Monthly Archives: June 2012

Short Course ISAGI Sulsel; Nutrition in dietary assessment

oleh Muh. Nur Hasan Syah S.Gz (Ketua ISAGI Sulsel)

peserta short course dietary assessment

Kamis, 28 Juni 2012, bertempat di ruang seminar Prodi Ilmu Gizi FKM Unhas, Ikatan Sarjana Gizi Indonesia ( ISAGI ) Sulawesi Selatan mengadakan pelatihan khusus bagi penggiat gizi, dengan Tema “ Be Good in Nutritional Assessment “. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua ISAGI SULSEL, MUh. Nur Hasan Syah, S.Gz. dan menghadirkan pemateri Healthy Hidayanti, SKM., M.Kes , beliau merupakan staf pengajar Prodi Ilmu Gizi FKM Unhas, yang telah mendapatkan materi langsung dari Rosalind S Gibson, Ph.d yang merupakan peneliti dan pengarang buku tentang penentuan status gizi. Pada kesempatan ini pemateri membagikan ilmu dan pengalaman yang telah didapatkan, dengan materi ; Evaluasi kecukupan Zat Gizi Individu ; Pedoman untuk memilih metode konsumsi yang tepat ; Error pengukuran dalam penilaian konsumsi makanan dan mengontorlnya ; Metode penilaian konsumsi makanan ; dan Evaluasi kecukupan zat gizi individu dan kelompok. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari.

Pelatihan ini akan dibagi beberapa kelas yang disajikan dalam bentuk small discussion class, dengan peserta yang terbatas tiap kelasnya, maksimal 15 peserta/kelas. Pelaksanaan kelas pertama, menghadirkan para sarjana gizi, dosen dari prodi ilmu gizi, dan juga penggiat gizi lainnya. Pada hari pertama disajikan berbagai teori mengenai survei konsumsi pada individu/kelompok dan hari kedua melanjutakn materi teori kemudian praktek dengan menggunaan software pc-site.  Salah satu peserta yaitu Abdul Salam, SKM, M.Kes yang juga merupakan dosen prodi Ilmu Gizi FKM Unhas, mengutarakan alasannya untuk mengikuti pelatihan ini, Abdul mengatakan “Saya ikut pelatihan ini untuk menambah wawasan/ilmu pengetahuan terutama dalam hal menentukan metode penilaian konsumsi kelompok/individu yan tepat“ . Peserta lain, Sigit, S.Gz mengatakan “Pelatihan dengan diskusi ini sangat bagus, apalagi diskusi langsung bersama dosen dan fasilitator yang telah belajar langsung dari Mrs. Gibson. Dari diskusi ini kami telah mengetahui beberapa kesalahan-kesalahan yang ternyata telah dilakukan selama ini. Dan semoga dengan pelatihan ini salah satu keluaran yang diharapkan yaitu kesalahan-kesalahan tersebut dapat diminimalkan bahkan dihilangkan“.

Pelatihan ini berlangsung sangat kekeluargaan dari awal sampai penutupan kelas, sesuai dengan visi dan misi ISAGI. Tidak ada perbedaan status, jabatan dan pangkat yang dirasakan semua menjadi satu dan belajar bersama guna mendapatkan penetahuan baru. (Anca)

Advertisements

Terapi diet penurunan berat badan

penyebab obesitas multifaktoral, penanganannya pun harus dengan berbagai cara

Program mengatur berat badan yaitu kombinasi terapi dari diet dan aktivitas fisik dan dukungan modifikasi perilaku sangat efektif untuk mendukung orang-orang obese yang ingin menurunkan berat badannya. Pendekatan yang hanya fokus pada aspek lifestyle sangat lama dalam mendukung penurunan berat badan, karena itu perlu berbagai upaya lain dengan serius agar program penurunan berat badan berjalan efektif. Akhir-akhir ini banyak orang yang berjuang mengontrol berat badan mereka dengan pola makan yang tidak menentu, dan melewatkan makan utama padahal hal tersebut tidaklah benar karena justru orang yang melewatkan satu waktu makan utama akan menybabkan dia akan overeat atau makan berlebih diwaktu makan berikutnya. Program manajemen berat badan membantu orang obese dalam mengatur pola makannya termasuk makan utama yang tidak dianjurkan untuk dilewatkan. Orang yang memiliki waktu antara makan utama yang lama cenderung menguras glikogen dalam tubuh dan penyimpanan glukosa darah yang mungkin akan menyebabkan orang akan mencari makanan utamanya yang padat energi. Oleh karena itu perlu beberapa diet yang efektif agar tetap bisa menurunkan berat badan tanpa harus melewatkan makan.

berbagai metode diet dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan

Diet rendah kalori

Mengurangi asupan kalori lebih rendah dibandingkan energi expenditure pasti akan mengurangi berat badan anda. Sebuah studi menunjukkan bahwa menurunkan asupan kalori 600 kkal perhari sangat efektif dalam menurunkan berat badan. Anda bisa mencoba mengurangi 600 kkal anda perhari, jika di konversi kedalam makanan sumber karbohidrat yang biasa kita makan mungkin sekitar 250  gr nasi, 40 gr/1 lbr roti ketika sarapan, dan mengurangi setengah sendok gula setiap kali minum teh atau kopi.

Diet rendah lemak

Diet rendah lemak mendukung anda dalam menurunkan berat badan dan resiko penyakit kardiovaskuler. Lemak merupakan nutrient yang padat energi dibandingkan makronutrien lainnya oleh karena itu mengurangi asupan lemak dalam diet yang dilakukan secara sukses dapat menurunkan total kalori yang diperoleh.

Pengganti makan utama

Pendekatan ini dapat dilakukan dalam upaya anda menurunkan berat badan, dimana anda mengganti satu atau dua waktu makan anda dengan produk-produk makanan yang tinggi serat dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral. Dengan begitu asupan energi anda akan berkurang, sedangkan anda dapat tetap merasa kenyang dan terutama tetap dapat menikmati santapan makanan yang lezat. Metode ini tidak merekomendasikan anda untuk mengganti semua waktu makan utama anda dengan makanan pengganti, tetap saja anda harus makan makanan sumber karbohidrat lemak dan protein setidaknya 1 atau 2 porsi dalam sehari.

Diet sangat rendah kalori

Diet ini bisa jadi dianjurkan kepada anda yang memang sangat –sangat gemuk. Pada diet ini anda dianjurkan untuk mengurangi kalori 450 kkal-800 kkal perhari dan tidak boleh lebih. Selain itu anda diharuskan mengkonsumsi tinggi protein (70-100 gr/hari), 2 liter air, dan suplementasi vitamin dan mineral. Tujuannya adalah untuk memelihara tubuh anda ketika anda tidak mendapatkan asupan kalori yang biasanya anda makan, membuat otot lebih bertenaga. Dari sebuah penelitian bahwa metode diet ini berhasil menurunkan 5-26 kg dalam 6 bulan.

Diet rendah karbohidrat

Diet rendah karbohidrat adalah intake karbohidrat antara 30% hingga 40% atau sekitar 200 gr (AKG) setiap harinya selama fase penurunan berat badan berjalan. Namun diet ini tidak  harus anda lakukan terus menerus, melainkan secara berangsur dilakukan peningkatan karbohidrat. Diet rendah karbohidrat ini tidak mengatur intake protein dan lemak, dengan tujuan agar meskipun menjalankan diet rendah karbohidrat ini, anda tidak akan merasa kelaparan, selain itu efek mengenyangkan dari protein membantu control nafsu makan dan mendukung penurunan berat badan dalam 6 bulan.

Diet rendah indeks glikemik

Dalam teori pemilihan makanan dengan mempertimbangkan indeks glikemik (IG), dampak diet glikmik dapat mencegah fluktuasi gula darah. Makanan yang berserat memiliki indeks glikemik rendah (<55), semakin rendah IG suatu makanan maka akan semakin lama makanan tersebut dicerna oleh pencernaan anda. IG yang rendah akan membuat anda merasakan rasa kenyang yang panjang, oleh karena itu pilihlah makanan yang memiliki IG rendah, mengganti sarapan dengan roti gandum putih, mengisi brunch dengan salad buah dan sayur, serta mengonsumsi kurma sebagai dessert anda.

Sumber : Payne, Anne and Barker, Helen. Advancing Dietetics and Clinical Nutrition; Obesity. 2010. Elsevier, UK.

Implikasi perkembangan obesitas

obesitas memberikan dampak yang merugikan bagi kesehatan

Prevalensi obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun, sekarang ini hampir setengah dari populasi overweight dan obese. Hal ini menimbulkan konsekuensi yang signifikan terhadap kesehatan karena akan meningkatkan resiko diabetes, penyakit jantung koroner, dan beberapa jenis kanker tertentu. Karena perkembangannya yang demikian pesatnya maka diprediksi di masa mendatang orang obese akan sangat banyak jumlahnya. Beberapa negara seperti di Kanada telah membuat suatu komite program yang ditugaskan untuk memantau dan melaporkan rata-rata pertumbuhan obesitas selanjutnya hingga tahun 2050 dan memprediksi konsekuensinya terhadap kesehatan, biaya pemeliharaan kesehatan, dan harapan hidup. Kekhawatiran dari pemerintah Kanada tersebut adalah estimasi obesitas hingga tahun 2050 mencapai 60% laki-laki dan 50% untuk perempuan dan sekitar 25% dari anak dibawah 16 tahun akan obese. Sekarang ini diseluruh negara di dunia telah menentukan target dan kebijakan untuk membendung pertumbuhan obesitas yang kian cepat. Dalam konteks ini, dietisien dan nutrisionis adalah posisi kunci yang berkontribusi dalam menanggulangi masalah obesitas.

Obesitas secara terminologi dapat didefinisikan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), yang merupakan sebuah pengukuran lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan, pada orang Asia jika IMT ≥25 maka sudah dikategorikan obesitas. Obesitas pada anak dan remaja biasanya didefinisikan berdasarkan jenis kelamin atau umur berdasarkan IMT ≥95% persentil kurva referensi menurut umur. Meskipun IMT biasanya digunakan untuk mengukur besarnya resiko kesehatan yang dihubungkan dengan obesitas, beberapa penelitian juga menganjurkan pengukuran dengan waist circumference dan waist to hip ratio karena metode tersebut juga yang reliable dalam mengestimasi besarnya resiko kesehatan yang dihubungkan dengan peningkatan berat badan (massa lemak abdominal). Metode ini juga cocok digunakan pada populasi orang Asia.

Beberapa orang secara genetik mengalami obesitas, tetapi penyebab mendasarnya adalah konsumsi kalori yang lebih (sumber energi) dari makanan dan minuman dibandingkan mengeluarkan kalori melalui aktivitas sehari-hari. Sebagian besar bukti menunjukkan bahwa alasan utama terjadi peningkatan obesitas pada individu adalah perubahan kebiasaan makan dan gaya hidup sedentary. Fakto psikologi juga memainkan peran yang signifikan dalam perkembangan dan pemeliharaan obesitas, seperti gelisah, depresi, trauma dan keadaan susah yang berkepanjangan, kurang percaya diri, dan masalah-masalah psikologi.

Implikasi dari obesitas perlu mendapat perhatian serius, karena ini menyangkut kesehatan individu di kemudian hari. Orang yang obesitas beresiko menjalani hidupnya dengan penyakit-penyakit non communicable disease yang sangat merugikan. Konsekuensinya sangat besar, aspek kesehatan, terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa penurunan 10% berat badan akan memberikan benefit kesehatan bagi orang obese yaitu terjadi penurunan tekanan darah, profil lipid, dan gula darah. Aspek ekonomi, sangat signifikan terhadap kebijakan kesehatan dan biaya medis seperti yang disampaikan Prof. Hamam Hadi. Obesitas akan memberikan beban baik secara langsung maupun dan tidak langsung terhadap perekonomian – secara langsung melalui pembiayaan medis sementara tidak langsung berhubungan penurunan produktivitas sumber daya manusia, aktivitas terbatas, dan yang paling ekstrim adalah kematian dini.

Sumber

  1. Hindle, Linda and Kendrick, David. Advancing Dietetics and Clinical Nutrition: Obesity. 2010. Elsevier Publisher.
  2. Jung RT. Obesity as disease. Bri. Med. Bull. 1997;53(20):307-321.

Menyiasati tetap sehat selama menonton sepakbola

begadang nonton sepakbola mempengaruhi kesehatan

Event sepakbola bergengsi di benua eropa yakni Euro 2012 menjadi hiburan tersendiri bagi penggemar sepakbola di Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang rela menonton seluruh pertandingan yang disiarkan di TV atau bahkan nonton bareng di sebuah cafe dan hal ini menjadi trend sepanjang event sepakbola ini digelar.

Bisa dikatakan nonton Euro 2012 ini membutuhkan suatu pengorbanan, adanya perbedaan jam di Eropa dan Asia membuat pertandingan yang digelar di Eropa itu berlangsung pagi hari namun para pecinta bola tanah air menontonnya dini hari. Hal itu memberikan beban khusus kepada tubuh mereka dalam sebulan ini, ketika di pagi harinya harus bekerja, belajar, atau melakukan aktivitas rutin lainnya hingga sore hari, malamnya harus begadang untuk menonton pertandingan Euro 2012 dan rangkaian-rangkaian acara lainnya yang berkaitan dengan Euro 2012 Sehingga apa yang terjadi? Tubuh menjadi kelelahan, dan kurang tidur.

Perlu diketahui bahwa kurang tidur menyebabkan banyak masalah bagi kesehatan manusia. Seseorang yang memiliki durasi tidur yang sedikit cenderung memiliki masalah kesehatan yang banyak. Mulai dari penurunan kekebalan tubuh, mudah sakit, metabolisme tubuh berubah, peningkatan berat badan bahkan sampai diabetes. Diabetes mungkin terjadi karena kurang tidur menyebabkan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin yang lemah, konsekuensi lainnya adalah meningkatkan peradangan, serta meningkatkan grelin dan menurunkan leptin yang berdampak pada rasa lapar dan nafsu makan. Inilah mekanisme gangguan tidur yang akhirnya bermuara pada terjadinya obesitas dan berbagai penyakit lainnya.

Oleh karena itu, sebaiknya menonton sepakbola harus dengan cara cerdas dilakukan. Menggunakan waktu-waktu yang luang untuk beristirahat dan mengkonsumsi makanan yang tinggi serat dan protein agar supaya sel-sel kita dapat terjadi regenarasi di waktu-waktu yang dimanfaatkan untuk beristirahat tersebut. Minum banyak air putih yang bertujuan untuk membantu memperlambat tumbuhnya zat-zat penyebab kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati. Minum air putih akan membuat tubuh lebih berenergi. Mengurangi perilaku negatif seperti merokok, minuman bersoda, dan beralkohol. Selain itu hindari stress meskipun tim andalah anda kalah dalam pertandingan, janganlah sampai terbawa stress, karena depresi meskipun singkat akan memberikan dampak terhadap tubuh anda, tubuh anda akan mensekresi hormon-hormon stress yang berlebihan. Akibatnya sistem metabolisme tubuh mengalami perubahan, selain itu akan terbentuk banyak radikal bebas di dalam tubuh. Dan yang paling penting adalah usahakan jam tidur anda minimal 6 jam sehari, gunakan waktu-waktu luang untuk tidur. Ini sangat penting untuk diperhatikan, karena di durasi waktu tersebut tubuh diberi kesempatan untuk beristirahat.

Yuk Cegah stunting

oleh Asry Dwi Muqni S.Gz

Stunting sebagai pinta masuk penyakit tidak menular

Orang tua mana yang tidak meginginkan buah hati mereka tumbuh sehat dan cerdas. Berbagai upaya dilakukan demi pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal. postur tubuh yang ideal menggambarkan tubuh anak yang sehat dan dapat dinilai secara fisik dan penampilan luar. Masa balita dikenal sebagai periode emas pertumbuhan anak. Dan tahukah Anda Bunda, semua berawal dan bergantung pada Anda!!!

Bayi yang lahir dengan status gizi baik lahir dari ibu dengan status gizi baik pula. status gizi ibu sebelum dan selama kehamilan menjadi pondasi utama di awal kehidupan. Ibu yang sejak awal mengalami KEK (kurang Energi kronik) akan lebih beresiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu berat badan bayi <2500gr. sebuah hasil studi di salah satu rumah sakit bersalin Makassar menyebutkan bahwa terdapat hubungan ukuran lingkar lengan atas (LILA) ibu dengan berat badan lahir bayi. Dimana ibu dengan LILA <23cm melahirkan bayi dengan berat badan yang lebih ringan (meski tidak selalu BBLR) dibandingkan dengan ibu dengan LILA ≥23,5cm. Bayi yang BBLR menandakan kurang terpenuhinya kebutuhan zat gizi dan beresiko lebih tinggi terhadap kematian bayi (IMR), penyakit kronis pada usia dewasa, keterlambatan mental dan pertumbuhan yang lambat karena kondisi kekurangan gizi yang berisiko mengakibatkan balita menderita KEP. Beberapa penelitian yang telah dilakukan juga menunjukkan bahwa bayi yang BBLR berkali-kali beresiko memiliki status gizi kurang pada usia 1-5 tahun dibandingkan yang tidak BBLR, penelitian yang lain juga menyebutkan bahwa anak yang BBLR pertumbuhan dan perkembangannya lebih lambat dari anak dengan BBLN (normal) terlebih lagi bila diperburuk oleh kurangnya asupan energi dan zat gizi, pola asuh yang kurang baik dan sering menderita penyakit infeksi.

Postur tubuh yang ideal dapat dinilai dengan pengukuran antropometri untuk memastikan apakah komponen tubuh sesuai dengan standar normal atau ideal. Antropometri yang paling sering digunakan adalah rasio berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) terhadap umur. Pada balita pemantauan dan pengukuran antropometri menjadi sangat penting karena akan memberikan informasi utamanya kepada para ibu untuk memperhatikan asupan gizi anaknya. Karena status gizi mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan akan zat gizi dengan asupan zat gizi yang diterima oleh tubuh yang dapat mengindikasikan apakah balita tersebut menderita KEP. Status gizi yang diukur berdasarkan rasio BB/U menggambarkan keadaan masa sekarang karena merupakan outcome saat ini. Sedangkan yang diukur berdasarkan TB/U menggambarkan keadaan masa lampau karena merupakan akumulasi status gizi sejak lahir sampai sekarang. Berat badan kurang (wasting) hanya bersifat akut dan tinggi badan yang kurang atau pendek (stunting) bersifat kronik.

Stunting dapat mengindikasikan bahwa telah terjadi retardasi pertumbuhan akibat defisiensi zat gizi saat dalam kandungan. Artinya ibu yang kurang gizi sejak awal kehamilan hingga lahir akan beresiko melahirkan anak BBLR yang juga beresiko menjadi stunting. Salah satu studi yang dilakukan di Kelurahan Tamamaung Makassar menunjukkan hubungan bermakna antara BBLR dengan kejadian stunting terhadap balita di keluraahan tersebut.

Karena masalah gizi dapat terjadi di semua periode atau siklus kehidupan dan masalah gizi yang terjadi disalah satu siklus akan mempengaruhi atau mengakibatkan masalah gizi yang lain di siklus selanjutnya, maka dari itu sangat perlu mempersiapkan gizi yang baik demi kualitas hidup yang lebih baik. Penuhi kebutuhan gizi dan hidup sehat. Utamanya bagi Anda calon ibu yang akan melahirkan anak-anak yang sehat dan hebat karena semua berawal dari Anda.