Smile with Nutrition


Mungkin kita masih mengingat ketika orang tua kita sering menyuruh sikat gigi sehabis makan permen atau makanan yang manis sebelum tidur. Sebagian besar dari orang tua menyuruh demikian agar mulut kita terjaga dari karies gigi yang menyebabkan lubang pada gigi. Terkadang anak-anak yang tidak memperhatikan kesehatan giginya sewaktu kecil akan kehilangan beberapa jumlah gigi saat dewasa nanti.

Berdasarkan data dan fakta bahwa kesehatan gigi dan mulut sangat berkaitan dengan gizi. Agar seorang anak ingin memiliki status gizi yang baik maka hendaknya orang tua tidak hanya memperhatikan asupan makanannya namun juga kesehatan gigi dan mulutnya. Jika anak dibiasakan untuk menyikat gigi sehabis makan manis maka hal itu dapat menanamkan sebuah prinsip bahwa kesehatan mulut yang dijaga sewaktu masih kecil akan tetap dinikmati semasa dewasa nanti.

Gula dan Pati

Kita tentu mengetahui bahwa makanan manis dan banyak yang mengandung gula merupakan faktor yang menyebabkan kerusakan pada gigi. Namun sebetulnya ada faktor lain yang harus diperhatikan dalam menjaga kesehatan mulut, seperti keturunan, dan frekuensi air liur. Kerusakan pada gigi bermula dari plak yang ada di gigi yang ditemukan oleh bakteri. Bakteri akan menghasilkan asam dari makanan yang mengandung gula dan pati, asam yang diproduksi oleh bakteri akan menempel pada email gigi dan merusak lapisan tersebut hingga gigi menjadi rusak atau bahkan berlubang.

Permen yang keras

Mungkin sebagian dari kita berfikir apa kaitan antara gizi dengan kesehatan mulut terutama dalam mencegah kerusakan gigi. Alasan mengapa permen yang keras dapat menyebabkan sakit pada gigi adalah karena permen merupakan salah satu sumber makanan bagi bakteri penyebab kerusakan gigi. Sehingga kita dianjurkan setiap kali makan manis, sebelum tidur harus menyikat gigi terlebih dahulu – namun jangan terlalu sering karena dapat menghilangkan pelindung gigi – karena bakteri memanfaatkan sisa-sisa makanan tersebut untuk membentuk plak pada gigi. Bakteri akan melakukan aktivitas tersebut setiap 30 menit sehabis kita makan. Perlu diketahui bahwa semakin banyak makan makanan yang mengandung karbohidrat maka akan semakin besar asam yang akan terbentuk dan akan menyerang gigi dan gusi, karena sisa makanan dari karbohidrat yang tinggal di gigi merupakan makanan bagi bakteri. Jadi semua tergantung dari seberapa banyak dan seberapa lama sisa makanan tinggal dimulut. Oleh karena itu setiap kali habis makan, sebaiknya berkumur-kumur untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan yang tidak sempat tertelan sewaktu makan.

Nutrient anti gigi berlubang

Ada beberapa jenis makanan yang bisa menguatkan gigi dan mulut oleh karena kandungan zat gizi yang dimilikinya. Zat-zat gizi yang yang membantu dalam menjaga kesehatan gigi adalah kalsium, fosfor, dan vit. D.

Air (Water)

Air merupakan salah satu komponen zat gizi makro yang manfaatnya sangat banyak bagi tubuh. Air dapat membantu untuk melancarkan produksi saliva (air ludah) di dalam mulut. Saliva memiliki peran penting dalam membantu kinerja mulut mengunyah makanan. Semakin banyak saliva yang dimiliki maka semakin bagus pula untuk menjaga kesehatan gigi agar tidak berlubang karena saliva membersihkan sisa makanan dari karbohidrat di dalam mulut sehingga mengurangi waktu bakteri untuk membentuk asam plak di gigi dan gusi. Selain itu saliva juga membantu menguatkan gigi karena mengandung kalsium, fosfor dan fluoride yang fungsinya melindungi gigi.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi:

  • Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, tidak terlalu banyak mengandung makanan yang berkarbohidrat.
  • Menghindari minuman berkarbonasi karena dapat menyebabkan karies pada gigi, begitu pula softdrink rasa buah yang manis. Ganti dengan minum air putih sebanyak mungkin.
  • Kurangi makan makanan yang manis, usahakan menggantinya dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan karena buah-buahan mengandung vitamin dan mineral serta kandungan airnya juga cukup tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan produksi saliva dalam mulut.
  • Sikat gigi sesudah mengkonsumsi buah yang memiliki konsentrasi gula yang tinggi. Selain itu cukup menyikat gigi 2 kali sehari karena jika lebih dapat menipiskan lapisan email gigi.
  • Keju dan olahannya dapat membantu menstimulasi aliran saliva.
  • Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung kalsium yang tinggi seperti susu, brokoli dan yogurt.
  • Selalu merencanakan makan dengan menyenangkan and smile.

from The Cleaner

Posted on 25 May 2012, in Health and Nutrition, What you are eat and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: