Nested Case Control


Nested case control study atau studi kasus kontrol yang disarangkan merupakan suatu desain penelitian kasus kontrol yang disarangkan dalam suatu studi kohort. Kita ketahui bahwa studi kohort memerlukan waktu yang lama untuk me-follow up suatu kasus dan tentu saja memerlukan biaya yang cukup besar pula. Sehingga dianggap desain penelitian ini kurang efisien dan efektif untuk meneliti suatu kasus yang jarang terjadi. Namun Karena pengamatan kontinu & longitudinal, memiliki kekuatan yg andal utk meneliti masalah kesehatan yg makin meningkat.

Nested case control menyajikan desain penelitian yang berbasis kohort dan memiliki kasus dan kontrol pula. Kelebihan dari desain ini adalah efisiensi biaya, dan juga pengamatan yang dilakukan secara continue dan longitudinal sehingga memiliki kekuatan untuk menjelaskan masalah kesehatan dan menerangkan hubungan dinamika antara faktor resiko dengan efeknya secara temporal dan dengan seefisien mungkin.

sederhananya diagram nested case control
gambar: http://www.hsrmethods.org

Seperti desain kasus kontrol yang langkah awalnya mendefinisikan populasi untuk mencari kasus lalu memasangkannya dengan kontrol, nested case control pun dimulai dari defined population untuk menentukan kasus yang dipilih lalu mencari subjek sebagai kontrolnya. Dalam menentukan control dari 1 kasus pada desain case control, semakin besar control semakin besar pula power dalam menentukan ada hubungan antara faktor resiko dengan kasus. Akan tetapi yang paling optimal hanya sampai 4 kontrol untuk 1 kasus, Karena jika >4 kontrol tidak akan memberikan perbedaan power yang signifikan dengan 4 kontrol saja.

Tujuan dari nested case control ini adalah untuk membandingkan sejarah (dan kadang-kadang pengukuran klinis kontemporer) dari individu-individu yang mengembangkan penyakit dengan mereka yang tidak mengembangkan penyakit tersebut selama masa studi. Nested studi kasus-kontrol adalah metode yang efisien untuk mempelajari hubungan kasus kontrol antara kohort sekali jumlah kasus muncul.

Contoh study nested case control :

Misalkan ingin melihat kadar kolesterol tinggi yang berdampak pada kejadian Coronary Heart Disease (CHD) pada 5.000 orang di suatu populasi.

Untuk desain kohort prospective, tahap awal adalah melakukan screening orang yang memiliki kolesterol tinggi dan tidak, sehingga perlu dilakukan uji kolesterol yang tentu saja memerlukan biaya yang besar. Misalkan sekali periksa Rp 100.000 à 5.000 orang = Rp 500.000.000,-. Setelah itu dilakukan follow up bagi orang yang memiliki kolesterol tinggi dan  tidak hingga terjadi kasus CHD.

Sedangkan untuk desain nested case control, tahap awal adalah melakukan pengambilan sampel darah untuk 5.000 orang yang mungkin biayanya hanya Rp.10.000 à 5.000 orang = Rp 50.000.000,-. Kemudian sample darah disimpan di freezer. Kemudian 5.000 orang itu dilakukan follow up hingga terjadi kasus CHD. Misalkan hingga tahun ke 3 diperoleh 100 orang yang terkena CHD, maka diantara 4.900 orang sisanya dipilih secara random sebagai control. Lalu dari 200 orang yang terpilih sebagai kasus dan kontrol tersebut dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol pada darah yang disimpan tadi, mana yang mengandung kolesterol tinggi dan tidak dengan biaya 200 orang x Rp 100.000 = Rp 20.000.000,-. Secara keseluruhan biaya yang digunakan hanya Rp 70.000.000

Dari contoh kasus diatas dapat dilihat bahwa nested case control memiliki kelebihan dalam hal efisiensi biaya penelitian. Namun penelitian ini masih sangat jarang dilakukan di Indonesia, mungkin saja karena keterbatasan waktu penelitian, dan kasus yang ingin diteliti.

Posted on 3 December 2011, in Material and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Sebenarnya postingannya mantab sekali gan, tapi mohon dimaklumi, saya ga ngerti apa-apa masalah ini.
    jadi hanya bisa nyimak doang hehe

  2. ijin shere ya..informasinya bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: