Seri obesitas : Television viewing and food advertising


Kecenderungan terhadap peningkatan gaya hidup sedentary secara nyata sudah terjadi hari ini, hal itu terlihat jelas jika membandingkan tingkat aktivitas anak-anak generasi sekarang dengan dua atau tiga generasi sebelumnya. Belajar, bermain, dan aktif secara fisik dahulunya menjadi bagian dari kebiasaan keluarga namun sekarang hal itu sudah berkurang dan tergantikan dengan nonton televisi, game, dan komputer. Nonton televisi, termasuk kebiasaan sedentary, dan merupakan bagian yang paling sering dilakukan dalam kehidupan keluarga. Dapat dikatakan bahwa kebiasaan nonton televisi berkaitan langsung dengan aktivitas fisik kurang, dan berdampak pada kenaikan berat badan anak. Beberapa studi menunjukkan bahwa anak-anak yang menonton televisi lebih dari 4 jam sehari cenderung mengalami obesitas.

Menonton televisi sangat menyita waktu dan membuat orang tidak produktif, pada anak yang sering menonton televisi akan menyisakan sedikit waktunya untuk berinteraksi dan positif dengan keluarga sehingga cenderung anak akan semakin mudah terpapar oleh hal-hal yang ditampilkan di televisi. Program dan iklan-iklan yang ditampilkan di televisi juga perlu dipertanyakan apakah dapat mempengaruhi penonton televisi yang masih muda, karena anak relative mudah untuk terpengaruh dan akan melekat karena daya ingat sistem bawah sadarnya. Sangat banyak beneficial program yang dapat dilihat di televisi, namun sayangnya tidak semua program dan iklan tersebut memprioritaskan kesehatan anak bahkan di Indonesia sama sekali tidak ada. Semakin meningkatnya industri makanan dan tingginya persaingan antar produsen makanan membuat banyak perusahaan-perusahaan mempromosikan produknya dengan gencar dan menggunakan media periklanan. Iklan makanan sangatlah kuat dampaknya dalam mempengaruhi pemilihan makanan oleh konsumen. Iklan makanan dapat juga dikategorikan menjadi obesogenic karena iklan makanan sangat memungkinkan untuk menyebabkan seseorang obesitas. Obesogenic adalah lingkungan atau keadaan yang mendorong kejadian obesitas dari beberapa penyebab seperti jumlah yang tidak terbatas dari beragam makanan tinggi kalori bersamaan dengan kurangnya energi yang dikeluarkan.

Perusahaan-perusahaan yang memasarkan produk melalui iklan akan menampilkan produk mereka diantara dan selama program televisi berlangsung pada waktu tertentu. Segmen iklan yang menarik dan memikat ditargetkan kepada anak untuk meningkatkan keinginan mereka untuk memilih makanan padahal makanan yang diiklankan tersebut hampir seluruhnya merupakan makanan yang tidak sehat. Segmen yang dimaksud adalah pada saat waktu-waktu menonton anak dimana intensitas tayangan anak seperti kartun, serial anak, dan lain sebagainya sangat tinggi sehingga saat itulah produsen-produsen makanan tidak sehat menampilkan produknya. Produk makanan yang diiklankan secara langsung kepada anak-anak sepanjang program televisi segmen anak-anak tayang memiliki kontribusi dalam meningkatkan jumlah penjualan makanan-makanan manis, sarapan sereal, dan makanan ringan yang semuanya itu dikategorikan unhealthy food. Anak-anak diprediksi akan tertarik dan meminta atau bahkan membeli sendiri produk-produk tersebut, karena anak-anak memang sangat mudah dipengaruhi apalagi jika produk tersebut diiklankan dengan menggunakan karakter kartoon kesukaan mereka.

Selain dampak buruknya melalui paparan iklan unhealthy food, nonton televisi juga menjadikan anak kurang aktivitas fisik dan mengkonsumsi banyak makanan tinggi kalori selama menonton. Kebiasaan “mengemil” dipengaruhi oleh iklan makanan yang ditonton sebelumnya, kebiasaan ini akan terus berlangsung karena anak akan merasa nyaman dengan aktivitas seperti itu. Formula inilah yang mungkin memicu kenaikan jumlah kejadian overweight dan obesitas pada anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat anak melakukan gerakan-gerakan fisik seperti berolahraga, bermain secara fisik, dan menghindari pola-pola sedentary lainnya, selain itu juga perlu mediasi orang tua untuk memberikan pengawasan dan pemahaman kepada anak.. Hal ini mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dan praktisi kesehatan untuk menghambat naiknya prevalensi obesitas pada anak. Sekarang ini sebagian besar anak hidup dalam lingkungan obesogenic dimana mereka terhalang untuk memilih hidup sehat, seperti transportasi ke sekolah yang menggunakan mobil, playstation, game online, dan jajanan-jajanan yang tidak sehat tinggi kalori (junk food). Pertanyaannya adalah sadarkah orang tua kita dengan kondisi seperti ini?

Posted on 8 June 2012, in Health and Nutrition, Nutrition Problem and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: