Hadits seputar Makan


 

Disampaikan pada diskusi di Masjid SD Purwosari Sleman Yogyakarta

Alhamdullilah pada pagi ini kita memasuki hari yang kesebelas puasa ramadhan. Semoga janji Allah SWT yang akan memberikan limpahan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka pada hambanya yang berpuasa, dapat sampai pada kita semua, Amin

Sebagai hambanya marilah kita bersyukur atas nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada kita semuanya, yang kalau dihitung-hitung sampai kapanpun tidak dapat kita menghitung jumlahnya, salah satu nikmat tersebut adalah nikmat kesehatan

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS An Nahl ayat 18)

Diantara sekian banyak kenikmatan yang Allah SWT berikan kepada kita adalah kenikmatan menikmati makanan yang ada dalam keadaan sehat. Pada hakikatnya orang memerlukan makan dan minum untuk bertahan hidup namun ketika seseorang mencari makanan, hal yang paling pertama dipertimbangkan adalah selera lalu kemudian nanti ketika ada masalah kesehatan baru mempertimbangkan aspek pantangannya. Sehingga terkadang seringkali kita temui dalam kehidupan sehari-hari kesalahan kebiasaan makan masyarakat. Nah semua itu telah memiliki tinjauan-tinjauan dari segi ilmiahnya. Namun sekali lagi terbukti kemukjizatan Rasulullah dimana beliau SAW yang hidup 1400 tahun yang lalu telah menguraikan masalah-masalah kesehatan yang berkaitan dengan kebiasaan makan manusia.

 

HADITS TIDAK BERLEBIH DALAM MAKAN

Dari Miqdam bin Ma’dikariba berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda “tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), jika tidak bisa demikian, maka hendaklah ia memenuhi sepertiga lambungnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas” (HR. At-Tirmidzi)

Sungguh luar biasa, Rasulullah telah mengingatkan kita untuk tidak berlebihan ketika makan, karena semua yang berlebihan itu tidak baik. Jika ditinjau dari aspek ilmiahnya ternyata berdasarkan penelitian bahwa ketika orang sering makan berlebihan akan beresiko untuk sakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, atau stroke. Bahkan berdasarkan temuan dari Mayo Clinic, jika makan berlebihan mungkin dapat menyebabkan hilang ingatan sementara terutama bagi lansia.

HADITS MAKAN DAN MINUM SAMBIL BERDIRI

Dari Anas radhiyallahu anhu dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: Sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang untuk minum berdiri”. Qatadah (seorang tabi’in) berkata : “Kami bertanya kepada Anas, “Bagaimana dengan makan sambil berdiri?” Anas menjawab, “Yang demikian itu lebih jelek dan lebih buruk.” (HR.Muslim dan Turmidzi)

Ternyata benar, hadits Rasulullah SAW tentang larangan minum sambil berdiri itu ada kaitannya dengan kesehatan. Ilmu kedokteran modern mengungkapkan bahwa minum dalam keadaan berdiri menyebabkan air yang mengalir berjatuhan dengan keras pada dasar lambung dan menumbuknya, menjadikan lambung kendor dan menjadikan pencernaan sulit. Sebagaimana terus-menerus makan dan minum sambil berdiri dapat menimbulkan luka pada dinding lambung.

Sedangkan menurut Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani, “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar lambung dan usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus dan lambung juga akan luka, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Selain itu, air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Jika kita minum sambil berdiri, air yang kita minum akan meluncur de dalam tubuh tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Dan hal ini bisa menyebabkan susah buang air kecil.

HADITS BERBUKA PUASA

Dari Anas bin Malik ia berkata : “Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud).

Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu. Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

Ketika yang dimakan adalah makanan yang manis-manis, itu merupakan karbohdirat sederhana yang akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, orang akan lapar lagi padahal energi dari makanan saat berbuka tidak dipakai sehingga akan ditimbun dalam bentuk lemak. Menurut Pramono, berbuka puasa dengan karbohidrat sederhana seperti gula pasir, sirop, gula merah dll yang mengandung karbohidrat sederhana biasanya telah bersih dari serat akibat pengolahannya atau secara alami mempunyai kadar serat yang rendah. Berbagai makanan ringan dan cemilan, seperti biskuit, cokelat, permen, kue, mengandung karbohidrat sederhana. Tubuh menyerap karbohidrat sederhana dengan cepat, sehingga cepat terasa lapar meskipun sudah mengonsumsi makanan yang berkarbohidrat sederhana dalam jumlah besar.

Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan berat badan kita malah makin bertambah, penuh lemak di daerah pinggang. Karena pemahaman masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah ’sunnah’, maka puasa bukannya malah menyehatkan kita. Banyak orang di bulan puasa justru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya ‘rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.

 

 

 

 

Posted on 3 August 2012, in Health and Nutrition, Material, What you are eat and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: