Monthly Archives: December 2011

Short Course dan Beasiswa (Full Scholarship) by HENRI

Higher Education Network Ring Initiative (HENRI) menyediakan beasiswa dan program internship bagi lulusan S1 atau S2 gizi (focus on Community Nutrition) yang sudah bekerja maupun yang berencana untuk melanjutkan studi nya ke level master atau doctor. Silahkan search mengenai program ini lebih lanjut atau bisa di download dibawah.

Format Proposal

Ikatan Sarjana Gizi (ISAGI) Makassar yang telah resmi di deklarasikan pada tanggal 10 desember 2011 di Clarion Hotel makassar ini merupakan merupakan organisasi profesi para sarjana gizi di makassar. Periode kali ini di pimpin oleh Muhammad Nur Hasan Syah (Alumni S1 Gizi FKM Unhas, 2010). Visi kedepan untuk melakukan konsolidasi sebagai upaya untuk membangun sebuah organisasi profesi bagi para ahli gizi lulusan S1, agar menjadi daya ungkit bagi rekan-rekan sarjana gizi untuk dapat mengabdikan diri pada masyarakat.

http://health.groups.yahoo.com/group/ISAGI-MAKASSAR/

Kunjungan lapangan S2 Gizi dan Kesehatan FK UGM…

Kunjungan lapangan S2 Gizi dan Kesehatan FK UGM hingga saat ini telah terlaksana 2 kali, tempat yang telah dikunjungi adalah PT. Tiga Pilar Sejahtera Sragen Jateng dan Puskesmas Salam Magelang Jateng. Kunjungan di PT TPS adalah untuk melihat proses produksi dan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan kinerja perusahaan. Sedangkan kunjungan di Puskesmas Salam untuk melihat pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) di setiap bagian pelayanan di Puskesmas Salam.

Kunjungan terakhir akan dilaksanakan pada hari Jumat 23 Desember 2011. Kunjungan di salah satu perusahaan roti di Provinsi Yogyakarta bertujuan untuk mengamati dan membandingkan proses yang terkait dengan produksi dengan proses yang dilakukan oleh perusahaan PT TPS yang telah dikunjungi.

Pemanfaatan SMS Gateway dengan Sistem Auto Reply untuk Menentukan Kebutuhan Gizi Individu Berdasarkan Data Antropometri

LATAR BELAKANG

     Sekarang ini yang kemajuan teknologi informasi membuat layanan SMS ini semakin berkembang, salah satunya perkembangan sistem layanan SMS adalah sistem SMS Gateway auto reply. SMS Gateway merupakan pintu gerbang bagi penyebaran Informasi dengan menggunakan SMS. Anda dapat menyebarkan pesan ke ratusan nomor secara otomatis dan cepat yang langsung terhubung dengan database nomor-nomor ponsel saja tanpa harus mengetik ratusan nomor dan pesan di ponsel anda karena semua nomor akan diambil secara otomatis dari database tersebut. Selain itu, dengan adanya SMS Gateway anda dapat mengustomisasi pesan-pesan yang ingin dikirim. Sistem ini memiliki kemampuan menerima dan atau menyampaikan informasi lewat SMS dan mengelola informasi tersebut dari dan atau ke dalam bank data (database). Sistem ini juga memiliki kemudahan dalam mengatur aturan proses bisnis yang diinginkan seperti : bagaimana mengelola data SMS yang diterima, melakukan pencarian informasi, dan menyimpan informasi. Pengaturan tersebut dapat dengan mudah dilakukan oleh Administrator lewat alat bantu konfigurasi aplikasi yang telah ada.

     Peningkatan pelayanan pemberian informasi sesuai kebutuhan dengan cepat dan akurat dimanapun pengguna informasi berada merupakan keunggulan yang diberikan oleh Sistem Informasi SMS ini. Sistem ini juga menyediakan beberapa cara penyampaian informasi lewat SMS yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Dengan menggunakan program tambahan yang dapat dibuat sendiri, pengirim pesan dapat lebih fleksibel dalam mengirim berita karena biasanya pesan yang ingin dikirim berbeda-beda untuk masing-masing penerimanya.

PEMANFAATAN SMS UNTUK MENENTUKAN KEBUTUHAN GIZI

     SMS (Short Message Service) merupakan teknologi pengiriman pesan singkat secara cepat dan akurat yang sudah memasyarakat karena mudah dalam mengoperasikannya dengan biaya terjangkau. Informasi kebutuhan gizi dapat diperoleh dengan mengintegrasikan antara sistem SMS Gateway dan database kebutuhan gizi individu. Untuk menjalankan program sms dalam menentukan kebutuhan gizi individu diperlukan beberapa perangkat yakni hardware berupa komputer dan handphone, software seperti UEA dan langganan ke perusahaan SMS Gateway dan tentu saja database untuk diintegrasikan dengan sistem kerja SMS.

    Database yang dimaksud berupa data mengenai kebutuhan gizi individu normal yang berisi variabel-variabel berupa usia, berat, tinggi seseorang dan data kebutuhan Energi, Karbohidrat, Protein, dan Lemak. Jadi prinsipnya adalah dengan tinggi badan, berat badan, jenis kelamin dan usia tertentu akan dapat diketahui kebutuhan gizi individu melalui perhitungan kebutuhan gizi (Harris Benedict) dan disesuaikan dengan jenis kelaminnya. Namun ketentuannya adalah individu yang normal karena pada individu yang menderita penyakit tertentu memiliki perhitungan kebutuhan gizi yang tertentu pula yang tidak difasilitasi dalam layanan SMS ini.

Perhitungan Harris Benedict dapat diperoleh sebagai berikut :

Laki-laki :

Kebutuhan Energi       = 66 + 13,7 (Berat) + 5 (Tinggi) – 6,8 (Usia)

Perempuan :

Kebutuhan Energi       = 655 + 9,6 (Berat) + 1,7 (Tinggi) – 4,7 (Usia)

     Kemudian untuk kebutuhan Protein, Lemak, dan Karbohidratnya disesuai- kan dengan prinsip gizi seimbang yakni kebutuan Karbohidrat 60 % kebutuhan energi, Protein 15% dari kebutuhan energi dan lemak 25% dari kebutuhan energi. Nantinya akan didapatkan data pada usia tertentu dengan jenis kelamin laki-laki/perempuan akan membutuhkan energi, protein, lemak, dan karbohidrat yang tertentu pula.

GAMBARAN UMUM MODEL

     Setelah database diintegrasikan kedalam sistem SMS Gateway autoreply ini, maka secara otomatis akan memberikan feedback kepada end-user berupa data kebutuhan gizi seperti yang telah dijelaskan diatas. Diasumsikan bahwa sistem ini hanya menangani penentuan kebutuhan gizi seseorang melalui SMS. Model yang digunakan terdiri dari input, proses dan output. Input à Proses (integrasi database) à Output. Format sms yang digunakan oleh end-user berisi data antropometri mereka yakni REG <spasi> umur <spasi> jeniskelamin <spasi> beratbadan <spasi> tinggibadan. Format SMS balasan untuk end-user yakni :

 

Kebutuhan gizi anda adalah sebagai berikut :

Energi                         : 2150 kkal

Karbohidrat               : 322,5 gr

Protein                        : 80,625 gr

Lemak                        : 59,7 gr

     Jika terjadi kesalahan format SMS dari end-user maka sistem akan membalas SMS dengan format SMS dikirim salah, ikuti format berikut REG <spasi> umur <spasi> jeniskelamin <spasi> beratbadan <spasi> tinggibadan.

ANALISIS BIAYA

     Tentu saja setiap penggunaan teknologi informasi membutuhkan biaya yang cukup besar untuk menyediakan pelayanan. Begitu pula dengan pemanfaatan teknologi SMS yang bagi masyarakat umum merupakan hal yang cukup sering digunakan dan dengan biaya yang terjangkau. Untuk menyediakan layanan berbasis teknologi dengan SMS gateway ini membutuhkan biaya untuk provide dan maintenance. Bagi perusahaan, keuntungan menyelenggarakan sms gateway ini adalah, mendapatkan bagi hasil dari pulsa pelanggan yang dipotong, misalnya setiap sms kepotong Rp 500,- maka keutungan yang bisa dibagi adalah setelah dikurangi biaya sms Rp 350,- (untuk provider GSM) yaitu Rp 150,-, duit 150 ini dibagi 3 dengan prosentase sesuai kesepakatan, untuk perusahaan penyedia layanan SMS gateway 50% dan 50% untuk maintenance nya. misalnya pihak perusahaan mendapatkan jatah 50% dan misalnya mempunyai pelanggan sms konten sebanyak 10.000 orang. sms konten dikirim ke pelanggan setiap hari, maka keuntungan dalam sebulan adalah : 10.000 x 30 hari x Rp 75 = Rp22,500,000,-

     Untuk menyelenggarakan layanan sms gateway ini, dibutuhkan programmer untuk membuat software pengolahan data sms, programmer bisa SDM internal perusahaan atau menyewa jasa programmer freelace atau perusahaan pembuat software.

 

KELEMAHAN MODEL

     Kelemahan dari SMS gateway ini adalah model yang fixed, dalam artian bahwa format yang diterima dan disajikan itu sudah ketentuan dari sistem sehingga jika ada SMS input yang tidak sesuai dengan formatnya sedikit saja maka secara otomatis sistem akan menolak untuk memberikan informasi yang dibutuhkan pelanggan. Selain itu biaya yang dibutuhkan pelanggan untuk memanfaatkan layanan ini pada umumnya cukup besar dan bervariasi mulai dari Rp 500,- hingga Rp 2.000,- sehingga cenderung hanya pelanggan yang betul-betul butuh akan informasi yang ingin memanfaatkan layanan penyedia informasi kebutuhan gizi. Padahal layanan ini semestinya dimanfaatkan setiap orang agar ada kecenderungan dari setiap orang untuk memperhatikan status gizinya.

SIMPULAN

    Teknologi SMS dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sistem sesuai yang dibutuhkan dengan memperhatikan aspek kecepatan dan biaya. Untuk mengembangkan teknologi SMS gateway yang diintegrasikan dengan database dalam rangka menyediakan informasi mengenai kebutuhan gizi individu adalah suatu langkah yang cukup baik dalam upaya memberikan infomasi gizi dan memberi daya ungkit terhadap program masyarakat sadar gizi. Selain itu pembuatan layanan SMS gateway ini cukup mudah untuk direncanakan dan untuk masyarakat pun sangat mudah untuk dimengerti. Melalui media SMS masyarakat dapat memperoleh informasi dengan cepat dan praktis karena bisa diperoleh dimana saja pelanggan berada.

REFERENSI

  1. Sumardi,dkk., PEMANFAATAN ”SMS” SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DI KELAS RENDAH, diambil dari Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 12 No. 1 tahun 2011.
  2. Hermaduanti, dkk., SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BERBASIS SMS UNTUK MENENTUKAN STATUS GIZI DENGAN METODE K-NEAREST NEIGHBOR, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008), 2008.
  3. Anonim, SMS Gateway, Smart Messaging System, CV. Pilar Cipta Solusi, Yogyakarta, 2006.

Nested Case Control

Nested case control study atau studi kasus kontrol yang disarangkan merupakan suatu desain penelitian kasus kontrol yang disarangkan dalam suatu studi kohort. Kita ketahui bahwa studi kohort memerlukan waktu yang lama untuk me-follow up suatu kasus dan tentu saja memerlukan biaya yang cukup besar pula. Sehingga dianggap desain penelitian ini kurang efisien dan efektif untuk meneliti suatu kasus yang jarang terjadi. Namun Karena pengamatan kontinu & longitudinal, memiliki kekuatan yg andal utk meneliti masalah kesehatan yg makin meningkat.

Nested case control menyajikan desain penelitian yang berbasis kohort dan memiliki kasus dan kontrol pula. Kelebihan dari desain ini adalah efisiensi biaya, dan juga pengamatan yang dilakukan secara continue dan longitudinal sehingga memiliki kekuatan untuk menjelaskan masalah kesehatan dan menerangkan hubungan dinamika antara faktor resiko dengan efeknya secara temporal dan dengan seefisien mungkin.

sederhananya diagram nested case control
gambar: http://www.hsrmethods.org

Seperti desain kasus kontrol yang langkah awalnya mendefinisikan populasi untuk mencari kasus lalu memasangkannya dengan kontrol, nested case control pun dimulai dari defined population untuk menentukan kasus yang dipilih lalu mencari subjek sebagai kontrolnya. Dalam menentukan control dari 1 kasus pada desain case control, semakin besar control semakin besar pula power dalam menentukan ada hubungan antara faktor resiko dengan kasus. Akan tetapi yang paling optimal hanya sampai 4 kontrol untuk 1 kasus, Karena jika >4 kontrol tidak akan memberikan perbedaan power yang signifikan dengan 4 kontrol saja.

Tujuan dari nested case control ini adalah untuk membandingkan sejarah (dan kadang-kadang pengukuran klinis kontemporer) dari individu-individu yang mengembangkan penyakit dengan mereka yang tidak mengembangkan penyakit tersebut selama masa studi. Nested studi kasus-kontrol adalah metode yang efisien untuk mempelajari hubungan kasus kontrol antara kohort sekali jumlah kasus muncul.

Contoh study nested case control :

Misalkan ingin melihat kadar kolesterol tinggi yang berdampak pada kejadian Coronary Heart Disease (CHD) pada 5.000 orang di suatu populasi.

Untuk desain kohort prospective, tahap awal adalah melakukan screening orang yang memiliki kolesterol tinggi dan tidak, sehingga perlu dilakukan uji kolesterol yang tentu saja memerlukan biaya yang besar. Misalkan sekali periksa Rp 100.000 à 5.000 orang = Rp 500.000.000,-. Setelah itu dilakukan follow up bagi orang yang memiliki kolesterol tinggi dan  tidak hingga terjadi kasus CHD.

Sedangkan untuk desain nested case control, tahap awal adalah melakukan pengambilan sampel darah untuk 5.000 orang yang mungkin biayanya hanya Rp.10.000 à 5.000 orang = Rp 50.000.000,-. Kemudian sample darah disimpan di freezer. Kemudian 5.000 orang itu dilakukan follow up hingga terjadi kasus CHD. Misalkan hingga tahun ke 3 diperoleh 100 orang yang terkena CHD, maka diantara 4.900 orang sisanya dipilih secara random sebagai control. Lalu dari 200 orang yang terpilih sebagai kasus dan kontrol tersebut dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol pada darah yang disimpan tadi, mana yang mengandung kolesterol tinggi dan tidak dengan biaya 200 orang x Rp 100.000 = Rp 20.000.000,-. Secara keseluruhan biaya yang digunakan hanya Rp 70.000.000

Dari contoh kasus diatas dapat dilihat bahwa nested case control memiliki kelebihan dalam hal efisiensi biaya penelitian. Namun penelitian ini masih sangat jarang dilakukan di Indonesia, mungkin saja karena keterbatasan waktu penelitian, dan kasus yang ingin diteliti.