Yuk Cegah stunting


oleh Asry Dwi Muqni S.Gz

Stunting sebagai pinta masuk penyakit tidak menular

Orang tua mana yang tidak meginginkan buah hati mereka tumbuh sehat dan cerdas. Berbagai upaya dilakukan demi pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal. postur tubuh yang ideal menggambarkan tubuh anak yang sehat dan dapat dinilai secara fisik dan penampilan luar. Masa balita dikenal sebagai periode emas pertumbuhan anak. Dan tahukah Anda Bunda, semua berawal dan bergantung pada Anda!!!

Bayi yang lahir dengan status gizi baik lahir dari ibu dengan status gizi baik pula. status gizi ibu sebelum dan selama kehamilan menjadi pondasi utama di awal kehidupan. Ibu yang sejak awal mengalami KEK (kurang Energi kronik) akan lebih beresiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu berat badan bayi <2500gr. sebuah hasil studi di salah satu rumah sakit bersalin Makassar menyebutkan bahwa terdapat hubungan ukuran lingkar lengan atas (LILA) ibu dengan berat badan lahir bayi. Dimana ibu dengan LILA <23cm melahirkan bayi dengan berat badan yang lebih ringan (meski tidak selalu BBLR) dibandingkan dengan ibu dengan LILA ≥23,5cm. Bayi yang BBLR menandakan kurang terpenuhinya kebutuhan zat gizi dan beresiko lebih tinggi terhadap kematian bayi (IMR), penyakit kronis pada usia dewasa, keterlambatan mental dan pertumbuhan yang lambat karena kondisi kekurangan gizi yang berisiko mengakibatkan balita menderita KEP. Beberapa penelitian yang telah dilakukan juga menunjukkan bahwa bayi yang BBLR berkali-kali beresiko memiliki status gizi kurang pada usia 1-5 tahun dibandingkan yang tidak BBLR, penelitian yang lain juga menyebutkan bahwa anak yang BBLR pertumbuhan dan perkembangannya lebih lambat dari anak dengan BBLN (normal) terlebih lagi bila diperburuk oleh kurangnya asupan energi dan zat gizi, pola asuh yang kurang baik dan sering menderita penyakit infeksi.

Postur tubuh yang ideal dapat dinilai dengan pengukuran antropometri untuk memastikan apakah komponen tubuh sesuai dengan standar normal atau ideal. Antropometri yang paling sering digunakan adalah rasio berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) terhadap umur. Pada balita pemantauan dan pengukuran antropometri menjadi sangat penting karena akan memberikan informasi utamanya kepada para ibu untuk memperhatikan asupan gizi anaknya. Karena status gizi mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan akan zat gizi dengan asupan zat gizi yang diterima oleh tubuh yang dapat mengindikasikan apakah balita tersebut menderita KEP. Status gizi yang diukur berdasarkan rasio BB/U menggambarkan keadaan masa sekarang karena merupakan outcome saat ini. Sedangkan yang diukur berdasarkan TB/U menggambarkan keadaan masa lampau karena merupakan akumulasi status gizi sejak lahir sampai sekarang. Berat badan kurang (wasting) hanya bersifat akut dan tinggi badan yang kurang atau pendek (stunting) bersifat kronik.

Stunting dapat mengindikasikan bahwa telah terjadi retardasi pertumbuhan akibat defisiensi zat gizi saat dalam kandungan. Artinya ibu yang kurang gizi sejak awal kehamilan hingga lahir akan beresiko melahirkan anak BBLR yang juga beresiko menjadi stunting. Salah satu studi yang dilakukan di Kelurahan Tamamaung Makassar menunjukkan hubungan bermakna antara BBLR dengan kejadian stunting terhadap balita di keluraahan tersebut.

Karena masalah gizi dapat terjadi di semua periode atau siklus kehidupan dan masalah gizi yang terjadi disalah satu siklus akan mempengaruhi atau mengakibatkan masalah gizi yang lain di siklus selanjutnya, maka dari itu sangat perlu mempersiapkan gizi yang baik demi kualitas hidup yang lebih baik. Penuhi kebutuhan gizi dan hidup sehat. Utamanya bagi Anda calon ibu yang akan melahirkan anak-anak yang sehat dan hebat karena semua berawal dari Anda.

Posted on 28 June 2012, in Health and Nutrition, Nutrition Problem and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. BBLR only one of factors, eventhough she/he have normal weight, however if she/he got frequent infection disease and low intake of zinc, so they would be have more probability to get stunting.

    • iyah kak, absolutely you’re right. as you told, cause of stunting is multifactoral, can be affected by zinc deficiency, maternal KEK and anemia. even if genetic factor, prematurity and low birth weight itself. postnatal factors also affect such as exclusive breastfeeding, nutrition of mothers, maternal parenting and environment also becomes an important factor.

      But as far as shown in these article, only one factor discussed because the researcher has observed only one variable that is LBW.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: