Blog Archives

Gizi semasa hamil

Gizi ibu hamil sangat perlu diperhatikan, untuk generasi yang lebih sehat

Masih dalam rangka hari ibu, pembahasan kali ini tentang peran gizi pada masa kehamilan. Mungkin semua perempuan yang berkeluarga sangat ingin memiliki anak, merawat dan membesarkan mereka, dan bermain bersama anak-anak mereka. Alangkah menyenangkannya jika setiap perempuan diberi karunia oleh Allah dengan seorang anak yang sehat, aktif, sempurna secara fisik (-tanpa cacat), dan cerdas secara akademik dan kreatifitas. Sebenarnya telah ada cara yang secara ilmiah dan alamiah untuk mencapai itu semua, yaitu dengan GIZI.

Mengapa gizi sangat penting? Gizi sangat diutamakan sebelum, selama, dan setelah kehamilan dan sangat penting dibandingkan fase kehidupan lain. Ada hubungan yang jelas antara perkembangan janin dengan diet ibu selama kehamilan.

Ibu dengan konsumsi makanan yang adekuat dan bergizi sewaktu hamilnya biasanya melahirkan bayi dengan kondisi kesehatan yang sangat baik. Di sisi lain, ibu dengan status gizi kurang pada masa kehamilannya atau status gizi normal tetapi makan makanan yang berkualitas gizi rendah akan meningkatkan kesempatan anak lahir tetapi secara fungsional prematur, berat dan/atau panjang lahir rendah, immature, atau bahkan cacat. Ini berarti pada dasarnya ibu makan bukanlah untuk dirinya seorang, tetapi untuk janinnya juga. Gizi yang berkualitas baik menjaga ibu agar senantiasa dalam kondisi yang kuat, sehat, dan berstatus gizi baik, sedangkan untuk anak agar janin tumbuh baik sesuai waktunya, serta perkembangan otak dan organ penting lainnya sempurna.

Ada peningkatan kebutuhan untuk beberapa zat gizi ketika masa kehamilan, misalnya ibu memerlukan zat besi yang cukup dalam dietnya untuk mencegah anemia. Ibu anemia meningkatkan risiko premature, janin gagal tumbuh, dan berat badan lahir rendah (bblr). Ini memunculkan kesimpulan bahwa ketergantungan manusia terhadap gizi optimal dimulai sejak dalam kandungan, karena dengan gizi optimal akan terbentuk janin dengan pertumbuhan yang optimal pula. Janin yang optimal pertumbuhannya menurunkan risiko bblr, premature, dan lahir cacat, serta risiko stunting seiring dengan bertambahnya usia. Maka tidak heran mengapa fokus pemerintah untuk menurunkan stunting adalah intervensi yang dimulai pada masa konsepsi (-program SUN).

Asupan makanan ibu harus diprioritaskan dalam artian bagaimana dia bisa mencapai kebutuhan gizinya. Kebiasaan diet ibu juga akan menentukan cadangan zat gizi yang akan dimilikinya, ini penting untuk menutupi kekurangan makanan/zat gizi jangka pendek. Cadangan zat gizi yang cukup karena periode selama perkembangan janin adalah periode yang paling sensitif terhadap zat gizi. Biasanya terjadi organogenesis, yaitu beberapa minggu pertama setelah konsepsi ketika seorang wanita mungkin tidak tahu dia hamil sehingga tidak akan mungkin untuk menyesuaikan kebiasaan diet nya. Masalah kemudian yang muncul adalah, tidak semua ibu-ibu yang ingin dan sedang hamil mengetahui pentingnya gizi apalagi tentang kebutuhan gizi mereka. Sederhana adalah, makan makanan yang sehat selama kehamilan, jangan menjalankan diet untuk menurunkan berat badan, cukup porsi dan frekuensinya, dan hindari makanan junk food, serta rajin bergerak/olahraga ringan. Sambil melakukan itu semua, pantau kondisi tubuh anda dan lihat hasil kenaikan berat badan anda di tiap akhir trimester dan evaluasi jika tidak sesuai.

Memang ciri yang paling mudah untuk melihat ibu tercukupi kebutuhan gizinya hingga akhir kehamilan adalah kenaikan berat badannya. Kurang lebih ibu yang sehat mengalami kenaikan berat badan sekitar 10-18 kg. Pengukuran ketebalan lipatan kulit tidak berguna karena tidak memprediksi komposisi tubuh total ibu hamil, dan tidak ada standar acuan untuk hasil janin. Kenaikan berat badan tersebut disebut kenaikan berat badan gestasional. Kenaikan berat badan gestasional normalnya berasal dari peningkatan jaringan lemak ibu dan janin serta rentensi air. Karena itu jika bisa mencapai berat badan yang direkomendasikan pada akhir trimester kehamilan, semakin baik bagi pertumbuhan janin dan kelancaran kehamilan. Secara spesifik, kenaikan berat badan hingga akhir kehamilan berbeda tergantung status gizi ibu. Untuk ibu yang underweight pada awal kehamilan harus naik sekitar 12-18 kg, status gizi normal (11-15 kg), overweight (7-11 kg), dan obes (tidak lebih dari 7 kg). Sehingga sangatlah penting bagi calon-calon ibu yang memang merencanakan kehamilannya dengan baik untuk mengukur status gizinya (IMT) dan mengikuti perkembangan kenaikan berat badan setiap bulannya.

pregnan1

Terakhir, untuk melengkapi asupan gizi yang berkualitas, penuhi zat-zat gizi mikro ibu hamil. Mineral dan vitamin sangatlah penting untuk perkembangan organ dan otak si kecil nantinya. Kebutuhan energi ditambah 300 kkal. Konsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks dan pati sebagai sumber energi (60-70% dari total kalori). Asupan lemak sekitar 20-25% dari total kalori, lemak juga berfungsi untuk absorpsi vitamin dan membuat rasa kenyang tahan lama, pilih lemak yang sehat. Kebutuhan protein ditambahkan sekitar 10 gr dari 10-15% kebutuhan protein dari total kalori. Protein baik untuk membangun jaringan dan sel. Serat sekitar 25-35 gram per hari, untuk menjaga kestabilan gula darah sehingga bisa mencegah diabetes gestasional. Kebutuhan air juga harus diperhatikan, 8-12 gelas perhari. Diperlukan untuk menjaga suhu tubuh, dan membantu membawa zat-zat gizi ke semua sel. Selanjutnya untuk kebutuhan spesifik gizi mikro bisa dikonsultasikan ke ahli gizi dan dokter kandungan Anda.

pregnan2

 Sumber: dari perkuliahan penilaian status gizi dr. Detty

#Riskesdas2013

 

  1. Penyajian hasil-hasil pokok #Riskesdas(2013) riset kesehatan dasar, filenya dapat didownload –> https://www.dropbox.com/s/h7ronwwa0pdj2og/Riskesdas2013.pdf
  2. #Riskesdas2013 riset brbsis masy. u/ mnydiakn infrmasi indiktor pmbngunan kesh. dgn mnggunakn smpel RT yg mwkili nsional, prov., kab/kota
  3. #Riskesdas2013 pngmpulan datax dlkukan sluruh prop, kab/kota (33 Prov, 497 kab/kota) di Indonesia. smpel individu 1,02jt, sampel RT 295rb
  4. #Riskesdas2013 bertujuan sbg bhan input kbijakan, prencanaan n pncapaian prgram2 pmerintah yg ada, khsusx brkaitan dgn bbn gnda msalah gz.
  5. bbrapa poin yg kali ini dipaparkan, diantarax BBLR, pnjang lahir rendah, prvalensi stunting balita n prvalensi obesitas #Riskesdas2013
  6. Prevalensi BBLR turun dari 11,1% (2010) menjadi 10,2% (2013) trtinggi sulteng (>15%) dan terendah sumut (<7%) #Riskesdas2013
  7. Sedangkan proporsi bayi lahir pendek (<48 cm) di Indonesia 20,2%. Tertinggi NTT (28,7%) terendah Bali (9,6%) #Riskesdas2013
  8. Proporsi bayi lahir pendek+BBLR mencapai 4,8%, tertinggi di Papua (7,6%) dan trendah di Maluku (0,8%) #Riskesdas2013
  9. Data #Riskesdas2013 menujukkan masih lbh dr 1/3 anak balita di Indonesia #stunting, angka ini naik 36,8% (2007) menjadi 37,2% (2013)
  10. Hal ini menggambarkan bahwa kita masih gagal menurunkan mslh gz kronis di INA #Riskesdas2013. Batas non public health yg ditetapkn WHO 20%.
  11. Program pencegahan stunting dituangkan dalam gerakan 1000 HPK dan RANPG, angkanya justru meningkat. program pmerintah gagal? #Riskesdas2013
  12. Pemerintah melalui program #1000HPK melakukan intervensi spesifik dan sensitif dalam perencanaannya dgn sasaran bumil, balita, dan masy. #Riskesdas2013
  13. Program sustainable lainnya air bersih n sanitasi, kthanan pngan n gz, fortifikasi pngan, pengntasan kmiskinan, pningkatn pndidikan, KIE, dll #Riskesdas2013
  14. Dalam dokumen SUN (scaling up nutrition), intervensi spesifik hnya efektif 30% mngtasi masalah gz #1000HPK #Riskesdas2013
  15. 70% hrus mlibatkan berbagai sektor dluar kesehatan, namun ternyata angka 30% itu tidak berhasil dicapai #Riskesdas2013
  16. Target INA menurunkan 2.9% atau prevalensi mjd 32% di tahun 2015 sbg target MDG, apakah masih on track ataukah sdh gagal? #Riskesdas 2013
  17. Lihat dokumen “Kerangka kebijakan Gerakan Sadar Gizi Dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (#1000HPK) –> kgm.bappenas.go.id/document/datadokumen/40_DataDokumen.pdf
  18. Beralih ke usia 5-18 tahun, terdapat prbdaan yg ckp bsar dr prtumbuhan TB anak2 INA dibandingkan rujukannya #Riskesdas2013
  19. menunjukkan bahwa terdapat prbdaan 12,5 cm pd laki-laki dan 9,8 cm pd prmpuan, dibandingkan kurva rujukan WHO (2007) #Riskesdas2013
  20. #Obesitas anak balita juga gagal dturunkn, dlm waktu 6 tahun obesitas hanya turun 0,3% dari 12,2% (2007) jd 11,9% (2013) #Riskesdas2013
  21. Pd org dwasa, u/ laki-laki, terjadi kenaikan angka obesitas 5,8%, dari 13,9% (2007) menjadi 19,7% (2013) #Riskesdas2013
  22. Kenaikan yang sangat ekstrim ditunjukkan pd prmpuan dwasa, dimana t’jd perubahan dari 14,8% (2007) menjadi 32,9% (2013) #Riskesdas2013
  23. Obesitas sentral juga mengalami kenaikan sekitar 7,8%, yakni 18,8% (2007) menjadi 26,6% (2013) #Riskesdas2013
  24. Aktivitas #sedentari sbg salah satu pnybab obesitas ikut diangkat dlm #Riskesdas2013, dimana jmlh pddk yg tggi sedentarinya mncpai 24,1%.
  25. Dimanakah fokus kita? Mgpa #stunting n #obes sbg pintu msuk #non-communicable-disease masih belum turun secara signifikan #Riskesdas2013
  26. Tdk heran jika angka kejadian pnyakit tdk menular jg ikut meningkat. DM, HT, dan stroke naik, dari tahun 2007 hingga 2013 #Riskesdas2013
  27. Hasil yg paling mengejutkan, tidak ada perbedaan yg signifikan antara hasil pmriksaan pddk di perkotaan dgn di pedesaan #Riskesdas2013
  28. Mari kita menunggu hasil publikasi #Riskedas2013 secara resmi, beserta tanggapan2 yg mncul.
  29. Bagaimana respon akademisi & praktisi kesehatan, serta para stakeholder terkait ttg kondisi kesehatan di INA tercinta #Riskesdas2013

#obesanak

1) mmpung lg tdk ada krjaan dan perjalanan k JKT  yg masih jauh jd buat catatan kecil dlu ttg #obesanak
2) jika dahulu, ank gemuk pertanda kemakmuran kluarga #obesanak
3) skrg anggapan itu tdk berlaku lgi, bnyk org kaya anak2 ny buka melebar keaamping tp lebih kearah pertumbuhan tingg #obesanak
4) apa yg brubah? Pasca era globalisasi terjdi fase transisi d masyarakat terutama d kota2 bsar #obesanak
5) transisi itu melibatkan perubahan pola hidup anak, misalnya permainan tradisional kini ditinggalkan #obesanak
6) tergantikan permainan modern spt game online, ps, komputer, dll #obesanak
7) pola jajan, dimana anak2 dgn sangat mudah mmperoleh cemilan “junkfood” krn pertumbuhan minimarket tdk terkendali #obesanak
8) pdhl dulu supermarket hanya sdikit dan trpusat di kota., sedangkan anak desa sulit menjangkaunya #obesanak
9) di kota bsr, sbgian org tua mnghruskan ank brmain d dlm rmh shbis skolah, krn tgginya ksus pnculikan #obesanak
10) akibatnya ank mnghbiskan wktu drmh dgn pola sedentari/berdiam disertai mengemil mknan2 tggi klori natrium #obesanak
11) thn 2010 angka #obesanak Indonesia 11,8%, tjd prtumbuhan 1,2% pertahun. Jk tdk dcegah, 2020 angka itu mncapai >20%
12) apa sih yg jd kekhawatiran jika ank kita gemuk? Toh lbih baik drpd kurus?? *anggapan salah #anakobes
13) anak kurus, slama pertumbuhan tggi badannya normal/tdk stunting maka tdk mnjdi masalah #anakobes
14) sdgkn #anakobes besar risiko pnurunan kualitas hidup,, yi produktivitas, aspek kesehatannya, dan usia harapan hidup.
15) #anakobes otaknya akan mnglami gangguan, sulit bergerak, sleep apnea (sulit nafas) dan brisiko jd obes pd saat remaja dan dewasa
16) jika remaja mnjdi obes, risiko trkena pnyakit kronik diusia muda spt dm, hipertensi, dislipid, dll smakin meningkat #anakobes
17) pemerintah msih fokus menurunkn stunting, pdhl #obesanak sama bahaya dan besar kerugiannya
18) Amerika mengestimasi cost health untuk menghambat obes dan kerugian akibat #anakobes
18) tenyata kerugian akibat #anakobes ini lebih dari 3x biaya untuk mncegah #obesanak yg hanya 14 miliar dollar
19) bgmn di Indonesia? Anggaran itu masih blm ada, mgkn sj krn kerugian akibat #anakobes blm nampak
20) smg #obesanak bs mnjd perhtian bg smua pihak, dmikian slmat mlm… htpp://catatanseorangahligizi.wordpress.com

PAUL WEBSTER (INTERNATIONAL JOURNALIST) – PEMERHATI DOUBLE BURDEN

interview mengenai beban ganda masalah gizi di Indonesia

Hari ini (09/10/2012) STIKES ALMA ATA dan MINAT GIZI DAN KESEHATAN UGM kedatangan seorang tamu dari Kanada bernama Paul Webster, dia seorang jurnalis/interviewer internasional. Tujuan utama kedatangannya adalah untuk mewawancarai Rektor STIKES ALMA ATA sekaligus ketua minat S2 Gizi dan Kesehatan UGM yaitu Prof. dr. Hamam Hadi MS., Sc.D terkait masalah double burden of malnutrition di Indonesia. Dalam kesempatan itu pula Prof Hamam membeberkan bahwa sedang dilakukan studi bersama 5 orang mahasiswa UGM lainnya terkait masalah obesitas yang terjadi pada anak usia sekolah dasar di Yogyakarta. Dengan harapan studi ini dapat memberikan gambaran besarnya permasalahan beban ganda masalah gizi terutama dari obesitas.

Dari hasil presentase tersebut, Prof Hamam Hadi menyebutkan bahwa sekarang ini di Indonesia sangat nyata beban ganda masalah gizi. Kenaikan prevalensi obesitas pada anak dari tahun ke tahun terus meningkat sedangkan kejadian stunting tidak kunjung berkurang bahkan sangat sulit diturunkan meskipun pemerintah telah fokus dengan berbagai program intervensi. Selain itu pemerintah juga telah ikut serta mendukung program global Scaling Up Nutrition (SUN), yaitu suatu program yang bertujuan untuk menurunkan masalah double burden ini dengan fokus pada 1000 hari (thousand days) pertama kehidupan. Lebih lanjut menurut hadi, sebenarnya yang paling mengkhawatirkan adalah daerah suburban karena pada daerah ini telah terjadi peralihan (transisi) besar-besaran dari gaya hidup yang banyak melakukan aktivitas fisik menjadi gaya hidup sedentary dan western lifestyle seperti banyaknya muncul fast food, minimarket, dan pertumbuhan kendaraan yang sangat pesat (diperkirakan di Jogja sekitar 1.500 mobil baru keluar setiap bulannya).

Hal paling menarik yang ditanyakan oleh Paul adalah skala prioritas double burden ini bagi Indonesia seharusnya seperti apa. Prof Hamam menjawab adalah double burden ini menempati top rank priority dengan beberapa alasan karena: (1) Indonesia gagal dalam menurunkan angka prevalensi stunting dari tahun ke tahun, padahal diketahui dampak dari stunting bagi perkembangan anak di masa mendatang sangat besar. (2) Implikasi dari double burden of malnutrition di masa mendatang sangat merugikan, karena menjadi determinasi dari non communicable disease. (3) Besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia jika tidak ada penurunan dari double burden of malnutrition ini. Padahal Brazil sebagai negara berkembang sangat sukses dalam menurunkan kejadian stunting hingga 7% dalam 5 tahun. Sehingga sangat perlu pemerintah Indonesia mengadopsi strategi-strategi yang dilakukan Brazil untuk menurunkan prevalensi stunting.

Meliput pengukuran antropometri

Sebagian besar anak terlihat pendek

Bersiap meninggalkan lokasi

Interview tersebut berlangsung selama kurang lebih 2 jam, dan diakhiri dengan kunjungan lapangan bersama tim peneliti lainnya. Dalam proses pengambilan data dilapangan tersebut, Paul Webster mengambil beberapa gambar mengenai cara-cara pengukuran antropometri, lalu mengurutkan anak-anak dari yang tinggi ke pendek sehingga kelihatan banyaknya anak yang stunting dan hanya beberapa yang pertumbuhannya bagus. Anak yang obesitas juga kelihatan cukup banyak, hal ini berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan dan menggunakan standar rujukan WHO 2007. Kunjungan tersebut diterima baik oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri Vidya Qasana dan anak-anak yang diukur pun dapat bekerjasama dengan baik. Akhirnya kunjungan Paul Webster tersebut diakhiri dengan diskusi dan makan siang bersama di ruang rapat S2 minat Gizi dan Kesehatan UGM. Banyak poin-poin penting yang bisa didapatkan dalam pertemuan tersebut, terutama data-data besarnya masalah gizi yang terjadi di Indonesia perlu mendapatkan perhatian bagi seluruh pihak, terkhusus bagi Ahli gizi. Pertanyaan kemudian adalah siapkah kita dengan tugas berat tersebut?

Tantangan generasi bangsa Indonesia

1000 hari awal kehidupan adalah kesempatan emas dalam memperbaiki generasi bangsa

Setiap 3 menit kamu memeluk buah hatimu
Seorang balita meninggal dunia

Setiap 5 menit kamu memilih menu makan siang
Seorang anak batita meninggal akibat diare

Setiap 6 menit kamu bermain bersama bayimu
Seorang bayi baru lahir meninggal dunia

Setiap jam kamu menikmati secangkir kopi
Seorang anak kehilangan ibunya karena komplikasi persalinan dan kehamilan

Kematian ini dapat dicegah!

SETIAP ANAK BERHAK MEMULAI KEHIDUPAN DENGAN SEHAT

MENGAPA KAMPANYE CHILD HEALTH NOW?
Jika kita tidak melakukan sesuatu untuk menangani masalah ini, akan semakin banyak ibu dan anak yang meninggal. Pada tahun 2000, para tokoh dunia berjanji mengurangi 2/3 kematian anak di tahun 2015. Namun, sampai lima tahun sebelum batas waktunya tiba, mereka hanya mencapai 1/3 dari target yang ditetapkan. Tindakan segera harus dilakukan untuk mencegah ancaman kematian ini. Setiap  orang perlu berpartisipasi dalam aksi global untuk memastikan anak-anak kita memiliki kesempatan hidup layak dan sehat.

Child Health Now merupakan kampanye skala besar berfokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kampanye lima tahun ini mendorong pemerintah untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) 4 Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berkaitan dengan kesehatan (pengurangan angka kematian anak), juga melalui upaya pencapaian MDG 5 (penurunan angka kematian ibu) dan MDG 6 (pengendalian HIV dan AIDS, malaria, dan TB) sebagai sarana pencapaian MDG 4.

Sebagai salah satu organisasi kemanusiaan terbesar di dunia berfokus pada anak, World Vision ada pada posisi terdepan untuk membantu menyelamatkan nyawa 6 juta dari sekitar 9 juta anak yang meninggal setiap tahunnya oleh penyakit yang dapat dicegah. Tindakan nyata dibutuhkan sekarang juga. Setiap orang butuh berpartisipasi dalam aksi global untuk memastikan agar anak-anak kita dapat hidup layak dan sehat.

Saatnya untuk mengambil langkah nyata saat ini juga! Tunjukkan kepedulianmu dan jangan pernah berhenti mencari informasi yang tepat mengenai kesehatan ibu dan anak.

 

ADA SOLUSI SEDERHANA DAN RENDAH BIAYA!

Enam juta anak dapat diselamatkan setiap tahunnya dengan pencegahan kesehatan sederhana dan berbiaya rendah. Tindakan pencegahan yang dapat menyelamatkan hidup anak-anak dapat dilakukan dengan cara semudah:

5 tahun komitmen dalam Kampanye Child Health Now
5 bulan untuk peningkatan kemudahan ibu dan anak memperoleh layanan di klinik kesehatan setempat
5 hari untuk partisipasi dalam pelatihan intensif inisiasi dini ASI
5 jam untuk membawa dan mendampingi anakmu memperoleh imunisasi
5 menit untuk mengajarkan anak mencuci tangan
5 detik untuk merespons Kampanye Child Health Now

Solusi Sederhana

      Ibu Hamil        Anak bawah dua tahun
  1. Makanan ekstra 1-2 kali/hari
  2. Imunisasi TT
  3. Keluarga berencana
  4. Pencegahan malaria dan pengobatan pencegahan intermiten
  5. Tablet besi minimal 90 hari
  6. Memfasilitasi akses pemeriksaan kehamilan (antenatal care) dan persalinan ditolong tenaga kesehatan terlatih
  1. Menyusui yang tepat
  2. Perawatan bayi baru lahir
  3. Cuci tangan
  4. Makanan pendamping ASI yang tepat
  5. Zat besi yang memadai
  6. Suplementasi vitamin A
  7. Oralit/zinc
  8. Mencari pertolongan untuk demam
  9. Imunisasi lengkap
  10. Pencegahan malaria
  11. Obat anti-cacing

Mari kampanyekan gerakan CHILD HEALTH NOW untuk generasi bangsa yang lebih baik !

Kunjungi http://indonesiachildhealthnow.org/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 932 other followers