhi sekitar 16 persen kebutuhan karbohidrat dan lemak seseorang (kebutuhan 2.000 kkal).

Terkait dengan bahan pengawet, Andi mengungkapkan, kendati bisa hilang, memang sangat sulit. “Melalui sistem ekskresi manusia, setidaknya sekitar empat hari kemudian,” ujarnya.

Karena itulah, dia mengatakan, kalaupun terpaksa harus mengonsumsi mi instan, durasi paling banyak 4-5 hari sekali. “Misalkan hari ini kita sudah konsumsi mi instan, empat hari sampai lima hari kemudian baru bisa konsumsi lagi,” jelasnya.

Andi dan Afrinia sependapat bahwa cara memasaknya harus diperhatikan, selain menambah bahan makanan lain saat mengonsumsi mi instan, demi kesehatan.  Keduanya menyarankan agar ketika memasak mi instan, air rebusan pertamanya dibuang. Hal itu perlu dilakukan untuk membuang pengawetnya.

“Barulah mi instan dimasukkan ke dalam air mendidih yang baru, sehingga kadar pengawetnya keluar,” jelas Andi.

Cara lainnya yang bisa ditempuh adalah tidak menggunakan bumbu bawaan dari mi. “Kita bisa mengolah bumbunya sendiri seperti saat memasak,” kata Andi. Atau, minimal kurangi penggunaan bumbu mi instan. Ini untuk meminimalisasi masuknya pengawet ke dalam tubuh kita.

“Jika sudah terasa cukup, buang saja sisa bumbunya. Bila ingin lebih asin, ada baiknya ganti dengan menambahkan garam,” katanya. “Berbagai cara tadi bisa ditempuh, bila memang kita tidak bisa menghindari konsumsi mi instan.”

Bagian lain yang perlu diperhatikan, yaitu ketika membeli. Kata Afrinia Ekasari, selain melihat tanggal kedaluwarsa, komposisi, logo halal, pastikan juga kemasan tidak cacat atau robek. Sebab dalam kondisi cacat atau robek, berbagai macam serangga dapat mengontaminasi mi instan tersebut.

Sumber : http://id.she.yahoo.com/cara-aman-makan-mi-instan.html

 

 

 

KESEMPATAN MAGANG UNTUK INDONESIA BERDAYA

Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mengundang Anda, insan akademis, untuk bergerak bersama masyarakat menuju Indonesia yang lebih berdaya!

Sebagai program pemberdayaan masyarakat terbesar di dunia, PNPM Mandiri membuka kesempatan magang bagi mahasiswa-mahasiswi S2 dan S3 dari berbagai universitas di Indonesia untuk:

belajar dan bekerja bersama masyarakat …

menggali potensi diri masyarakat …

menggunakan kearifan lokal masyarakat …

di berbagai desa, kelurahan, kecamatan, propinsi di seluruh Indonesia

untuk berdaya bersama keluar dari kemiskinan!!

Periode Magang yang ditawarkan:  Oktober 2012 – Desember 2012

Program magang berfokus pada upaya pemberdayaan masyarakat di Indonesia, dengan berbagai bidang kajian terkait:

  • Mekanisme dan prinsip umum pembangunan berbasis masyarakat
  • Tata kelola kepemerintahan
  • Lingkungan Hidup
  • Jender
  • Infrastruktur
  • Konflik dan keadilan
  • Pendidikan dan kesehatan ibu dan anak.
  • Inklusifitas kelmpok marjinal
  • Manajamen keuangan
  • Pengawasan dan evaluasi
  • Komunikasi

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri merupakan program nasional yang mengharmonisasikan program-program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan oleh berbagai departemen dan kementrian seperti PPK (Program Pengembangan Kecamatan) dan P2KP (Program Pengentasan Kemiskinan Perkotaan) yang telah berlangsung sejak 1998. 

PNPM Mandiri diluncurkan pemerintah pada 30 April 2007 di Palu, Sulawesi Tengah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri melalui pemanfaatan potensi ekonomi dan sosial yang dimiliki masyarakat itu sendiri.

untuk informasi syarat dan ketentuannya kunjungi disini